TPNPB Sebut Insiden Pesawat di Wilayah Konflik Akibat Kelalaian, Tegaskan Larangan Penerbangan Sipil
Juru Bicara Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, menyatakan bahwa insiden pembakaran pesawat serta tewasnya seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat.
Papuanewsonline.com - 09 Jul 2026, 23:29 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika — Juru Bicara Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, menyatakan bahwa insiden pembakaran pesawat serta tewasnya seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat di wilayah Papua merupakan peristiwa yang tidak diinginkan oleh pihaknya.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada 8 Juli 2026 dari Pengendali Manajemen Markas Pusat, Sebby Sambom mengatakan pihaknya menanggapi berbagai kritik dari sejumlah organisasi terkait insiden tersebut.
Menurut Sebby, peristiwa itu merupakan musibah yang terjadi akibat kelalaian manusia. Ia menyebut TPNPB telah berulang kali mengeluarkan peringatan melalui berbagai rilis bahwa pesawat sipil dilarang memasuki wilayah yang mereka nyatakan sebagai wilayah perang.
"Setiap tahun maupun setiap bulan kami selalu menyampaikan bahwa pesawat sipil dilarang masuk ke wilayah perang, termasuk warga negara asing yang menerbangkan pesawat," kata Sebby dalam pernyataannya.
Ia mengatakan peringatan tersebut telah disampaikan sejak peristiwa di Paro, termasuk saat penyanderaan pilot asal Selandia Baru dan pembakaran pesawat, dengan tujuan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain melarang penerbangan pesawat sipil ke wilayah konflik, Sebby juga menegaskan bahwa pesawat sipil tidak diperbolehkan mengangkut personel TNI, Polri maupun logistik milik aparat keamanan.
Menurutnya, larangan tersebut telah disampaikan kepada berbagai pihak sehingga seharusnya menjadi perhatian dalam pelaksanaan penerbangan di wilayah konflik.
Pernyataan tersebut merupakan tanggapan TPNPB atas kritik yang muncul setelah insiden pembakaran pesawat dan tewasnya seorang pilot warga negara Amerika Serikat di Papua.
Penulis: Bim
Editor: OF