Monev di Badung-Bali, Agus Fatoni Beberkan Pentingnya Realisasi APBD Sejak Awal Tahun
Sekaligus sebagai keynote speech pada seminar dengan tema ‘Reformasi Birokrasi ASN dan Kebijakan Pemberian Tambahan Penghasilan ASN Menuju Tata Kelola Keuangan Daerah yang Adaptif, Responsif, Transparan dan akuntabel’
Papuanewsonline.com - 22 Feb 2023, 12:16 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, BADUNG BALI - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membeberkan sejumlah faktor pentingnya realisasi APBD dilakukan sejak awal tahun. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni pada saat melakukan monitoring, evaluasi dan asistensi realisasi APBD di Kabupaten Badung Provinsi Bali, sekaligus sebagai keynote speech pada seminar dengan tema ‘Reformasi Birokrasi ASN dan Kebijakan Pemberian Tambahan Penghasilan ASN Menuju Tata Kelola Keuangan Daerah yang Adaptif, Responsif, Transparan dan akuntabel’ di The Trans Resort Bali, Badung, Bali, Jumat (17/2/2023).
Kemendagri terus berupaya, agar
realisasi APBD dilaksanakan sejak awal tahun. "Kegiatan yang tidak ada
hubungannya dengan waktu, segera dilaksanakan diawal tahun. Lelang dipercepat,
administrasi juga disegerakan,"
ungkap Fatoni.
Menurut Fatoni, "salah satu
pentingnya realisasi APBD digenjot sejak awal tahun, yaitu uang akan beredar di
masyarakat, meningkatkan daya beli masyarakat, menggerakkan roda ekonomi dan
akan meningkatkan perekonomian daerah."
"Kedua, pembangunan lebih
cepat dan dimulai sejak awal tahun. Sehingga kinerja pemerintah daerah
meningkat, kehadiran negara dan pemerintah akan lebih dirasakan oleh
masyarakat. Masyarakat tahu, pemerintah bekerja sepanjang tahun, dan ini akan
dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan."
"Ketiga, perbaikan dan
peningkatan kualitas pelayanan publik juga bisa dilaksanakan sejak awal tahun.
Sehingga masyarakat menikmati kualitas pelayanan publik yang baik sepanjang
tahun. Ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi."
"Keempat, meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dan program yang berjalan
sepanjang tahun, dimulai sejak awal tahun akan lebih cepat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Banyak program dan kegiatan yang menyentuh langsung
masyarakat, bantuan sosial, kegiatan dibidang perekonomian, akan berdampak dan
bisa dirasakan masyarakat," sambung Fatoni.'
Selain itu, Fatoni juga
menyampaikan, bahwa Pemerintah Daerah perlu menganggarkan Belanja Tak Terduga
(BTT) dan Bantuan Sosial (Bansos) untuk keperluan darurat dan mendesak.
Berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2019, Pemda dapat menggunakan BTT untuk melakukan
pengeluaran anggaran atas Beban APBD untuk keadaan darurat termasuk keperluan
mendesak serta pengembalian atas kelebihan pembayaran atas Penerimaan Daerah
tahun-tahun sebelumnya.
Diketahui, Kabupaten Badung
merupakan salah satu daerah yang paling terdampak karena Pandemi Covid-19.
Sektor wisata yang menjadi andalan
Kabupaten Badung menjadi stagnan. Ekonomi masyarakat menjadi terpuruk. Sektor-sektor
lain ikut terdampak. Maka Fatoni berpesan, "perlu segera digenjot
realisasi APBD, agar cepat membangkitkan
ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan
masyarakat dan meningkatkan lapangan kerja," pungkas Fatoni. (Redaksi)