logo-website
Kamis, 20 Agu 2026,  WIT

Kontribusi Freeport Indonesia Capai Rp75 Triliun di 2025, Diproyeksikan Melonjak Saat Produksi Pulih

PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat total kontribusi kepada negara pada tahun 2025 mencapai Rp75 triliun. Sebagian besar nilainya, yaitu Rp13 triliun, disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta daerah-daerah lain.

Papuanewsonline.com - 20 Agu 2026, 09:07 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

PT Freeport Indonesia (PTFI).

Papuanewsonline.com, Tembagapura — PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat total kontribusi kepada negara pada tahun 2025 mencapai Rp75 triliun. Sebagian besar nilainya, yaitu Rp13 triliun, disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta daerah-daerah lain di wilayah Papua Tengah. 

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tembagapura, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).

“Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kami yang tak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kami menghadapi berbagai tantangan,” ujar Tony. 

Sejak insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), produksi baru mampu berjalan sekitar 65% dari kapasitas normal. 

Kendati demikian, PTFI tetap menargetkan kontribusi kepada negara pada tahun 2026 ini mencapai Rp47 triliun, didukung produksi sekitar 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas.

Tony menjelaskan bahwa angka kontribusi diprediksi terus meningkat seiring pemulihan produksi. Pada semester pertama tahun depan, kapasitas diproyeksikan mencapai 75% dan menjelang akhir tahun bergerak menuju 100%. Apabila produksi telah berjalan penuh pada akhir 2027, kontribusi PTFI kepada negara diperkirakan melonjak hingga lebih dari Rp100 triliun per tahun, bahkan berpotensi menyentuh angka Rp120 triliun.

Untuk menjamin keberlanjutan manfaat tersebut, PTFI juga tengah mendorong pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar dengan total investasi mencapai Rp72 triliun. 

Proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas sepanjang masa operasinya. 

“Investasi ini membuktikan bahwa di tengah masa pemulihan, kami tetap melangkah maju membangun fondasi keberlanjutan bagi perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa,” tegas Tony.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE