Optimalisasi Penyerapan APBD, Tim Kemendagri Turun ke Kutai Kertanegara Lakukan Monev
Dirjen Keuda Kemendagri Agus Fatoni mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan monev realisasi APBD dan penanganan inflasi, termasuk membahas strategi percepatan pembangunan dan penyerapan APBD Tahun 2023.
Papuanewsonline.com - 26 Mei 2023, 13:34 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Tenggarong
- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan monitoring, evaluasi
(monev), asistensi realisasi APBD, penanganan inflasi turun langsung ke daerah.
Kali ini, Tim Kemendagri monev langsung ke Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan monev sekaligus dirangkaikan dengan acara Ngapeh Hambat yang bertajuk
Strategi Percepatan Pembangunan Melalui Optimalisasi Perencanaan dan Penyerapan
APBD di Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kalimantan Timur, Sabtu
(13/5/2023).
Kegiatan Ngapeh Hambat atau
Bincang- bincang Pagi merupakan agenda rutin Pemkab Kutai Kartanegara yang
dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Pada kegiatan tersebut,
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni
mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan monev
realisasi APBD dan penanganan inflasi, termasuk membahas strategi percepatan
pembangunan dan penyerapan APBD Tahun 2023.
Fatoni memberi sejumlah catatan
untuk Kabupaten Kutai Kartanegara. Hingga penghujung bulan April 2023 yang
lalu, capaian realisasi belanja APBD tahun 2023 masih tergolong rendah.
“Capaian realisasi APBD 2023 Kuta
Kartenegara pada akhir April 2023 baru mencapai 12,30%. Kukar menempati
peringkat ke 306 secara nasional dan peringkat enam terbawah di Kalimantan
Timur,” ucap Fatoni.
Menurutnya, Kabupaten Kutai
Kartanegara memiliki potensi yang sangat besar. APBD Kukar sebesar Rp 7,7
triliun. Angka tersebut merupakan nilai APBD Kabupaten terbesar kedua secara
nasional.
“Potensi yang dimiliki sangat
besar. Potensi ini perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Pemda perlu mengalokasikan anggaran pada urusan prioritas yang
menjadi kewenangan daerah sebagaimana ditentukan dalam Permendagri 84 Tahun
2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2023,” jelas Fatoni.
Selain itu, Fatoni menekankan
perlunya peningkatan pendapatan, baik pendapatan asli daerah atau pendapatan
yang bersumber dari dana transfer. Realisasi belanja juga perlu dioptimalkan
sejak awal tahun agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat.
Selanjutnya, Fatoni meminta agar
Pemda dapat meningkatkan realisasi anggaran tahun berjalan sehingga mampu
memenuhi target realisasi APBD yang ideal.
“Target realisasi APBD yang ideal
adalah Triwulan I sebesar 20%, Triwulan II merealisasikan sebesar 50%, Triwulan
III realisasi sebesar 80% dan Triwulan IV mendekati 100%,” ucap Fatoni.
Fatoni menguraikan berbagai
persoalan lambatnya realisasi APBD serta solusi dalam mengatasinya. Fatoni juga
menjelaskan, alasan APBD perlu dimaksimalkan sejak awal tahun.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut, di antaranya, Bupati Kutai Kartanegara, Sekda Kabupaten Kutai
Kartanegara, Kepala BPKAD Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Bapenda Provinsi
Kalimantan Timur, Asisten di lingkungan Setda Kutai Kartanegara, Inspektur
daerah Kab. Kutai Kartanegara, Kepala OPD di Lingkungan Kutai Kartanegara, Plt.
Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Ditjen Bina Keuda
Kemendagri, Plh. Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Ditjen Bina Keuda
Kemendagri dan seluruh Camat di lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pertemuan diikuti seleruh pegawai Kabupaten Kutai Kartenegara secara virtual