logo-website
Selasa, 24 Feb 2026,  WIT

Kemenhub Perkuat Koordinasi bersama Kemenkopolkam Jelang Angkutan Lebaran 2026

Menhub Dudy Purwagandhi dan Menkopolkam Djamari Chaniago bahas penguatan pengamanan simpul transportasi, antisipasi titik rawan kemacetan, hingga kesiapsiagaan bencana demi kelancaran pergerakan lebih dari 143 juta pemudik

Papuanewsonline.com - 24 Feb 2026, 17:43 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Suasana pertemuan antara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago beserta jajaran di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago di Jakarta, Selasa (24/2). Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026.


Dalam pertemuan tersebut, Menhub Dudy menegaskan pentingnya kolaborasi antarkementerian agar setiap kebijakan transportasi selaras dengan kebijakan stabilitas dan keamanan nasional. Momentum Lebaran yang selalu diiringi lonjakan mobilitas dinilai memerlukan perhatian dan kesiapan ekstra.

"Koordinasi dibutuhkan agar terbentuk sinkronisasi yang lebih baik antar pengambil kebijakan dalam kelancaran pelaksanaan angkutan lebaran 2026," papar Menhub Dudy.


Bersama Kemenko Polkam, Kementerian Perhubungan mendorong penguatan keamanan di simpul dan koridor transportasi, termasuk pengendalian titik rawan kepadatan dan kemacetan. Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengamanan objek vital nasional serta peningkatan keamanan terpadu selama periode mudik dan arus balik.

Menhub menyebutkan bahwa pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diprediksi menembus angka lebih dari 143 juta orang. Angka tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan signifikan, khususnya di jalur utama seperti Tol Trans-Jawa serta lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Lonjakan mobilitas juga diperkirakan terjadi di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya. Karena itu, antisipasi gangguan keamanan dan kemacetan menjadi bagian penting dari pembahasan lintas kementerian tersebut.

Dalam aspek perlindungan infrastruktur, pemerintah memastikan koordinasi pengamanan terhadap pelabuhan, bandara, jaringan jalan tol, rel kereta api, dan fasilitas transportasi vital lainnya. Infrastruktur ini dinilai sebagai objek vital nasional yang harus dijaga selama periode padat pergerakan.

"Untuk pengamanan terpadu, kami berkoordinasi dalam pengerahan personel POLRI, TNI, dan unsur keamanan lainnya pada titik-titik rawan kepadatan termasuk rest area guna menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah tindak kriminalitas," lanjut Menhub Dudy.

Selain pengamanan, kesiapsiagaan terhadap potensi bencana juga menjadi fokus pembahasan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif pada wilayah rawan yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.

Pelaksanaan operasi tersebut akan melibatkan BMKG, BNPB, TNI AU, Polri, kementerian/lembaga terkait, serta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan wilayah operasi pada simpul serta koridor transportasi strategis.


"Kami berharap, melalui sinergi yang solid ini, penyelenggaraan angkutan lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali sehingga saudara-saudara kita dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan," pungkas Menhub.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah pejabat eselon I Kementerian Perhubungan, antara lain Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandionon, serta Kepala Badan Kebijakan Transportasi Hermanta. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE