logo-website
Kamis, 12 Feb 2026,  WIT

JDP Minta Komnas HAM Turun Tangan Mengusut Dugaan Penembakan di Mile 50 Tembagapura

Desakan investigasi menyeluruh dan transparan disuarakan Jaringan Damai Papua menyusul insiden penembakan di kawasan Mile 50 Tembagapura yang menewaskan seorang anggota TNI, sekaligus mendorong keterbukaan pengamanan objek vital nasional.

Papuanewsonline.com - 12 Feb 2026, 19:29 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy.

Papuanewsonline.com, Papua – Jaringan Damai Papua (JDP) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia untuk segera mengusut dugaan penembakan di kawasan Mile 50, Tembagapura, yang mengakibatkan seorang anggota TNI meninggal dunia.


Peristiwa tersebut dinilai kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan keamanan berbasis senjata terus memicu siklus kekerasan yang tidak berkesudahan.

Melalui rilis pers yang diterima pada Kamis (12/2/2026), JDP menegaskan pentingnya dilakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan independen terhadap insiden di Mile 50 dengan melibatkan Komnas HAM RI.

Pelibatan Komnas HAM dianggap krusial guna memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan objektif serta mampu mengungkap fakta-fakta yang selama ini dinilai masih tertutup dari ruang publik.

Selain itu, JDP juga meminta PT Freeport Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait prosedur dan mekanisme pengamanan internal di wilayah perusahaan, khususnya di area yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

Keterbukaan informasi tersebut dinilai penting agar publik mengetahui secara jelas institusi mana yang secara resmi bertanggung jawab atas pengamanan di kawasan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

JDP menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua tidak akan pernah tercapai melalui pendekatan kekerasan. Setiap tindakan bersenjata dinilai hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan dan menjauhkan harapan terciptanya dialog damai yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, JDP mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum yang adil, serta dialog terbuka sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan Papua secara bermartabat dan berkeadilan.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai kekerasan, memulihkan rasa aman masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Tanah Papua.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE