Dua Kepala Kampung di Nduga Bongkar Gudang Bulog Demi Warga, Klaim Krisis Sembako Meluas
Dua kepala kampung di Kabupaten Nduga nekat membuka gudang beras milik Bulog yang dikelola Dinas Sosial setempat
Papuanewsonline.com - 28 Mar 2026, 19:48 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Nduga - Dua kepala kampung di Kabupaten Nduga nekat membuka gudang beras milik Bulog yang dikelola Dinas Sosial setempat. Tindakan tersebut dilakukan karena masyarakat di 32 distrik dilaporkan mulai mengalami krisis bahan pokok dan kelaparan.
Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang semakin memburuk. Kedua kepala kampung itu menegaskan bahwa tindakan mereka bukanlah pencurian, melainkan upaya darurat demi menyelamatkan masyarakat.
"Kami bukan pencuri beras ini. Kami bongkar gudang ini demi masyarakat," ujar Peres Unue, Kepala Desa Salpem, Distrik Meborok, Kabupaten Nduga.dengan nada tegas

Menurut mereka, kondisi di lapangan sudah sangat memprihatinkan. Distribusi bantuan dinilai tidak berjalan maksimal, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat. Karena itu, mereka mengambil inisiatif untuk membuka gudang dan membagikan beras kepada warga dari 32 distrik, dan 248 kampung.
"Kami yang paling paham kondisi masyarakat. Karena itu kami undang perwakilan dari 32 distrik untuk datang dan mengambil beras," tambah Wisen Tabuni, Kepala Desa Primprim, Distrik Mbua Tengah, Kabupaten Nduga.
Kedua kepala kampung juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan pihak Dinas Sosial, serta merasa tindakan tersebut tidak melanggar hukum karena dilakukan dalam situasi darurat.

Dalam pernyataannya, mereka turut meminta Bupati Nduga, Yoas Gwijangge, untuk bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi. Mereka menilai pemerintah daerah belum optimal dalam menangani kebutuhan dasar masyarakat.
"Bupati harus bertanggung jawab. Jangan buat Nduga seperti tahun 2025. Kami masyarakat sudah bosan," tegas Wisen Tabuni.
Hingga berita ini diturunkan, media Papuanewsonline,com. belum mendapatkan pernyataan resmi dari pihak pemerintah Kabupaten Nduga maupun Bupati Yoas Gwijangge terkait krisis sembako ini.
Penulis: Hend
Editor: GF