Kepala Kampung Nawaripi Kecam Proyek Semrawut di SMA Negeri 1 Yang Membahayakan Siswa
Kepala Kampung Nawaripi menilai proyek tersebut semrawut dan membahayakan keselamatan siswa, serta menuding kontraktor lalai dan tidak bertanggung jawab
Papuanewsonline.com - 18 Nov 2025, 21:25 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika - Proyek pembangunan gedung baru di SMA Negeri 1 Mimika menuai kecaman keras dari Ketua Komite Sekolah, Nurman Ditubun, yang juga menjabat sebagai Kepala Kampung Nawaripi.
Ia menilai proyek tersebut semrawut dan membahayakan keselamatan siswa, serta menuding kontraktor lalai dan tidak bertanggung jawab. Kemarahan Nurman memuncak akibat kondisi proyek yang dinilai mengabaikan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar. (18/11/25)
"Saya sebagai Ketua Komite Sekolah, sangat kecewa dan marah dengan kondisi proyek ini. Kontraktor hanya mengejar keuntungan, tapi mengabaikan keselamatan anak-anak kita," ungkap Nurman dengan nada berapi-api.
Ia menggambarkan kondisi memprihatinkan di mana siswa harus melewati area proyek yang penuh bahaya, terpapar debu yang mengganggu kesehatan, dan terganggu oleh aktivitas proyek yang bising.
"Saya sudah melihat sendiri bagaimana siswa harus mengantre di gang sempit karena pekerja bangunan sedang mengangkat material. Bagaimana jika material itu jatuh dan menimpa mereka? Siapa yang akan bertanggung jawab?" tanyanya retoris.
Nurman juga menyoroti ketiadaan pagar pembatas yang memisahkan area proyek dengan area sekolah, sehingga siswa dengan mudah keluar masuk area berbahaya. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. "Ini sangat tidak bisa dibiarkan. Keselamatan anak-anak kita adalah yang utama," tegas Nurman.
Menyikapi situasi ini, Nurman bertekad untuk menggunakan semua jalur yang ada, termasuk jalur komite sekolah, untuk mendesak kontraktor agar segera memperbaiki sistem keamanan dan meminimalisir dampak negatif proyek terhadap lingkungan sekolah.
"Jika perlu, saya akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesehatan anak-anak kita," tandasnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam memilih kontraktor dan memastikan bahwa mereka memenuhi standar keamanan dan keselamatan kerja.
"Jangan sampai proyek yang seharusnya bermanfaat, justru menjadi malapetaka bagi anak-anak kita," pungkasnya.
Penulis: Jid
Editor: GF