logo-website
Minggu, 26 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Simak Baik-Baik!! Ini Tanggapan OKIA Terhadap Penolakan Kelompok Masyarakat Wilayah Meepago Papuanewsonline.com,TIMIKA- Beredar kabar bakal ada  penolakan oleh beberapa kelompok masyarakat meepago terhadap PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, lantaran menurut mereka PJ Gubernur Papua Tengah dan PJ Sekda Provinsi Papua Tengah  bukan berasal dari Meepago.menaggapi hal itu, Organisasi Kaum Intelktual Amungme -Kamoro (OKIA) menyampaikan kekesalan terhadap rencana penolakan tersebut.OKIA berpendapat, siapapun yang ditunjuk pemerintah pusat merupakan tanggungjawab masyarakat adat Meepago untuk mendukung agar menjawab kelancaran sistim administrasi birokrasi pemerintahan di Provinsi Papua Tengah.“ OKIA siap  Mendukung  orang Papua yang ditunjuk untuk menjadi PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, dan tentunya kami berharap, masyarakat adat Meepago juga turut mendukung,’’ ungkap Ketua OKIA, Raimond Kelanangame melalui pesan elektronik yang diterima media Papuanewsonline.com, Rabu (9/11/2022). Raimond menegaskan, dasar penolakan sekelompok masyarakat terhadap PJ Gubernur dan PJ Sekda  karena  Adanya kepentingan politik  2024 oleh oknum-oknum tertentu.“ Penolakan adalah kecelakaan berpikir yang sengaja dibangun oleh oknum-oknum tertentu, untuk mempengaruhi masyarakat, sehingga perlu ada edukasi yang baik dan benar bagi masyarakat adat Meepago,’’ ujar Raimond.Raimond menegaskan, OKIA yakin PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah adalah putri dan putra terbaik Papua yang dimiliki masyarakat.“ PJ Gubernur dan PJ Sekda Provinsi Papua Tengah adalah tokoh Papua yang dipercayakan Negara  saat ini untuk mengemban tugas besar dalam menata administrasi dan sistem pemerintahan DOB, sehingga Masyarakat adat harus mendukung,’’ tegas Raimond. Ketua OKIA berharap  Kepada seluruh masyarakat di Propinsi Papua Tengah, agar tetap menjaga persatuan dan kebersamaan dalam memberikan dukungan kepada  PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah agar dapat bekerja dengan maksimal dalam mengemban tugas dalam menjalankan roda pemerintahan DOB ini. “ Tanah Amungsa dan  Bumi Mimika siap menyambut PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, semoga langkah dan tindakan kedua pejabat, PJ Gubernur dan PJ Sekda Papua Tengah sejalan dengan rencana Tuhan untuk orang Papua di Wilayah adat Meepago dan Bomberay,’’ tandas Raimond.(Ridwan) 09 Nov 2022, 12:01 WIT
Warga Keluhkan Jalan Berdebu sepanjang Bougenville Kelurahan Koperapoka Papuanewsonline.com, TIMIKA- Warga masyarakat pengguna jalan  maupun penduduk yang bermukim sepanjang jalan Bougenville, Kelurahan Koperapoka Kecamatan Mimika Baru  Timika, mengeluhkan tebaran debu yang setiap hari menghiasi areah tersebut. Beberapa masyarakat yang bermukim di jalan Bougenville maupun pengusaha kuliner merasa terganggu dengan adanya dampak  penggalian tanah dan jalan rusak berdebu itu.“ Saya sebagai penjual bakso merasa terganggu dengan adanya debu ini, kan sebelumnya belum ada penggalian kita merasa aman-aman, tidak ada debu, dengan adanya debu sekarang kita merasa terganggu apalagi dengan pelanggan, kalau bisa diperbaikilah,” Ujar reky  Penjual Bakso yang setiap hari berjualan di areah jalan tersebut saat ditemui, Selasa (8/11/2022).Kata dia,  tebaran debu juga berdampak bagi kesehatan Masyarakat yang bermukim pada areah jalan tersebut." Selain kesehatan, Dampak yang dirasakan ialah pendapatan masyarakat yang membuka usaha di bidang kuliner mengalami penurunan pendapatan, karena sepanjang jalan dipenuhi tebaran debu," Ucapnya.Lanjut Reky, pelanggan baksonya banyak yang sudah tidak mengunjungi kedainya, karena sepanjang jalan berdebu.Hal yang sama juga dikeluhkan Warga lainya  Mirna penjual Es. Ia mengatakan, sebelumnya pendapatanya lumayan namun karena sepanjang jalan berdebu, sehingga pendapatanya menurun drastis." Ya beginilah kondisi Pak, apalagi ada kendaraan lewat, itu yang membuat jalan tidak terlihat akibat berdebu” Ujar Mirna.Mirna berharap agar pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas terkait, agar secepatnya mencari solusi memperbaiki jalan tersebut demi keberlangsungan kehidupan warga." Kami berharap Kalau bisa jalannya  diperbaiki supaya jangan  berdebu seperti ini," Ungkapnya.(Ridwan) 08 Nov 2022, 15:29 WIT
Luncuran 6 Proyek PT Freeport Indonesia Mengancam Kehidupan Masyarakat Asli Papua di Timika Papuanewsonline.com, TIMIKA- Pembuangan limbah pada aliran sungai di kali kopi oleh PT Freeport Indonesia saat ini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat asli Papua, yang lebih menyedihkan belum ada solusi terkait pembuangan limbah pada aliran sungai kali kopi, kini PT Freeport  Indonesia bersama pemerintah pusat kembali ingin menyelesaikan proses AMDAL enam proyek yang berkaitan dengan produk tambahan yang direncanakan akan diluncurkan.Menanggapi persoalan tersebut, sekretaris Aliansi Pemuda Komoro (APK), Rafael Taorekeyau menyebutkan, masyarakat menolak dengan keras luncuran enam proyek tersebut.“ Luncuran enam proyek PT Freeport akan jadi ancaman terhadap kehidupan masyarakat asli Papua, coba saja kita lihat sendiri pembuangan limbah di lokasi sungai yang baru di kali kopi, dimana tailing cukup besar  kurang lebih 2 juta M3, ini  berdampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat Papua kedepa,’’ Jelas Rafael di Timika, Sabtu (5/11/2022).Rafael mengemukakan, PT Freeport Indonesia dan pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak untuk melakukan proses AMDAL terkait 6 proyek tambahan tersebut tanpa melihat kehidupan sosial masyarakat asli Papua. “ Peralihan sungai,  atau pembuangan limbah di sungai yang baru seperti dikali kopi,  kita lihat cukup besar luasnya kurang lebih 2 juta M3 lebih, ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan masyarakat asli papua, sehingga PT.Freeport dan Pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak, karena masyarakat menolak dengan keras,’’ tegas Rafael. Kata Rafael, apabila PT Freeport dan pemerintah pusat memaksakan kehendak untuk  melakukan pembuangan limbah di sungai, maka  masyarakat 3 kampung yang ada di Mimika Timur jauh akan menerima ancaman dalam keberlangsungan kehidupan mereka.Kata Dia, luncuran enam proyek PT Freeport nantinya akan menyerap ribuan tenaga kerja, namun OAP kembali akan jadi penonton di tanahnya sendiri, ini fakta dan realita dalam kehidupan saudara-saudara saya saat ini, karena semenjak kehadiran PT Freeport hingga kini, dalam rekrutmen tenaga karyawan untuk saudara saya  OAP yang diakomodir dihitung dengan jari, karena banyak didominasi oleh orang luar papua.“ Mereka Selalu dengan dalil memberikan lapangan pekerjaan dan janji manis lain terhadap masyarakat, namun janji dan harapan mereka palsu, ini fakta,’’ Tegasnya. Dikatakannya, Kerusakan lingkungan yang dilakukan PT Freeport Indonesia sudah mencapai ambang batas, sehingga masyarakat tidak akan memberikan toleransi.“ Pimpinan PT Freeport Indonesia dan Pemerintah pusat jangan hanya memaksakan kehendak untuk meraup keuntungan tanpa melihat dampak yang akan terjadi terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat asli papua,’’ pinta Rafael.Lanjut Tokoh Pemuda suku Komoro ini menegaskan, Pemerintah dan PT Freeport Indonesia tidak perlu mengundang masyarakat ke Jakarta untuk melakukan negosiasi-negosiasi, karena masyarakat akan menolak luncuran enam proyek tersebut.“ Pimpinan PT Freeport dan Pemerintah Pusat Datang bicara  dan ketemu masyarakat, bila perlu melihat kondisi lingkungan yang telah rusak saat ini, sehingga memiliki kajian dan analisis yang matang, jangan memaksaakan kehendak dan mengorbankan kami masyarakat asli Papua,’’ Tutupnya.(Stefi)   08 Nov 2022, 05:32 WIT
Asistensi Percepatan Realisasi APBD & Penanganan Inflasi Daerah, Tim Kemendagri Sambangi Jawa Timur Papuanewsonline.com, Surabaya- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus menerus melakukan monitoring, evaluasi (monev) dan asistensi dalam rangka mendorong realisasi APBD, penanganan dan pengendalian inflasi termasuk monev kondisi uang kas yang ada di Bank. Salah satu daerah tujuan monev dan asistensi diantaranya adalah Provinsi Jawa Timur, yang dilaksanakan di Surabaya (26/10/2022). Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni melalui telepon selulernya, Jumat (4/11) mengatakan , Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan APBD terbesar, termasuk APBD Kabupaten Kota. Oleh karena itu, perlu dimaksimalkan realisasi APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota. " Realisasi belanja tertinggi se-Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pasuruan dimana kabupaten tersebut sebagai daerah dengan realisasi belanja tertinggi dengan tingkat realisasi sebesar 78,2% dari total anggaran belanja sebesar 2,8 triliun" ujar Fatoni. Pada sisi lain, Fatoni menerangkan jika dana pemda yang ditempatkan di bank bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan,  tetapi dipersiapkan untuk pembayaran yang sudah memiliki peruntukkannya. " Dana yang tersimpan di Bank merupakan uang Kas PEMDA Provinsi dan Kabupaten/Kota yang belum terpakai, bukan semata-mata sengaja disimpan untuk mendapatkan keuntungan," tegas Fatoni. Bersamaan dengan itu, Fatoni juga meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk mengoptimalkan serapan anggaran tahun 2022 dengan melakukan langkah-langkah strategis yang telah ditetapkan sesuai dengan kondisi dan permasalahan daerah masing-masing. "Upaya yang dilakukan pertama yaitu,  pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota menganggarkan penanganan inflasi di APBD Perubahan 2022 dan APBD Tahun 2023 Kedua, seluruh PEMDA memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri. Ketiga, PEMDA segera melakukan lelang dini dan memanfaatkan e-katalog, baik e-katalog lokal, toko daring dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah. Keempat, PEMDA melaksanakan Rakor rutin minimal tiga (3) kali dalam satu tahun. Terakhir, kelima yaitu, pejabat pengelola keuangan ditetapkan setiap bulan November dan tidak menggunakan tahun anggaran," tandas Fatoni. Fatoni menegaskan,  pada Rakor tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono juga sudah menekankan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota agar memaksimalkan realisasi APBD yang tinggal dua (2) bulan lagi. " Pada saat Rakor sudah diingatkan Perlu segera merubah Surat Keputusan (SK) Pejabat Pengelola Keuangan tidak menggunakan Tahun Anggaran, namun perlu ditetapkan setiap tahun pada bulan November. Selain itu, perlu segera menganggarkan penanganan dan pengendalian inflasi pada Perubahan APBD (APBD-P) dan APBD Tahun 2023," ujar Fatoni.(Ridwan) 04 Nov 2022, 22:37 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT