logo-website
Rabu, 11 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
DPRK Mimika Dorong Raperda Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Kurang Mampu Papuanewsonline.com, Jayapura – Langkah nyata menuju keadilan yang inklusif semakin dekat di Kabupaten Mimika. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), resmi menyetujui usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelayanan Bantuan Hukum untuk masuk dalam daftar prioritas pembahasan tahun 2025. Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi dan konsultasi bersama Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Papua di Jayapura, Jumat (8/8/2025). Ketua Komisi I DPRK Mimika yang juga anggota Bapemperda, Alfian Akbar Balyanan, menyambut baik persetujuan tersebut dan menegaskan bahwa Raperda ini merupakan salah satu terobosan penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan hukum. “Saya memberikan apresiasi kepada Pimpinan Bapemperda dan perancang peraturan perundang-undangan dari Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Papua yang telah menyetujui Raperda ini masuk dalam daftar prioritas. Bantuan hukum adalah kebutuhan mendesak dan harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya. Alfian mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Mimika, khususnya dari kalangan ekonomi lemah, yang mengalami kesulitan mengakses layanan hukum. Hambatan biaya, kurangnya pengetahuan hukum, hingga terbatasnya lembaga bantuan hukum menjadi faktor utama. “Banyak masyarakat kurang mampu memiliki keterbatasan dalam mengakses keadilan. Untuk itu, pemerintah daerah melalui lembaga bantuan hukum perlu menyediakan layanan gratis untuk mengadvokasi persoalan hukum mereka, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi,” jelas Alfian. Dengan hadirnya Raperda ini, DPRK Mimika berharap akan ada payung hukum yang jelas, sehingga pemerintah dapat mengalokasikan anggaran khusus bagi lembaga bantuan hukum yang telah terakreditasi. Langkah ini diyakini akan memaksimalkan pendampingan hukum, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak lembaga bantuan hukum di wilayah Mimika. Raperda Pelayanan Bantuan Hukum ini bukan hanya soal memberikan layanan gratis, tetapi juga membangun kesadaran hukum masyarakat. Melalui program ini, warga yang sebelumnya ragu atau takut menghadapi persoalan hukum dapat memperoleh pendampingan yang memadai. Selain itu, keberadaan Raperda ini akan mengatur mekanisme kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga bantuan hukum, dan masyarakat. Termasuk di dalamnya sistem pengawasan agar bantuan hukum benar-benar tepat sasaran. Alfian optimistis, jika Raperda ini segera disahkan dan diimplementasikan, maka ke depan tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan haknya di hadapan hukum hanya karena keterbatasan biaya. “Pemerintah diharapkan tidak hanya menyiapkan regulasinya, tetapi juga memastikan dukungan anggaran yang memadai. Dengan begitu, program ini bisa berjalan maksimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu,” tegasnya. Setelah masuk daftar prioritas, Raperda ini akan melalui tahap pembahasan di internal DPRK bersama pihak eksekutif. Diharapkan, sebelum akhir tahun 2025, regulasi ini sudah bisa disahkan dan mulai dijalankan pada awal 2026. Dengan adanya Raperda Pelayanan Bantuan Hukum, Mimika selangkah lebih maju dalam mewujudkan cita-cita negara hukum yang menjamin persamaan hak setiap warga di mata hukum. (jidan) 09 Agu 2025, 17:08 WIT
Kemenko Polkam Dorong Banten Perkuat Kemerdekaan Pers Papuanewsonline.com, Tangerang — Kebebasan pers bukan sekadar hak yang dijamin konstitusi, melainkan fondasi penting bagi berdirinya demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. Namun, menjaga kemerdekaan pers di tengah derasnya arus informasi digital membutuhkan kerja sama lintas pihak—pemerintah, media, dan masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Marsda TNI Eko Dono Indarto, dalam Rapat Pembahasan Peningkatan Nilai Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Tahun 2025 untuk wilayah Provinsi Banten, yang digelar di Tangerang, Kamis (7/8/2025). Menurut Eko Dono, hasil pengukuran IKP Banten tahun 2024 menunjukkan kemajuan, namun masih ada tantangan yang perlu segera diatasi. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan akses informasi publik, sengketa pemberitaan, lemahnya perlindungan hukum bagi jurnalis, serta keberadaan media atau pihak yang mengaku pers namun tidak terverifikasi Dewan Pers. “Fenomena ini berpotensi memicu maraknya misinformasi, karena pihak-pihak tersebut bebas mempublikasikan berita tanpa proses verifikasi yang memadai dan tanpa mematuhi kode etik jurnalistik,” tegas Eko Dono. Ia menambahkan, Indeks Kemerdekaan Pers tidak sekadar angka, tetapi cermin kualitas demokrasi di suatu daerah. Semakin tinggi nilainya, semakin kuat pula jaminan kebebasan pers yang dimiliki jurnalis dan masyarakat. “Kita tidak boleh alergi dengan tantangan. Justru ini momentum untuk menertibkan praktik pemberitaan yang tidak profesional sekaligus memperkuat media yang sah dan kompeten,” ujarnya. Dalam rapat tersebut, Eko Dono juga menegaskan bahwa penguatan kemerdekaan pers akan berdampak langsung pada terciptanya ekosistem informasi yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab. Ekosistem ini, kata dia, sangat penting bagi stabilitas demokrasi dan keamanan nasional. Sebagai tindak lanjut, Kemenko Polkam berkomitmen memfasilitasi koordinasi lintas sektor, menggelar pelatihan bersama antara jurnalis dan aparat, memperkuat advokasi perlindungan hukum bagi wartawan, serta mendorong penegakan aturan terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan pers tanpa sertifikasi resmi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber strategis seperti Ketua Dewan Pers, Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Banten. Turut hadir perwakilan dari Pemerintah Provinsi Banten, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI), serta jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Banten tidak hanya mampu meningkatkan nilai IKP di tahun 2025, tetapi juga menjadi contoh daerah yang sukses menjaga kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. (GF) 09 Agu 2025, 00:49 WIT
Sinergi TNI AU dan Warga kampung Nawaripi Bersihkan Tumpukan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Babinsa Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) Lanud Yohanis Kapiyau, Serka Kasimirus Anitu, bersama warga Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, melaksanakan gotong royong membersihkan tumpukan sampah yang menutupi badan jalan Maleo.  Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi TNI AU dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.  Sampah yang berserakan tersebut sebelumnya dibuang sembarangan oleh warga, sehingga mengganggu akses jalan dan mencemari lingkungan, yang dilaksanakan, pada Kamis (7/8/25) Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi lingkungan yang kurang bersih.  "Kami sudah tiga kali melakukan pembersihan bersama Distrik Wania dan memasang plang larangan membuang sampah, tetapi tetap diabaikan," ujar Norman.  Ia berharap kegiatan gotong royong ini menjadi yang terakhir dan kesadaran warga akan kebersihan lingkungan meningkat.  "Kami berharap ini menjadi yang terakhir kalinya, dan warga lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya," tambahnya. Sementara itu, Serka Kasimirus Anitu menghimbau warga untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.  Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan tempat pembuangan sampah resmi yang dapat digunakan warga.  "Kerjasama dan kesadaran diri seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan," tegas Serka Kasimirus.  Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, dan perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Gotong royong ini melibatkan aparatur kampung, Babinpotdirga Lanud Yohanis Kapiyau, dan warga setempat.  Kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AU dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.  ( Jidan ) 09 Agu 2025, 00:44 WIT
Bulog Timika Punya Stok Beras 2.460 Ton, Aman hingga Lima Bulan Papuanewsonline.com, Timika – Perum Bulog Cabang Timika memastikan ketersediaan beras di gudang mereka aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima (5) bulan ke depan. Kepala Kantor Cabang Bulog Timika, Dedy Wahyudi, menyatakan stok beras medium mencapai 2.460 ton dan beras premium 25 ton.  "Untuk stok beras medium penyaluran golongan anggaran, ASN, TNI/Polri, ketahanan stoknya kurang lebih empat sampai lima bulan," ungkap Dedy di Timika, Jumat, (8/8/2025). Bulog Timika setiap bulannya menyalurkan 200-300 ton beras untuk memenuhi kebutuhan TNI/Polri, ASN golongan anggaran, dan penugasan pemerintah.  "Untuk teknis penyalurannya, kami hanya melayani sampai di pintu gudang.  Selanjutnya, Perusahaan Daerah Irian Bakti yang ditunjuk DJPb yang akan mendistribusikannya," jelas Dedy. Beras yang disalurkan berasal dari dalam negeri, didatangkan dari Merauke, Papua Selatan, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Selain melayani Kabupaten Mimika, Bulog Timika juga mendistribusikan beras ke Kabupaten Puncak dan Yahukimo di Provinsi Papua Pegunungan, serta Wamena untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Papua Pegunungan.  Meskipun demikian, Dedy mengakui keterbatasan kapasitas gudang Bulog Timika yang hanya berkapasitas 2.000 ton.  Untuk mengatasi hal ini, Bulog Timika menyewa gudang tambahan di Bandara Mozes Kilangin Timika dengan kapasitas yang sama. "Kami memang sangat membutuhkan penambahan gudang. Kami sudah mengusulkan ke kantor pusat, namun sampai sekarang belum ada persetujuan," pungkasnya. ( Jidan ) 09 Agu 2025, 00:38 WIT
Pemkab Mimika Dukung UMKM Lokal Lewat Gebyar UMKM Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar Gebyar UMKM selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Agustus 2025, di Lapangan Timika Indah. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2025.  Gebyar UMKM ini menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Kabupaten Mimika.  Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Everth Lukas Hindom, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.  "Gebyar UMKM ke-10 tahun 2025 ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam meningkatkan eksistensi UMKM di Mimika," ujar Everth Lukas Hindom di Timika, Kamis (7/8/2025). Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai platform promosi dan pemasaran produk lokal agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. Everth Lukas Hindom juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika secara konsisten memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai program, seperti pembinaan, pemberdayaan, permodalan, dan promosi usaha.  "Saya mengajak seluruh stakeholder, baik swasta, perbankan, akademisi, dan komunitas untuk terus mendukung para pelaku UMKM Mimika agar semakin meningkatkan kualitas produknya," imbuhnya. Gebyar UMKM ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Kabupaten Mimika. ( Jidan ) 09 Agu 2025, 00:32 WIT
Cegah Kanker Serviks, Dinkes Mimika Vaksinasi Ratusan Siswa SD Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan memberikan vaksin Tetanus Difteri (TD) dan Human Papillomavirus (HPV) kepada sekitar 600 siswa sekolah dasar (SD).  Sasaran imunisasi meliputi siswa kelas 2, 5, dan 6 di 22 SD di wilayah Kabupaten Mimika.  Vaksin HPV diberikan untuk mencegah kanker serviks, sementara vaksin TD untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.Salah satu perawat pada puskesmas Wania Elis Mety, yang memimpin kegiatan imunisasi di SD Nabawi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program BIAS ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan bagi anak-anak di Kabupaten Mimika. "Hari ini kami melaksanakan BIAS di SD Nabawi. Siswa kelas 2 menerima imunisasi TD, sedangkan kelas 5 mendapat vaksin TD dan HPV.  Untuk kelas 6, kami prioritaskan yang belum menerima vaksin HPV," jelas Elis.  Ia menambahkan bahwa pemberian vaksin HPV saat ini hanya satu dosis, berbeda dengan tahun lalu yang dua dosis. Elis Mety juga menyampaikan bahwa seluruh imunisasi dilakukan dengan aman dan telah mendapat persetujuan dari orang tua murid. "Program ini rutin dilaksanakan setiap tahun, dan masyarakat sudah mengetahui serta mempercayai keamanannya," ujarnya.  Dia menambahkan bahwa program BIAS akan berlanjut hingga November 2025, dengan target pemberian 600 dosis vaksin HPV dan 100 dosis vaksin campak serta TD.  "Untuk vaksin campak masih dalam tahap persiapan," kata Elis. Diketahui Melalui program BIAS ini, Dinkes Mimika menunjukkan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari penyakit menular.  Pemberian vaksin HPV secara khusus bertujuan untuk mencegah kanker serviks pada perempuan di masa mendatang.  ( Jidan ) 08 Agu 2025, 18:16 WIT
Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Gelar Pasar Murah Ikan Segar di Lapangan Timika Indah Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Perikanan Kabupaten Mimika menggelar pasar murah khusus ikan segar dan beku di Lapangan Timika Indah, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini menjadi angin segar bagi warga Timika yang selama ini mengeluhkan tingginya harga ikan di pasaran. Selain untuk membantu masyarakat, program ini juga bertujuan menjaga stabilitas inflasi di wilayah setempat. Subsidi Hingga Rp 10.000 per Kilogram Pasar murah ini disambut antusias oleh warga. Pasalnya, pemerintah daerah memberikan subsidi harga sebesar Rp 10.000 untuk setiap kilogram ikan yang dijual. “Luar biasa, karena pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan memberikan subsidi harga sebesar Rp 10.000 untuk setiap jenis ikan,” ujar Lastri, salah satu pengunjung yang ikut berbelanja. Lastri mencontohkan, ikan layang atau ikan mumar yang biasanya dijual Rp 35.000/kg di pasaran umum, kini hanya dibanderol Rp 25.000/kg di pasar murah ini. “Hal ini tentu sangat membantu dan memberi penghematan yang signifikan bagi masyarakat,” tambahnya. Pilihan Ikan Segar dan Produk Olahan Berbagai jenis ikan segar dan beku dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya yaitu Ikan Mumar dengan harga Rp 25.000/kg (harga normal Rp 35.000/kg) dan Ikan Layang dengan harga Rp 20.000/kg (harga normal Rp 30.000/kg) Selain ikan segar, pengunjung juga bisa mendapatkan produk olahan perikanan seperti ikan asin, ikan asap, nugget ikan, bakso ikan, MPMP (Makanan Pendamping MP-ASI), hingga produk UMKM binaan Dinas Perikanan. Langkah Kendalikan Inflasi Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Mimika, Feky Walalayo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menekan inflasi daerah, khususnya dari komoditas ikan. “Di Timika, ikan mumar dan ikan lema termasuk komoditas yang memicu inflasi karena banyak diminati, tapi produksinya tidak ada di sini,” jelasnya. Menurut Feky, tingginya harga ikan di Timika disebabkan sebagian besar pasokan didatangkan dari luar daerah seperti Dobo, Tual, dan Kaimana. “Karena pasokan dari luar, harga ikan tidak stabil. Jadi pemerintah harus mengambil langkah agar komoditas ini tidak memicu inflasi,” tegasnya. Berlangsung Satu Hari, Manfaatnya Besar Pasar murah ikan segar ini hanya digelar satu hari, sementara pameran produk olahan perikanan akan berlangsung hingga keesokan harinya. Acara ini diselenggarakan bersama Dinas Koperasi dan UMKM, dengan Dinas Perikanan sebagai salah satu peserta utama penyedia produk. Program ini diharapkan memberi akses yang lebih mudah dan murah bagi masyarakat Timika untuk mendapatkan protein hewani berkualitas. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Mimika dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan strategis. Pasar murah ini pun mendapat sambutan positif dari warga yang berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan membeli ikan dengan harga lebih terjangkau. (Cori) 08 Agu 2025, 13:50 WIT
Thifal Tazkya Wishal Juarai Storytelling Competition 2025 di Diana Mall Timika Papuanewsonline.com, Timika – Siswa SMAN 7 Timika, Thifal Tazkya Wishal, berhasil meraih juara pertama dalam English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika. Kompetisi yang mengangkat tema pelestarian cerita rakyat Papua ini diikuti oleh 18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika. Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Brother Leon English Club (BLEC) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan pengunjung mall. "Kami melihat bahwa potensi anak-anak muda untuk bahasa Inggris itu besar di Timika. Hanya saja wadahnya yang masih kurang dalam bentuk kegiatan kompetisi lomba," ungkap Deasy Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, selaku Ketua Panitia penyelenggara. DAFTAR PEMENANG Juara 1: Thifal Tazkya Wishal (SMAN 7 Timika) Juara 2: Zivanna Hawa Omega Romer (SMAN 1 Timika) Juara 3: Sherina Anggie Esterlyta (SMA Kristen Kalam Kudus) Juara 4: Shelomita Apriliani (SMA Kristen Kalam Kudus) Kompetisi tahun ini mengangkat cerita rakyat dari tiga suku di Papua, yaitu Kamoro, Amungme, dan Asmat. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, mengingat pembelajaran bercerita di sekolah-sekolah sering kali menggunakan cerita dari luar Papua bahkan luar negeri. "Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau melestarikan? Kami mengusung cerita-cerita tersebut sehingga lebih dikenal lagi untuk kalangan luas. Tidak hanya lingkup nasional, karena ini bahasa Inggris otomatis global," tambah Deasy. SEKOLAH PESERTA * SMAN 1 Timika * SMA Al-Falah * SMA Kristen Kalam Kudus * SMK Negeri 6 * SMAN 7 Timika * SMA Tiga Raja * SMK Yapis Tim juri yang terdiri dari Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd memberikan penilaian berdasarkan kemampuan berbahasa Inggris, teknik bercerita, dan pemahaman terhadap cerita rakyat yang dibawakan. Kegiatan ini merupakan kompetisi kedua setelah sukses diselenggarakan tahun lalu di gedung MPCC YPMAK. Pemilihan Diana Mall sebagai venue tahun ini dimaksudkan agar kegiatan menjadi lebih terbuka untuk publik dan tidak eksklusif. "Setiap pengunjung bisa datang untuk melihat, jadi bagian dari strategi promosi secara tidak langsung. Diana Mall juga merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," jelas Deasy di Timika, Jumat (8/7/2025). Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan cerita-cerita tradisional Papua dengan bahasa Inggris yang fasih. Tidak hanya kemampuan berbahasa yang dinilai, tetapi juga kemampuan interpretasi dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap cerita. Dengan berhasilnya kompetisi tahun ini, panitia optimis kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai wadah pengembangan talenta muda Papua dalam berbahasa Inggris sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal. (Giant)   08 Agu 2025, 13:33 WIT
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal, sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah daerah. "Dukungan untuk kami dari pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali, tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan, panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy. Storytelling Competition 2025 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah, mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan zaman. (Cori) 08 Agu 2025, 13:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT