Dua Tahun Kepemimpinan JOEL Disorot, Warga Nilai Pembangunan Belum Terlihat di Mimika
Seorang warga Mimika menyampaikan kritik terhadap pembangunan, penataan birokrasi, dan realisasi program pemerintah selama dua tahun terakhir.
Papuanewsonline.com - 09 Jul 2026, 21:54 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika – Yohanes Kemong menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Mimika selama dua tahun masa kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong. Kritik tersebut menyoroti sejumlah isu, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penataan pemerintahan.
Dalam pernyataannya, ia mengaku heran dengan pemberitaan di sejumlah media yang dinilai menggambarkan pembangunan di Kabupaten Mimika berjalan pesat. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan kenyataan yang ia lihat secara langsung di lapangan, baik di wilayah perkotaan maupun di distrik dan kampung-kampung.
Ia menilai pembangunan yang dijanjikan melalui visi dan misi pemerintah daerah belum terlihat secara nyata. Menurutnya, masyarakat di berbagai distrik dan kampung belum merasakan dampak pembangunan sebagaimana yang diharapkan sejak pasangan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong memimpin Kabupaten Mimika.
Selain itu, ia juga membandingkan kondisi pembangunan saat ini dengan pemerintahan sebelumnya. Dalam pandangannya, sejumlah pembangunan fisik yang masih tampak di wilayah Kota Timika merupakan hasil pekerjaan pada masa kepemimpinan mantan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, sementara pembangunan baru dinilai belum terlihat secara signifikan.
Yohanes Kemong
juga mengkritik fokus pemerintah daerah yang menurutnya lebih banyak diarahkan pada kegiatan seremonial. Ia menilai selama dua tahun terakhir pemerintah lebih sering melaksanakan berbagai kegiatan di luar daerah, termasuk agenda yang berkaitan dengan PKK dan Noken Kreasi Nusantara (Nakresnada), dibandingkan dengan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain persoalan pembangunan, ia turut menyoroti kondisi keuangan daerah. Menurutnya, masih terdapat utang pemerintah kepada kontraktor yang berasal dari tahun anggaran 2025 dengan nilai yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah. Ia juga mengkritik banyaknya jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika yang hingga kini masih diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt) dibandingkan pejabat definitif.
Dalam pernyataannya, ia juga menilai pemberitaan mengenai pembangunan di Mimika terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, berbagai rencana pembangunan lebih banyak muncul dalam pemberitaan dibandingkan realisasi yang dapat dirasakan masyarakat.
Menutup pernyataannya, ia mengaku prihatin terhadap kondisi Kabupaten Mimika dan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. "Saya Sebagai Putra Asli Mimika Sangat Sayang Negriku Tambah Hancur." Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mimika terkait kritik yang disampaikan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan.
Penulis: Jid
Editor: OF