logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

GMNI Minta Presiden Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Wamena Berdarah, Yang Merengut Nyawa 10 Warga

Papuanewsonline.com - 25 Feb 2023, 19:28 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak Pemakaman Masal Terhadap 10 Warga Sipil Yang Meninggal Dalam Kerusuhan Di Wamena, Sabtu (25/2/2023)

Papuanewsonline.com, Wamena- Peristiwa di Wamena merupakan peristiwa yang sungguh menyita perhatian publik, pasalanya peristiwa Berdarah itu menyebabkan 10 warga sipil tewas.

Bentrok antara warga masyarakat dan aparat keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (23/2) berujung 10 warga sipil dilaporkan meninggal, 23 orang mengalami luka terkena tembakan dan sejumlah ruko dibakar massa.

Buntut insiden yang  berujung 10 warga  sipil kehilangan nyawa ini, Presiden Joko Widodo diminta turun  tangan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar mengungkap aktor dibalik  insiden berdarah tersebut.

“ Kami Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)cabang Kabupaten Mimika, meminta dengan hormat kepada Bapak Presiden agar turun tangan secara langsung membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar memberikan rasah keadilan bagi masyarakat Papua secara umum dan lebih khususnya berikan rasah keadilan bagi keluarga korban," Ujar Ketua GMNI Cabang Mimika, Bung Bojan, Sabtu (25/2/2023)

Ketua GMNI Bung Bojan mengatakan, kejadian berdarah di Wamena yang terjadi Kamis (23/2) kuat dugaan ada  aktor lain yang memanfaatkan situasi dengan  isu penculikan anak sebagai alasan untuk memprovokasi sehingga berujung kerusuhan antara warga sipil dengan TNI-Polri, sehingga menyebabkan 10 warga sipil kehilangan nyawa.

“ Sekali lagi dengan hormat, kami minta bapak Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam Bapak Mafmud MD segera membentuk tim gabungan agar mengungkap  motif sekaligus pelaku dan motif di balik bentrok  yang merenggut nyawa warga sipil ini, sehingga memberikan rasah keadilan bagi masyatakat Papua,” ucap Bung Bojan.

Bung Bojan menyatakan, mengharapkan agar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin membentuk TGPF, karena dengan adanya TGPF akan mampu membuka fakta-fakta yang belum diungkap atau sengaja ditutupi, " Kami GMNI ingin publik tahu fakta-fakta sebenarnya, terkait peristiwa berdarah ini, sehingga ada rasah keadilan bagi masyarakat di Papua," sorot Bung Bojan.

Bung Bojan berkeyakinan hanya dengan TGPF akan bisa menemukan fakta yang sebenarnya. Sebab, kata dia, ada fakta-fakta dalam kasus ini yang belum diungkap untuk diketahui publik.

"Kami  berharap Presiden Jokowi serta Menko Polhukam serius dalam mengungkap peristiwa berdarah ini, sehingga dikemudian hari peristiwa seperti ini jangan terulang kembali," Harapnya.

Lanjut Bung Bojan, apabila hal ini dibiarkan, maka akan ada rasah ketidakadilan masyarakat terhadap Pemerintah.(Redaksi)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE