logo-website
Rabu, 06 Mei 2026,  WIT

Tambang Emas Ilegal di Nabire Diciduk Satgas PKH, 10 Unit Alat Berat dan 1 Kapal Disita

Pemilik Tambang Emas Ilegal di Nabire Dihawatirkan Kabur, Usai Satgas PKH Obok-Obok Tempat Tambang Emasnya

Papuanewsonline.com - 06 Mei 2026, 13:31 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Papuanewsonline,com. Nabire-, 

Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Halilintar Korwil Nabire, Papua Tengah, menertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan wilayah Distrik Siriwo dan Uwapa, Kabupaten Nabire, pada Senin, 4 Mei 2026.


Penertiban dipimpin langsung Komandan Satgas PKH Halilintar, Brigjen TNI Edwin Apria Candra, dengan dukungan Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/Praja Vira Braja beserta Kejaksaan Negeri Nabire.

Operasi ini berhasil menguasai kembali lahan seluas 200 hektare lebih yang sebelumnya dikuasai aktivitas tambang ilegal.

Dalam operasi tersebut, Satgas PKH Halilintar menyita 10 unit alat berat dan 1 unit kapal keruk besar yang digunakan untuk aktivitas PETI. 

Selain barang bukti, Satgas juga mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat, diantaranya Operator, pengawas tambang, dan beberapa pihak yang terlibat.

Brigjen TNI Edwin Apria Candra menegaskan operasi ini bagian dari komitmen negara menjaga kawasan hutan dari aktivitas ilegal. Penertiban PETI di Nabire menjadi salah satu operasi terbesar Satgas PKH Halilintar di wilayah Papua Tengah tahun ini.

Kawasan hutan di Siriwo dan Uwapa selama ini dikenal rawan aktivitas tambang emas ilegal. Kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, hingga konflik sosial kerap muncul akibat PETI. Penguasaan kembali 200 hektare lahan diharapkan memutus rantai perusakan hutan.

Satgas PKH Halilintar menyatakan operasi penertiban akan terus dilakukan di seluruh wilayah Papua Tengah, sehingga Masyarakat diimbau melaporkan aktivitas serupa agar kawasan hutan dan sumber daya alam dapat diselamatkan untuk generasi mendatang.

Hingga berita ini dipublikasikan Media Papuanewsonline.com  belum memperoleh data siapa saja  yang diamankan dalam opeasi kilat ini, namun informasi terbaru pemilik tambang ilegal ini menghilang saat dilakukanya operasi.

Diketahui nilai kerugian negara akibat aktivitas PETI di Nabire ini mencapai ratusan miliar rupiah.


Penulis : Hendrik


Editor.   : Gf

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE