logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Antisipasi Pelanggan Nakal, Disperindag Mimika Ekstra Lakukan Pengawasan di SPBU

SPBU Yang Nakal Siap-Siap Akan Ditegur Ditempat Oleh Disperindag

Papuanewsonline.com - 01 Nov 2022, 18:27 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

TIMIKA- Kelangkaan BBM  pada SPBU di Timika sering terjadi, sehingga antrian panjang kendaraan selalu jadi potret yang sudah menjadi kebiasaan di Timika, tak tanggung-tanggung tangky kendaraan roda empat juga sering digunakan pelanggan yang nakal untuk meraup keuntungan.

Menyikapi hal itu Disperindag Kabupaten Mimika memperketat pengawasan pada SPBU yang melayani masyarakat di Timika.

Kepala Bidang pengawasan Disperindag Kabupaten Mimika, Hendrikus menyebutkan, SPBU di Timika dalam melakukan penyaluran BBM terhadap masyarakat diawasi secara ketat oleh pengawas Disperindag.

" Setiap hari Tim pengawas dari Disperidag ditempatkan di setiap SPBU sehingga pelayanan terhadap masyarakat berjalan secara baik walaupun belum maksimal," ucap Hendrikus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/10/2022).

Hendrikus menerangkan, Pelayanan SPBU sudah ditetapkan, bahwa dalam pelayanan terhadap kendaraan roda dua dan roda empat sudah ada pembagian porsi.

" Empat SPBU semuanya, sudah ada pengawas dari Disperindag yang bertugas dari pagi sampai SPBU tutup, jadi pengawasan di perketat," Ujarnya.

Kata Dia,  pengawasan SPBU diperkatat sehingga, penyaluran BBM sesuai dengan aturan sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

" Sudah di atur bahwa SPBU di SP 2 melayani truck, SPBU di Nawaripi melayani bus, sedangkan SPBU  di Hasanudin melayani mobil Tangki kemudian SPBU oada  Kilo 8 melayani mobil yang melakukan aktifitas bongkar muat," jelas Hendrikus.

Hendrikus menjelaskan, Pengawas dari Disperindag ditugaskan pada masing-masing SPBU ,supaya menetertibkan penyaluran BBM.

" Setiap kendaraan hanya bisa mengisi 1 hari 1 kali dengan jumlah yang sudah di tetapkan.supaya tidak terjadi, isi disana isi disini, Jadi pendistribusian BBM harus tepat sasaran," tandas Hendrikus.

Lanjut Hendrikus, pengawasan  Pada saat pengisian BBM bersubsidi solar dan pertalite, akan diperketat sehingga mengantisipasi pelanggan atau petugas SPBU yang nakal.

" Jangan sampai ada petugas yang mengisi lebih dari yang sudah di tetapkan, contohnya batas 80 liter, sudah di tetapkan bahwa kendaraan ini 80 liter namun sengaja diberikan lebih maka itu langsung kita berikan teguran keras ditempat," Tegasnya.

Hendrikus menerangkan, Pengawasan ekstra dari Disperindag Bukan hanya di SPBU, namun pengawas akan diterjunkan secara langsung ke lapangan dalam mengawasi distribusi minyak tanah terhadap warga.

" Pengawas sudah ditempatkan di masing-masing agen minyak tanah, jadi setiap pendistribusian minyak tanah ke pangkalan, akan diawasi secara ketat," tegas Hendrikus.

Hendrikus menuturkan, Pengawas Disperindag akan memastikan  harga jual dari pangkalan ke penyalur tetap menurut aturan  dimana harga per liter 5 ribu. 

" Para pengusaha pangkalan minyak tanah dalam memberkan pelayanan terhadap konsumen atau menjual minyak tanah cukup kepada warga di sekitarnya, supaya tidak ada warga dari wilayah lain datang mengambil di situ," Tutupnya.( Fauzia)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE