logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

TPNPB Kodap XVI Yahukimo Keluarkan Peringatan Terbuka Terkait Rencana Pendirian Pos Militer

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebut peringatan keras disampaikan kepada pejabat daerah dan unsur masyarakat adat karena pendirian pos militer dinilai mengancam keselamatan warga sipil di Yahukimo

Papuanewsonline.com - 03 Jan 2026, 20:19 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo

Papuanewsonline.com, Yahukimo – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima laporan resmi dari Brigjen Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka terkait sikap pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo terhadap rencana pendirian pos militer di wilayah Jalan Gunung, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/1/2026).


Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pasukan TPNPB yang terdiri dari dua komando wilayah perang (Kowip) dan tujuh batalyon telah menyampaikan peringatan keras kepada sejumlah pihak, termasuk Didimus Yahuli, Esau Miram, para kepala suku, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, serta kalangan intelektual dari 12 suku yang bermukim di Yahukimo.

Peringatan itu dikeluarkan menyusul adanya upaya pendirian pos militer di kawasan Jalan Gunung yang dinilai oleh TPNPB sebagai ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga sipil di wilayah tersebut.

TPNPB Kodap XVI Yahukimo menyatakan sikap tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendirian pos militer dimaksud dan menyebutkan kesiapan untuk mengambil tindakan ekstrem apabila peringatan tersebut tidak diindahkan.

“Jika masih ada pihak-pihak yang terlibat dalam pendirian pos militer di Jalan Gunung, maka kami siap melakukan eksekusi mati terhadap mereka,” kata Elkius Kobak, TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Selain peringatan terkait pos militer, TPNPB juga menyampaikan permintaan kepada Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, serta seluruh aparat militer Indonesia yang melakukan operasi di Yahukimo agar tidak melakukan penangkapan dan penembakan secara sembarangan terhadap anak-anak muda setempat.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menilai bahwa tindakan aparat keamanan di wilayah konflik bersenjata kerap berdampak langsung pada masyarakat sipil, sehingga meminta agar operasi militer dihentikan atau dibatasi.

Pernyataan tersebut juga ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Pangdam XVII/Cenderawasih agar menghentikan praktik intimidasi, penangkapan, dan penembakan terhadap warga sipil di wilayah konflik di Tanah Papua.

Situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan masih dalam kondisi tegang seiring beredarnya pernyataan dan peringatan terbuka tersebut, sementara berbagai pihak menyerukan perlunya langkah-langkah yang mengedepankan perlindungan warga sipil.



Penulis: Hendrik

Editor: GF


Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE