logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Ketua KPK Firli Bahuri Keluar Sarang Pimpin Pemeriksaan Lukas Enembe di Jayapura

Pemeriksaan dilaksanakan di Kediaman Gubernur Lukas Enembe, di Koya Tengah Kota Jayapura

Papuanewsonline.com - 04 Nov 2022, 10:58 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak Ketua KPK, Firli Bahuri Berdampingan Dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe Didampingi Pengacaranya Aloysius Renwarin Usai Pemeriksaan di Kediaman Pribadi Lukas Enembe, Kamis (3/11/2022)

Papuanewsonline.com, JAYAPURA-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Jayapura memeriksa Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka dalam skandal dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji  terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Data yang diperoleh Papuanewsonline.com menyebutkan, kedatanggan Lembaga Antirasuah tersebut dipimpin langsung oleh ketua KPK Firli Bahuri.

Hal ini menjadi sejarah, karena baru pertama kali, pemeriksaan tersangka diluar dari gedung Merah Putih dipimpin langsung ole Ketua KPK.

Ketua KPK, Firli Bahuri akhirnya keluar dari sarang Gedung Merah Putih menemui langsung tersangka Lukas Enembe dan menemani yang bersangkutan dalam menjalani  Pemeriksaan yang dilaksanakan di kediaman pribadi Lukas di Koya Tengah, Kota Jayapura.

Tersangka Lukas Enembe saat diperiksa penyidik KPK,  didampingi kuasa hukum, dan didampingi tim medis.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua,  Aloysius Renwarin dihubungi melalui telepon selulernya dari Timika membenarkan pemeriksaan tersebut.

" Benar, Pa Gub beserta keluarga koperatif dan  menghormati proses hukum, sehingga hari ini Pa Gub memberikan keterangan kepada penyidik KPK," ucap  Renwarin, Kamis (3/11/2022).

Renwarin menyebutkan, sebelum pemeriksaan oleh penyidik KPK, diawali dengan sepata dua kata dari ketua KPK Firli Bahuri, kemudian dilanjutkan pemeriksaan oleh penyidik KPK yang dipimpin secara langsung oleh Direktur penyidikan, Asep Guntur.

" Saya sebagai ketua tim hukum dalam melakukan pendampingan Pa Gub hari ini, menyampaikan terimakasih kepada KPK, karena suda bersedia datang ke Jayapura," Ujarnya.

Renwarin menjelaskan, proses pemeriksaan kurang lebih satu stenga jam, karena klienya belum pulih.

" Saat pemeriksaan penyidik baru bertanya  identitas Pa Lukas dan masuk kesediaanya untuk diperiksa, Pa Lukas menjawab tidak sehat karena dalam keadaan sakit, sehingga pemeriksaan langsung dihentikan penyidik dan dilanjutkan pemeriksaan oleh Tim Dokter IDI yang dibawa KPK," tandas Renwarin.

Lanjut Renwarin, Lukas Enembe  setelah diperiksa tim dokter KPK, akhirnya ada kesimpulan bahwa benar Lukas Enembe sementara dalam keadaan sakit. " Pa Lukas  juga  diperiksa kesehatanya oleh Tim dokter dari KPK, setelah itu KPK langsung pamit," tandas Renwarin.

Renwarin mengapresiasi  langkah  KPK dalam  mengedepankan HAM (hak asasi manusia) dan kemanusiaan dalam pemeriksaan itu.

" Kami apresiasi langkah KPK hari ini, karena Pa Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit dan masih menjalani perawatan lanjutan dari tiga dokter spesialis (syaraf, ginjal dan jantung) dari RS Mount Elisabeth Singapura," Tutupnya.

Terpisah Kepala pemberitaan KPK, Ali Fikri dikonfirmasi terkait kelanjutan penanganan perkara skandal dugaan korupsi Lukas Enembe, belum memberikan tanggapan, namun public berharap penanganan perkara ini secepatnya ditindaklanjuti sehingga memperoleh kepastian hukum.(Febri)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE