logo-website
Senin, 02 Mar 2026,  WIT

TNI Kerahkan Helikopter dalam Konflik Melawan TPNPB di Nabire, Berhasil Rampas Logistik TPNPB

Berdasarkan Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, satu aparat militer Indonesia disebut terluka dalam baku tembak di Nabire, sementara dua helikopter militer dilaporkan terkena tembakan dari darat

Papuanewsonline.com - 02 Mar 2026, 16:36 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Aparat militer Indonesia berada di dalam helikopter yang digunakan dalam konflik melawan TPNPB di Nabire.

Papuanewsonline.com, Nabire – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui siaran pers tertanggal Senin, 2 Maret 2026, menyampaikan laporan terbaru terkait kontak senjata antara pasukan TPNPB dan aparat militer Indonesia di wilayah Nabire, Papua, pada Minggu, 1 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIT.


Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa seorang aparat militer Indonesia atas nama Pratu Mulyado ditembak oleh pasukan TPNPB di bawah pimpinan Mayor Aibon Kogoya. Kontak senjata tersebut aparat militer Indonesia menggunakan dunia unit helikopter militer dan melakukan penembakan brutal dari udara kebawa sementara pasukan TPNPB membalas tembakan dari bawah keatas mengakibatkan dua unit helikopter militer bocor dan satu orang aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan telah dievakuasi keluar medan perang.

TPNPB juga melaporkan bahwa sejumlah logistik milik pasukan mereka dirampas oleh aparat militer Indonesia, termasuk telepon genggam. Hingga laporan tersebut diterbitkan, kedua belah pihak disebut masih berada dalam status siaga satu di wilayah Nabire.

Selain insiden baku tembak, dalam siaran pers yang sama disebutkan bahwa pada 28 Februari 2026 aparat militer Indonesia melakukan penangkapan terhadap dua warga sipil di depan Hotel Adaman Wadio. Disebutkan bahwa kedua warga tersebut mengalami pemukulan dan penyiksaan hingga tak sadarkan diri dan belum diketahui keberadaannya sampai saat ini.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa aparat militer Indonesia yang menjadi korban penembakan telah dievakuasi menggunakan helikopter Bell dari Nabire menuju Timika guna menjalani perawatan medis.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan sikap politiknya kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penggunaan helikopter militer buatan Amerika Serikat dalam konflik bersenjata di Papua. Mereka menilai pengerahan dua unit Helikopter Bell dalam operasi tersebut sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional karena dianggap menggunakan kekuatan militer yang tidak seimbang.

“Perang antara TPNPB dan aparat militer kolonial Indonesia akan terus terjadi diseluruh wilayah Papua sehingga Palang Merah Internasional diminta untuk menangani warga sipil yang terkena dampak konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua dan disampaikan juga kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera membuka akses terhadap Jurnalis asing dan independen memasuki wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua. Perang akan terus terjadi demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan kolonialisme Indonesia.” Kata Jubir TPNPB.

TPNPB juga menyampaikan permintaan kepada PBB dan Palang Merah Internasional untuk memberikan perhatian terhadap warga sipil yang terdampak konflik bersenjata di Papua. Mereka turut mendesak agar akses bagi jurnalis asing dan independen dibuka di wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE