logo-website
Rabu, 12 Agu 2026,  WIT

Mentan Amran: Peternak Rakyat Harus Dilindungi, Harga Pakan Dijaga, Pasar Telur Diperluas

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat merespons tekanan yang dihadapi para peternak ayam rakyat. Langkah konkret diputuskan dalam Rapat Koordinasi Perunggasan di Surabaya.

Papuanewsonline.com - 12 Agu 2026, 20:34 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Surabaya – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat merespons tekanan yang dihadapi para peternak ayam rakyat. Langkah konkret diputuskan dalam Rapat Koordinasi Perunggasan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026), mencakup pengendalian harga pakan hingga akhir tahun, penyaluran jagung melalui program SPHP, penyerapan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis, serta pengawasan ketat tata niaga perunggasan.

“Kami tidak akan membiarkan peternak rakyat menghadapi persoalan ini sendirian. Sampai jam tiga subuh kami membahas nasib mereka, dan hari ini kita sepakat: harga pakan dikendalikan hingga akhir tahun,” ujar Mentan Amran. 

Harga telur dijaga agar peternak mendapat keuntungan layak, sementara biaya produksi ditekan agar tidak tergerus. Pemerintah juga memperkuat penyaluran jagung dan memastikan penyerapan telur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih jauh, pemerintah mendorong peningkatan frekuensi konsumsi telur dalam Program MBG dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam seminggu. 

Langkah ini akan memperluas pasar sekaligus menjaga keseimbangan pasokan. Cadangan Pangan Pemerintah juga disiapkan sebagai instrumen penyeimbang. 

Di sisi pengawasan, Satgas Pangan diperintahkan menindak dugaan permainan harga pakan. “Kalau terbukti, izinnya saya cabut dan tidak akan saya berikan lagi selama saya menjabat,” tegasnya.

Pemerintah tetap membuka ruang bagi dunia usaha yang beroperasi secara sehat, namun praktik yang merugikan peternak tidak boleh dibiarkan. 

Sektor ini menyangkut sekitar 3,8 juta peternak rakyat yang harus dijaga. 

“Kami sayang pengusaha, kami sayang peternak kecil. Kami di tengah, bagaimana semua tumbuh bersama,” ungkap Amran. 

Langkah cepat ini diambil karena persoalan di lapangan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE