Komnas HAM Desak Investigasi Independen Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak penyelidikan menyeluruh, independen, transparan, dan tidak memihak terkait meninggalnya seorang ibu hamil berinisial MD di Sugapa.
Papuanewsonline.com - 06 Jul 2026, 14:30 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewaonline.com, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak penyelidikan menyeluruh, independen, transparan, dan tidak memihak terkait meninggalnya seorang ibu hamil berinisial MD di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Korban tewas terkena peluru di dalam rumahnya pada Kamis (2/7/2026) malam, saat terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut, sekaligus merenggut nyawa janin yang dikandungnya.
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan aparat penegak hukum harus segera turun langsung ke lokasi guna melakukan pemeriksaan forensik serta mewawancarai para saksi secara mendalam.
“Penyelidikan tak boleh hanya mengandalkan klaim sepihak salah satu pihak, demi menegakkan keadilan bagi korban dan keluarganya,” tegasnya.
Hak hidup adalah hak paling mendasar yang mutlak, tak boleh dikurangi sekalipun dalam situasi konflik atau keadaan darurat apa pun.
Tragedi ini menjadi pengingat menyakitkan bahwa di balik angka statistik korban konflik, ada nyawa manusia, keluarga yang hancur, dan komunitas yang menderita.
Komnas HAM memperingatkan, tanpa proses hukum yang jelas dan pertanggungjawaban nyata, budaya bebas hukum akan terus berlanjut, merusak kepercayaan masyarakat terhadap negara dan menghambat penyelesaian konflik secara damai.
Selain penyelidikan, lembaga ini meminta negara memberikan pemulihan hak bagi keluarga korban, meliputi dukungan psikologis dan kompensasi yang layak. Akses tanpa hambatan harus dibuka agar tim investigasi dapat bekerja.
Komnas HAM juga mendesak segera hentikan baku tembak di kawasan pemukiman warga, evaluasi pendekatan keamanan, serta bangun dialog lintas pihak untuk menyelesaikan akar masalah secara damai.
Penulis: Jid
Editor: OF