Penembakan di Mile 50 Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Lainnya Luka-Luka
Insiden kontak tembak di kawasan vital PT Freeport Indonesia kembali mengguncang Mimika, aparat keamanan perketat pengamanan dan tutup sementara akses menuju Tembagapura.
Papuanewsonline.com - 12 Feb 2026, 15:58 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Mimika – Insiden penembakan terjadi di Mile 50, area PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, yang mengakibatkan satu prajurit TNI gugur dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban gugur diketahui merupakan anggota TNI berpangkat
Sersan Kepala berinisial AC. Sementara dua korban lainnya langsung dievakuasi
untuk mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto,
membenarkan adanya insiden kontak tembak di kawasan tersebut. Seluruh korban
telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis secara optimal sesuai
prosedur penanganan darurat.
Usai kejadian, aparat gabungan TNI dan Polri langsung
bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitar lokasi serta memperketat
pengamanan di jalur utama menuju Tembagapura guna mencegah kemungkinan
terjadinya gangguan lanjutan.
Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara waktu
ditutup sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan masyarakat serta
kelancaran proses pengamanan di lapangan.
Pihak keamanan juga terus melakukan pengejaran terhadap
pelaku penembakan dengan mengerahkan personel tambahan serta berkoordinasi
intensif dengan unsur terkait guna memastikan situasi tetap kondusif.
VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri
Krisnati, turut membenarkan adanya laporan insiden penembakan di Mile Post 50,
yang merupakan jalur vital menuju kawasan operasional perusahaan.
Manajemen PT Freeport Indonesia menyatakan terus
berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah untuk memastikan keselamatan
karyawan serta kelancaran aktivitas operasional perusahaan di tengah situasi
yang berkembang.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius, mengingat
kawasan tersebut merupakan salah satu objek vital nasional yang membutuhkan
pengamanan berlapis demi menjamin stabilitas keamanan dan keselamatan seluruh
pihak.
Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang,
mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah terpengaruh informasi
yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Penulis: Hend
Editor: GF