Dirjen Bina Keuda Sampaikan Arahan Mendagri Soal 10 Srategi Tangani Inflasi
Hal itu disampaikan Fatoni pada acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bali Nusa Tenggara (Balinusra) di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Bali, Rabu (17/5/2023).
Papuanewsonline.com - 19 Mei 2023, 22:21 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Tabanan
- Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam
Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengenai 10 strategi menangani inflasi di
daerah. Hal itu disampaikan Fatoni pada acara Gerakan Nasional Pengendalian
Inflasi Pangan (GNPIP) Bali Nusa Tenggara (Balinusra) di Gedung Kesenian I
Ketut Maria, Tabanan, Bali, Rabu (17/5/2023).
Strategi pertama, kata Fatoni,
yakni menjadikan persoalan inflasi sebagai isu prioritas dan membangun sinergi
antara semua stakeholder terkait seperti saat penanganan pandemi Covid-19.
"Kedua, perlunya melakukan komunikasi yang baik kepada masyarakat agar
paham dan tidak panik, tetap tenang," kata Fatoni.

Ketiga, lanjut Fatoni, perlu
mengaktifkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada tingkat provinsi dan
kabupaten/kota. Kemudian Keempat, mengaktifkan Satgas Pangan. Kelima, dalam
penyaluran BBM subsidi diharapkan tepat sasaran ke masyarakat tidak mampu.
Sebab, masyarakat tidak mampu saat ini masih menjadi prioritas pemerintah
pusat.
"Keenam, melaksanakan
gerakan hemat energi. Ketujuh, melaksanakan gerakan tanam pangan cepat
panen," ujar Fatoni.
Selain itu, ke depan diperlukan
kerja sama antara pemerintah daerah dalam penyaluran komoditas pangan hingga ke
pelosok desa. "Kedelapan, melaksanakan kerja sama antardaerah yang
meliputi seluruh komoditas pangan strategis," jelas Fatoni.
Strategi kesembilan, perlunya
mengintensifkan jaring pengaman sosial, seperti dengan memanfaatkan anggaran
Belanja Tidak Terduga (BTT), anggaran Bantuan Sosial (Bansos), anggaran desa,
realokasi Dana Alokasi Umum (DAU), dan Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah
pusat.
"Terakhir, kesepuluh,
melakukan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI)
provinsi masing-masing, mengumumkan angka perkembangan inflasi hingga kabupaten
dan kota," lanjut Fatoni.
Selain itu, lebih lanjut Fatoni
menjelaskan, upaya pengendalian inflasi harus dilakukan bersama-sama baik oleh
pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat dan swasta. Dia menegaskan,
Kemendagri rutin melakukan rapat koordinasi pengendalian inflasi seminggu
sekali yang dipimpin langsung oleh Mendagri. "Kita harus fokus mengendalikan
inflasi agar ekonomi bisa tetap tumbuh dan kesejahteraan masyarakat bisa
tercapai," ungkap Fatoni.
Dalam kesempatan itu, Fatoni juga
mengingatkan poin penting arahan Mendagri pada rapat 8 Mei lalu. Pertama, pemerintah pusat dan
daerah bekerja sama dalam menekan harga yang bisa dikendalikan oleh pemerintah,
seperti harga tiket transportasi, air, dan listrik.
“Yang kedua, Bapak Mendagri
menyampaikan bahwa setiap daerah agar berkoordinasi dengan lintas sektoral dan
juga internal untuk memonitor harga dan stok bahan pokok. Terakhir, pemerintah
pusat perlu terus berkoordinasi dalam rangka menjaga angka inflasi, khususnya
di sektor transportasi,” pungkas Fatoni.
Sebagai tambahan informasi, rapat
ini mengusung tema "Sinergi Inovasi Ketahanan Pangan melalui Penguatan
Kelembagaan dan Digitalisasi: Mepada Payu Antuk Bhuwana Bali Sentosa
(Bersinergi Mewujudkan Bali yang Makmur)". Selain Fatoni, kegiatan ini
juga dihadiri oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Deputi Gubernur Senior BI,
Deputi II bidang Kerawanan Pangan dan Gizi, Badan Pangan Nasional, Wali Kota
Malang, Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota Komisi XI DPR RI, Kepala Kantor
Perwakilan BI Provinsi Bali, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) Provinsi Bali, Bupati Tabanan, Forkopimda Tabanan, serta Asisten
Sekda Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Redaksi)