Satgas Damai Cartenz Patroli Humanis di Kali Samabuasa, Bangun Kedekatan dan Kepercayaan Warga
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 Sektor Nabire melaksanakan kegiatan patroli sekaligus pendekatan humanis bersama masyarakat di kawasan Kali Samabuasa, Kabupaten Nabire.
Papuanewsonline.com - 27 Agu 2026, 11:07 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Nabire — Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 Sektor Nabire melaksanakan kegiatan patroli sekaligus pendekatan humanis bersama masyarakat di kawasan Kali Samabuasa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Selasa (25/8/2026).
Dipimpin oleh Dansektor Iptu Ari Wiyono, personel berkeliling memantau kondisi wilayah dan memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
Langkah ini dilakukan sebagai wujud upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antara aparat dengan warga setempat.
Selain memantau keamanan, personel juga menyapa warga dengan penuh kekeluargaan, berbincang mengenai kondisi lingkungan, membeli hasil bumi, serta mendengarkan berbagai masukan terkait situasi keamanan.
Salah seorang warga, Mama Deki, menyambut baik kehadiran aparat yang menyambangi masyarakat secara langsung.
“Kami senang karena anggota datang dan berbicara langsung dengan kami. Kami bisa menyampaikan kondisi lingkungan dan saling mengingatkan menjaga keamanan bersama. Kehadiran seperti ini membuat kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan harus dipikul bersama seluruh elemen masyarakat.
Melalui komunikasi terbuka dan pendekatan yang humanis, aparat dapat memahami situasi di lapangan sekaligus membangun kepercayaan.
“Hubungan yang baik antara aparat dan masyarakat menjadi kunci terciptanya keamanan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, juga menambahkan bahwa kegiatan observasi dan pendekatan kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkesinambungan.
Informasi yang disampaikan warga sangat berharga untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Masyarakat pun diajak untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat menimbulkan keresahan, serta segera melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada aparat terdekat.
Penulis: Jid
Editor: OF