Kodam Cenderawasih Benarkan Prajurit TNI Diserang di Kabupaten Nduga
Papuanewsonline.com - 16 Apr 2023, 07:26 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jayapura- Kodam XVII Cenderawasih membenarkan adanya peristiwa penyerangan terhadap Prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas di wilayah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (15/4/2023).
“ Benar Prajurit TNI dari Satgas Yonif R 321/GT yang bertugas di wilayah Mugi-Mam Kabupaten Nduga diserang dan ditembak oleh gerombolan KST, Sabtu (15/4/2023) Pukul 16.30 Wit,”kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H kepada awak media Minggu (16/4/2023) Pagi.
Akibat serangan dan tembakan dari gerombolan TPNPB-OPM ini, kata Kapendam masih belum diketahui secara pasti berapa korban Prajurit TNI yang meninggal dan luka-luka, karena terhalang cuaca hujan dan kabut.
" Kalau korban belum pasti jumlahnya, karena sampai saat ini masih dilaksanakan pemantauan. Namun karena cuaca hujan dan berkabut, sehingga belum bisa berkomunikasi dengan aparat keamanan yang berada di lokasi kejadian," Ungkapnya.
Kata Dia, walaupun cuaca hujan dan berkabut, Namun upaya-upaya memberikan bantuan dan evakuasi tetap dilaksanakan.
“Mohon doanya semoga Prajurit TNI yang melaksanakan tugas negara dan juga melakukan pencarian pilot Susi Air (Philip Mark Merthens (37), ) diberikan keselamatan, perlindungan dan kekuatan, sehingga dapat kembali bertugas,” Harapnya.
Sesuai informasi hari ini, Minggu (16/4/2023) Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dan Danrem 172/PWY akan bertolak ke Timika, untuk mengikuti proses evakuasi, dimana proses evakuasi akan dipusatkan di Kabupaten Mimika.
Sementara itu data lapangan diterima Papuanewsonline.com menyebutkan bahwa kejadian ini menimpa Tim Gabungan Satgas Yonif R 321/GT dan Kopassus.
Dimana pada hari Sabtu, (15/4/2023), sekitar Pukul 16.30 WIT terjadi Tim Badak 1, Badak 3, Candraca 2, dan Candraca 11 Pos Mugi disergap pasukan TPNPB-OPM saat pembersihan daerah di Wilayah Mugi-Mam, Distrik Derakama, Kabupaten Nduga.
Atas kejadian itu dilaporkan bahwa kerugian personel sebanyak 36 orang dengan yaitu 20 orang dari Yonif R 321/GT, 16 orang anggota Kopassus.
Rincianya, sembilan orang diduga di tangkap, sedangkan 6 orang meninggal dunia, dan 21 orang belum diketahui nasibnya.
Dalam laporan pendahuluan menyebutkan bahwa Tim Gabungan terpencar, sehingga menyelamatkan diri menuju ketinggian Cakra 1.(Redaksi)