logo-website
Kamis, 26 Feb 2026,  WIT

Tim Khusus Polda Papua Tengah Selidiki Pembubaran Aksi Blokade Mimika, 3 Orang Terluka

Tim khusus dari Polda Papua Tengah termasuk unsur Profesi dan Pembinaan (Propam) tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait pembubaran aksi blokade yang terjadi di Jalan Ahmad Yani

Papuanewsonline.com - 26 Feb 2026, 13:25 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Aksi blokade yang terjadi di Jalan Ahmad Yani kawasan Gorong-gorong pada malam hari Senin (23/2/26).

Papuanewsonline.com, Timika – Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengkonfirmasi bahwa tim khusus dari Polda Papua Tengah termasuk unsur Profesi dan Pembinaan (Propam) tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait pembubaran aksi blokade yang terjadi di Jalan Ahmad Yani kawasan Gorong-gorong pada malam hari Senin (23/2/26).


Pernyataan ini disampaikan saat beliau ditemui di Grand Tembaga Hotel pada hari Rabu (25/2/26). "Kami telah menunjuk tim khusus dari Polda untuk menjalankan investigasi menyeluruh, dan seluruh proses sedang berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," ujarnya dengan nada yang tegas.

Kapolres menjelaskan bahwa tindakan yang diambil oleh aparat keamanan merupakan langkah terakhir setelah serangkaian upaya persuasif telah dilakukan.

Menurutnya, massa telah menunjukkan perilaku yang tidak terkendali dengan melakukan berbagai tindakan seperti pembakaran, penjarahan, serta penghancuran properti masyarakat dan kendaraan dinas kepolisian.

"Kami telah melaksanakan seluruh tahapan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari memberikan imbauan secara bertahap, melakukan teguran, hingga akhirnya mengambil langkah represif sebagai pilihan terakhir," jelasnya.

Dalam proses pembubaran aksi tersebut, terdapat tiga orang yang mengalami luka-luka, di mana salah satunya diduga terkena dampak peluru karet. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat dan kondisi mereka kini dalam keadaan stabil.

"Kami telah melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban. Pihak kepolisian siap untuk bertanggung jawab sepenuhnya dan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi mereka yang terluka," jelas Billyandha.

Ia menambahkan bahwa langkah tegas yang diambil bertujuan untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih luas bagi masyarakat umum.

"Kita terpaksa mengambil tindakan tegas karena situasi sudah tidak bisa dibiarkan berkembang. Massa telah melakukan tindakan mengkhawatirkan seperti membakar dan merusak aset publik, bahkan kendaraan dinas kami diserang dengan senapan angin dan anggota kami dilempar benda berat. Banyak juga warga yang merugi karena toko mereka dijarah," pungkasnya. 

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE