Presiden Prabowo Terima Laporan KEPP OKP, Paparkan Peta Jalan Pembangunan Papua
Arah kerja, agenda strategis, dan roadmap lima tahun percepatan Otonomi Khusus Papua dipaparkan langsung kepada Presiden sebagai fondasi pembangunan ekonomi, sosial, dan geopolitik Tanah Papua
Papuanewsonline.com - 17 Des 2025, 17:51 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menerima laporan resmi dari Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP), Velix Wanggai, di Istana Negara, Selasa (16/12/2025). Pertemuan tersebut membahas arah kerja kelembagaan, agenda strategis, serta peta jalan percepatan pembangunan Papua secara terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam laporannya, Velix menekankan pentingnya kolaborasi
intensif antara pemerintah pusat, KEPP OKP, dan seluruh kepala daerah di Tanah
Papua. Koordinasi tersebut disebut telah dibangun secara konsisten melalui
komunikasi formal maupun informal untuk memastikan kebijakan pembangunan
berjalan selaras dan responsif terhadap kebutuhan daerah.
Ia juga menegaskan bahwa Papua tidak dapat terus dilihat
semata dari sudut pandang ketertinggalan. Papua diposisikan sebagai wilayah
strategis yang memiliki peran penting dalam masa depan ekonomi nasional,
ketahanan energi, ketahanan pangan, serta posisi Indonesia di kawasan Pasifik
dalam konteks geopolitik dan geoekonomi.
KEPP OKP memaparkan sejumlah agenda prioritas yang menjadi
fokus kerja ke depan. Agenda pertama adalah penguatan program quick wins yang
berakar pada budaya dan karakter lokal melalui konsep “asta cita rasa Papua”,
yang dirancang untuk mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal.
Salah satu program konkret yang disiapkan adalah pembangunan
2.572 Sekolah Penggerak Pertanian Gizi (SPPG). Program ini dirancang melibatkan
peran gereja sebagai simpul sosial, dengan tujuan memperkuat ekonomi jemaat,
kampung, serta mendorong sirkulasi ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Agenda berikutnya diarahkan pada penguatan perlindungan
sosial yang berpihak kepada orang asli Papua. Program ini mencakup bantuan
langsung tunai, perluasan cakupan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan secara
universal, serta penguatan jaminan sosial sebagai fondasi kesejahteraan
masyarakat.
Selain aspek sosial, KEPP OKP juga mendorong penguatan
ekonomi lokal melalui penetapan satu produk unggulan di setiap kabupaten dan
kota. Upaya ini dipadukan dengan pembentukan kawasan ekonomi strategis baru di
Biak, Pegunungan Bintang, Merauke, dan Kaimana, guna membuka ruang investasi
dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Velix turut memaparkan peta jalan pembangunan lima tahun
yang disusun secara bertahap. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diposisikan
sebagai fondasi awal, diikuti penguatan investasi lokal pada 2027,
penyempurnaan sistem perlindungan sosial pada 2028, serta konsolidasi kebijakan
menjelang tahun politik 2029.
Paparan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam
memastikan percepatan pembangunan Papua berjalan terarah, inklusif, dan
berdampak langsung bagi masyarakat, dengan menjadikan Otonomi Khusus sebagai
instrumen strategis pembangunan jangka panjang.
Penulis: Jidan
Editor: GF