Usai Saling Kontak Tembak Dengan TPNPB di Nduga, 5 Prajurit TNI Belum Ditemukan
Papuanewsonline.com - 18 Apr 2023, 01:42 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jakarta- Lima orang prajurit TNI hilang usai penyerangan TPNPB Pimpinan Egianus Kogoya terhadap Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna, di Kabupaten Nduga, pada Sabtu (15/3/2023).
Kepala Staf Umum TNI Jenderal Bambang Ismawan mengatakan kelima orang tersebut masih dicari.
“Sampai siang tadi masih dilakukan pencarian,” ucap Bambang kepada awak media di Jakarta, Senin, (17/4/2023).
Bambang menyebutkan ada 4 personel yang juga sempat dinyatakan hilang, namun sudah ditemukan dan kembali ke pos jaga.
“Jadi tinggal lima orang, itu yang masih dalam pencarian," Ungkapnya.
Kata Bambang bahwa Lima prajurit yang belum ditemukan merupakan anggota satuan tugas TNI dari Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna. Mereka diserang KKB saat berada di Distrik Mugi-Mam, Nduga, Papua Pegunungan.
Bambang menegaskan pernyataan dari TPNPB-OPM tidak benar, karena setelah dilakukan konfirmasi terhadap personel di lapangan mendapati bahwa hanya satu prajurit yang tewas, yakni Pratu Miftahul Arifin, sedangkan Empat prajurit lainnya sudah kembali ke Pos dan lima lainnya masih dalam pencarian.

" Informasinya tidak benar, senjata personelnya dirampas oleh KKB juga tidak benar, karena semua senjata dari personil kembali,” Pungkasnya.
Diketahui, Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna, merupakan satuan bagian dari tim yang melakukan pencarian terhadap pilot Susi Air, Philip Mark Merthens. Philip disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak Februari 2023 lalu.(Redaksi)