logo-website
Selasa, 07 Jul 2026,  WIT

Anggota DPR RI Desak Investigasi Independen Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya

Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, meminta pemerintah segera melakukan penyelidikan menyeluruh, independen, dan transparan terkait meninggalnya Melkiana Duwita.

Papuanewsonline.com - 07 Jul 2026, 08:27 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion

Papuanewaonline.com, Jakarta – Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, meminta pemerintah segera melakukan penyelidikan menyeluruh, independen, dan transparan terkait meninggalnya Melkiana Duwita, seorang ibu hamil delapan bulan yang tewas tertembak di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Kamis (2/7/2026). 

Tragedi ini merenggut nyawa korban sekaligus janin yang dikandungnya, di lokasi yang tak jauh dari kantor pemerintahan serta pos pasukan keamanan.

Mafirion menegaskan peristiwa ini merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia dan bukti nyata belum maksimalnya perlindungan negara bagi warga sipil di wilayah konflik. 

“Peluru menembus dinding rumah dan mengenai kepala korban. Kronologi, pelaku, dan pertanggungjawaban hukum harus terungkap jelas agar keadilan ditegakkan,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/7/2026). 

Sementara Komando Operasi Habema membantah keterlibatan dan menyatakan tembakan berasal dari kelompok bersenjata.

Politisi Fraksi PKB ini memperingatkan, tanpa proses hukum yang jelas dan akuntabel, budaya bebas hukum akan terus berlanjut serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap negara. 

Hak hidup dan rasa aman adalah hak mutlak setiap warga negara yang tak boleh dikorbankan. 

Konflik yang berkepanjangan di Papua telah menimbulkan penderitaan luar biasa, di mana warga sipil menjadi pihak yang paling dirugikan.

Perempuan menjadi kelompok paling rentan dalam situasi konflik, menghadapi ancaman nyawa, kekerasan, hingga hilangnya akses pelayanan dasar. 

Oleh karena itu, Mafirion mendesak pemerintah memperkuat perlindungan warga sipil, mengamankan kawasan pemukiman, menjamin akses kesehatan dan bantuan kemanusiaan, serta menyelesaikan akar masalah konflik melalui dialog yang adil dan bermartabat.


Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE