Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Dir Pamobvit Gelar Sosialisasi dan Binteknis Fungsi Pamobvit
Papuanewsonline.com, Ambon - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pamobvit) Polda Maluku melaksanakan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (binteknis) fungsi Pamobvit Tahun 2025.Kegiatan yang dihelat di Grand Avira Hotel, ini dibuka oleh Direktur Pamobvit Polda Maluku Kombes Pol Donni Eka Syaputra, S.H., S.I.K., M.M.Kegiatan ini dihadiri Kabag Binopsnal, Kasubdit Wisata dan Para narasumber dari Biro Rena, Biro Ops, Ditsamapta dan Bid Dokkes serta Perwira Ditpamobvit, Para Kasat dan Personel Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Jajaran dan personel Ditsamapta, Ditlantas, Ditpolairud, Ditpamobvit Sat Brimob, Dit Tahti, Brid Propam dan SPKT Polda Maluku.Dir Pamobvit dalam sambutannya mengatakan, sesuai tugas pokok dan peran yang diamanatkan Udang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 serta Peraturan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019 tentang Prosedur Pemberian Jasa Pengamanan dan Sistem Manajemen Pengamanan pada Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu. "Pangamanan Objek Vital sebagai fungsi pembinaan dan pengendalian kepada Polres Jajaran dalam melaksanakan Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) maupun Objek Tertentu ( Obter) guna memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat khususnya para pengelola Obvitnas dan Obter," katanya.Kegiatan ini, kata dia, bertujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan profesionalisme bagi seorang anggota Polri yang mengemban tugas fungsi Pamobvit dalam memberikan Jasa Pengamanan pada suatu lokasi/wilayah sesuai standar kualitas atau Kemampuan yang dimilikinya. "Kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar kepada semua peserta yang hadir sehingga dapat tercapai dan berhasil meningkatkan penerimaan Negara dan profesionalisme personel Polri," jelasnya.Kepada peserta, Kombes Donni meminta agae dapat mengikuti kegiatan dengan baik, sehingga dapat dimengerti dan dipahami. PNO-12
12 Agu 2025, 20:02 WIT
Prestasi Internasional: Polwan Polda Maluku Raih Medali Perak di Thailand
Papuanewsonline.com, Ambon - Personel Polisi Wanita (Polwan) Polda Maluku kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Kali ini di bidang olahraga dayung pantai sprint pada kejuaraan Asian Rowing Beach Sprint Championships 2025 yang diselenggarakan di Pattaya, Thailand.Polwan Polda Maluku yang kembali mengharumkan nama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yaitu Bripda Arni Silva Pattipeiluhu.Ia sukses melaju ke babak final melawan tuan rumah Thailand. Meski mampu meraih medali perak pada nomor perlombaan CW1X (Coastal Women Singel Scull)."Bapak Kapolda Maluku menyampaikan selamat dan apresiasi atas prestasi yang kembali diukir oleh personel Polda Maluku, khususnya Polwan Polda Maluku" kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, Senin (11/8/2025).Ajang internasional itu dilaksanakan selama 5 hari sejak tanggal 6 - 10 Agustus 2025 yang bertempat di VVHM + VMF Pattaya, Bang Lamung District, Provinsi Chonburi, Thailand. Bripda Arni berhasil meraih medali perak setelah berhasil melalui berbagai tahapan. Pada quartel final 10 Agustus 2025 saat melawan Singapura, Bripda Arni finish dengan catatan waktu 03: 11.56. Selanjutnya melangkah ke semifinal melawan Hongkong dengan catatan 03.01.08. Sedangkan final saat melawan Thailand, Bripda Arini finish dengan catatan waktu 03.14.21.Kombes Rositah berharap prestasi yang diraih Bripda Arini dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya, khususnya Polwan Poda Maluku "Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya, termasuk dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat," harapnya. PNO-12
12 Agu 2025, 19:43 WIT
14 Lomba Meriahkan HUT RI di SMA Negeri 6 Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana SMA Negeri 6 Mimika berubah semarak saat
perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh
halaman sekolah dipenuhi tawa, sorak-sorai, dan semangat juang para siswa yang
berpartisipasi dalam 14 jenis lomba yang dirancang khusus untuk memupuk rasa
kebangsaan, solidaritas, dan kolaborasi. Tak kurang dari 1.122 siswa
terlibat dalam ajang ini, membuat perayaan tahun ini menjadi salah satu yang
terbesar dalam sejarah sekolah tersebut. Bertha Lenayati, S.Si.Teol.M.A.Gr,
selaku Kaur Kesiswaan SMA Negeri 6, menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar
hiburan, melainkan sarana membentuk karakter dan membangun kekompakan lintas
elemen sekolah. “Tema yang kami ambil memang
mengikuti arahan pusat, namun kami ingin mengemasnya sesuai dengan lingkungan
sekolah, menanamkan sikap solidaritas dan kolaborasi antar siswa, guru, bahkan
petugas keamanan,” ungkap Bertha.
Dari lapangan hingga ruang kelas, setiap sudut SMA Negeri 6 menjadi arena
kompetisi. Kegiatan dibuka dengan lomba futsal putra yang langsung menyedot
perhatian seluruh siswa. Setelah itu, berbagai lomba unik digelar, mulai dari
menghias nasi goreng, gigit sendok estafet, tiup gelas plastik estafet, hingga
goyang balon yang mengundang gelak tawa penonton. Tak kalah menarik, lomba
baris-berbaris (PBB) dengan mata tertutup menantang koordinasi dan konsentrasi
peserta. Sementara itu, senam “Anak Indonesia Hebat” mengajak siswa bergerak
sehat, dan dance mix TikTok menjadi ajang penyaluran bakat di era digital. Ada pula lomba puisi kebangsaan,
poster online, kebersihan kelas, hingga kelengkapan administrasi kelas yang
melatih disiplin dan tanggung jawab. Semua lomba dirancang agar setiap siswa
dapat menemukan wadah ekspresinya. “Kami masukkan dance mix TikTok
karena anak-anak sedang gandrung dengan tren ini, dan kami ingin mereka
menyalurkan minatnya dalam wadah yang positif,” ujar Bertha sambil tersenyum.
Di balik suksesnya acara, ada kolaborasi apik antara bagian kesiswaan dan
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Panitia juga menunjuk dewan juri dari
kalangan guru yang tidak menjadi wali kelas, demi menjaga objektivitas
penilaian. “Kami ingin semua guru berperan,
tapi tetap menjaga penilaian yang adil,” jelas Bertha.
Antusiasme luar biasa terlihat sejak hari pertama. Seluruh siswa
berbondong-bondong memberikan dukungan untuk teman-temannya. Para guru pun tak
ketinggalan, ikut menyemangati dan menikmati momen kebersamaan. “Saat futsal pembuka digelar,
semua langsung datang memberi dukungan. Itu pemandangan yang luar biasa,”
kenang Bertha.
Di balik keseruan, ada nilai yang ingin ditanamkan: sportivitas, pengendalian
emosi, dan rasa persatuan. Siswa diajak untuk memahami bahwa menang atau kalah
adalah hal biasa, yang penting adalah menghargai lawan dan menjaga kebersamaan. “Semangat kemerdekaan bukan lagi
angkat senjata, tapi membangun persatuan dan sportifitas. Itu yang ingin kami
tanamkan,” tegasnya.
SMA Negeri 6 Mimika berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai
tradisi, tidak hanya di momen 17 Agustus, tetapi juga pada peringatan penting
lain seperti Hari Pendidikan Nasional, Sumpah Pemuda, hingga Hari Kesaktian
Pancasila. Dengan kegiatan yang meriah dan
penuh makna ini, SMA Negeri 6 Mimika membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan
tidak hanya soal mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan semangatnya di
hati generasi muda. Penulis : Cori Editor : GF
12 Agu 2025, 17:28 WIT
Kado Spesial 17 Agustus: 500 CPNS Mimika Resmi Diangkat
Papuanewsonline.com, Mimika –
Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika akan
terasa semakin istimewa tahun ini. Selain upacara bendera dan berbagai kegiatan
kemerdekaan, momen 17 Agustus 2025 juga akan menjadi hari bersejarah bagi lebih
dari 500 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2024 yang akan menerima
Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka. Kabar gembira ini disampaikan
langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada Senin (11/8/2025). “SK CPNS
ini sebenarnya hari ini mau kami bagikan, tapi tunggu di momen HUT 17 Agustus
saja kita bagikan,” ujarnya. Menurut Bupati Rettob, proses
penerbitan SK CPNS memang memakan waktu cukup lama karena seluruh tahapan
administrasi, mulai dari pengusulan hingga penerbitan Nomor Induk Pegawai
(NIP), berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. “Memang banyak yang bertanya
kenapa daerah lain sudah menerima SK, sedangkan Mimika belum. Perlu dipahami
bahwa proses ini cukup panjang dan setiap daerah memiliki tahapan administrasi
yang berbeda-beda,” jelasnya. Rettob menegaskan bahwa alasan
pembagian SK pada 17 Agustus bukan semata karena keterlambatan, melainkan
sebagai bentuk penghargaan dan motivasi. “Kita ingin momen ini berkesan, supaya
para CPNS merasa bahwa mereka diangkat pada hari yang sangat penting bagi
bangsa ini. Semoga ini menjadi pemacu semangat untuk mengabdi lebih baik,”
katanya. Dengan diterimanya SK, para CPNS
ini diharapkan dapat segera bergabung dalam berbagai instansi pemerintahan di
Kabupaten Mimika. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kualitas
pelayanan publik, mendukung program prioritas daerah, dan mempercepat
pembangunan. Pemerintah Kabupaten Mimika, di
bawah kepemimpinan Bupati Rettob, berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan
dan peningkatan kapasitas pegawai agar pelayanan kepada masyarakat semakin
profesional dan merata hingga pelosok. Bupati Rettob menutup
pernyataannya dengan pesan penuh makna, “Kemerdekaan itu bukan hanya dirayakan
dengan upacara, tapi juga diwujudkan dalam pelayanan kepada masyarakat. Saya
berharap CPNS yang akan menerima SK ini bisa menjadi pelayan publik yang amanah,
disiplin, dan penuh integritas.” Penulis : jidan Editor : GF
12 Agu 2025, 13:41 WIT
65 Tim Wanita Penuhi Jalanan Timika di Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80
Papuanewsonline.com, Timika –
Suasana Kota Timika, Senin (11/8/2025) siang, berubah menjadi lautan merah
ketika 65 grup wanita dengan seragam kompak memadati jalan-jalan utama dalam
rangka lomba gerak jalan indah memperingati HUT RI ke-80. Dimulai dari halaman
Graha Eme Neme Horison Diana, peserta melangkah penuh semangat melewati rute
yang telah ditentukan hingga garis finis di halaman Eme Neme Yauware, disambut
sorak-sorai warga. Para peserta berasal dari beragam
latar belakang: organisasi kemasyarakatan, kelompok keagamaan, PKK, Organisasi
Perangkat Daerah (OPD), hingga komunitas independen. Derap langkah mereka tak
hanya memamerkan kekompakan, tetapi juga simbol kebersamaan warga Mimika dalam
merayakan kemerdekaan. Bupati Mimika, Johannes Rettob,
yang hadir di Graha Eme Neme Horison Diana, sekaligus melepas para peserta, mengaku kagum dengan jumlah tim yang
terlibat. “Awalnya panitia pesimis
kalau-kalau pesertanya sedikit. Namun, di luar dugaan, antusias masyarakat
terlihat cukup tinggi,” ujarnya dengan senyum bangga. Menurut Bupati, tingginya
partisipasi ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih membara di hati
masyarakat, terutama para ibu dan perempuan yang menjadi tulang punggung
keluarga. Lomba gerak jalan indah ini
merupakan salah satu agenda dalam rangkaian perayaan HUT RI ke-80 di Kabupaten
Mimika. Sebelumnya, masyarakat telah menikmati berbagai kegiatan seperti fit
and run dan nikah massal gratis, yang semuanya bertujuan mempererat
kebersamaan dan merayakan kemerdekaan secara inklusif. Di tengah kemeriahan, Bupati
Rettob tak lupa menyampaikan pesan penting tentang kebersihan lingkungan. “Setelah selesai acara ini,
pulang dari sini ibu-ibu tolong ingatkan kembali bapak-bapak agar mari kita
sama-sama menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” pesannya. Imbauan ini disambut tepuk tangan
peserta, seolah menguatkan komitmen bahwa perayaan kemerdekaan tidak boleh
meninggalkan jejak sampah. Sepanjang rute, warga yang
berdiri di pinggir jalan tampak antusias menyemangati peserta. Beberapa bahkan
mengibarkan bendera merah putih kecil, sementara anak-anak berlari mengikuti
iring-iringan. Meski terik matahari cukup menyengat, senyum para peserta tidak
pudar, langkah mereka tetap mantap hingga garis finish. Keikutsertaan 65 grup wanita ini
bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk nyata cinta tanah air. Dalam setiap
hentakan kaki dan ayunan tangan, tersimpan pesan bahwa kebersamaan adalah
kekuatan, dan kemerdekaan layak dirayakan dengan semangat persatuan. Penulis : Jidan Editor : GF
11 Agu 2025, 23:52 WIT
SMA Transformasi Nusantara Timika Tembus Target Siswa dalam 100 Hari
Papuanewsonline.com, Mimika –
Sebuah gebrakan di dunia pendidikan menengah atas hadir di Kabupaten Mimika,
Papua Tengah. SMA Transformasi Nusantara, yang beroperasi di Gedung Multi
Purpose Community Center (MPCC) YPMAK, Jalan Hadelisari, Kelurahan Kwamki,
berhasil mencapai target kuota 70 siswa hanya dalam 100 hari sejak resmi
dibuka. Capaian ini menjadi bukti bahwa konsep pendidikan inovatif yang
ditawarkan sekolah ini disambut positif oleh masyarakat. Sekolah yang dikelola dengan
sistem all day school 12 jam penuh dan memberikan makan gratis kepada
seluruh siswa ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah
Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat
Amungme dan Kamoro (YPMAK). Penanggung Jawab STN Mimika, Yoan
Tanamal mewakili kepala sekolah dalam wawancara eksklusif di Gedung MPCC YPMAK,
mengungkapkan bahwa perjalanan menuju keberhasilan ini tidak mulus. “Tantangan terbesar kami adalah
waktu pembukaan yang terlambat dibanding sekolah-sekolah lain di Timika.
Siswa-siswi rata-rata sudah mendaftar di sekolah lain,” jelasnya. Namun, tim sekolah tidak
menyerah. Mereka menerapkan strategi jemput bola, mendatangi langsung calon
siswa dan orang tua untuk menjelaskan konsep pendidikan yang berbeda dari
sekolah konvensional. Hasilnya, kabar tentang SMA Transformasi Nusantara menyebar
cepat, didukung pemberitaan media dan respons positif masyarakat. SMA Transformasi Nusantara
menghadirkan enam jurusan yang dirancang menjawab kebutuhan masa depan yaitu, Leadership
Transformation, Business Development, Computer Science & Technology, Hotel
& Tourism Management, Art & Media Design, Sport Ability. Berbeda dari kebanyakan sekolah,
SMA Transformasi Nusantara memadukan kurikulum modern dengan nilai-nilai lokal
Papua. “Kita sama sekali tidak mau
mengesampingkan budaya Papua. Nilai-nilai itu kita hidupi secara intelektual
dalam dunia pendidikan,” ujar Yoan. Kebijakan rekrutmen guru pun
mencerminkan komitmen ini, dengan melibatkan tenaga pengajar asli Papua dan
profesional dari Jakarta. Meski fokus pada pemberdayaan
anak-anak Papua, sekolah ini terbuka untuk semua kalangan. Komposisi siswa saat
ini mencerminkan keberagaman latar belakang, dari OAP (Orang Asli Papua) hingga
anak-anak karyawan perusahaan. “Sekolah ini untuk semua.
Fasilitasnya berkualitas, jadi siapa pun bisa memilih,” tambah Yoan. SMA Transformasi Nusantara
memiliki visi untuk menjadi sekolah berasrama pada 2026. Menurut Yoan, hidup
bersama dalam lingkungan pendidikan akan memperkuat pembentukan karakter siswa.
Saat ini, manajemen tengah mematangkan rencana lokasi dan infrastruktur untuk
mendukung program tersebut. Yoan menegaskan bahwa
keberhasilan sekolah ini merupakan hasil kerja sama erat tiga institusi besar:
Pemkab Mimika, PT Freeport Indonesia, dan YPMAK, dengan dukungan Yayasan World
Harvest Ministry. “Kami bersyukur atas perhatian
pemerintah dan semua pihak yang punya hati memajukan pendidikan anak-anak
Papua,” ujarnya. Di akhir wawancara, Yoan
berpesan: “Sekolah berkualitas bukan lagi
mimpi. Itu sudah ada di Timika. Mari anak-anak Papua dan seluruh Nusantara,
manfaatkan kesempatan ini.” Penulis : Fadli Editor : GF
11 Agu 2025, 18:21 WIT
SMA Negeri 6 Mimika: Dari Menumpang hingga Menjadi Ikon Pendidikan Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Tahun
2012 menjadi titik awal perjalanan panjang SMA Negeri 6 Mimika. Saat itu,
sekolah ini belum memiliki gedung sendiri, guru pun minim, dan para siswanya
harus belajar sore menumpang di SMA Negeri 1 Mimika. Namun, lebih dari satu
dekade kemudian, kondisi itu tinggal kenangan. Kini berdiri megah sebuah
bangunan tiga lantai di tengah Kota Mimika Baru, menjadi rumah bagi 1.112 siswa
yang menimba ilmu di bawah kepemimpinan kepala sekolah pribumi asli Papua. Kelahiran SMA Negeri 6 Mimika
dilatarbelakangi oleh membludaknya penerimaan siswa di SMA Negeri 1 pada tahun
ajaran 2012-2013. Daya tampung tak memadai membuat sebagian calon siswa
terpaksa ditolak. Protes orang tua pun mengalir. Saat itu, Dinas Pendidikan di
bawah kepemimpinan Ausilius You mengambil langkah cepat: membuka sekolah baru
untuk menampung kelebihan siswa. Namun, solusi ini datang dengan
tantangan besar. Kepala sekolah pertama yang ditunjuk hingga saat ini, yaitu Drs. Willem Nauw
saat ditemui di ruang kerjanya di SMA Negeri 6, mengisahkan awal perjuangan
mereka: “Siswa ada, bangunan belum ada,
guru juga belum ada. Angkatan pertama hanya dua kelas, 67 siswa, dua jurusan,
tapi belum ada pengajar tetap.” Tegasnya. Selama hampir dua tahun, siswa
SMA Negeri 6 belajar sore hari menumpang di SMA Negeri 1. Setelahnya, mereka
sempat berpindah ke SD Inpres Nawaripi selama enam bulan sebelum akhirnya
menempati gedung sendiri pada 2015. Perubahan mulai terasa ketika
gedung permanen dibangun. Kini, SMA Negeri 6 Mimika berdiri kokoh dengan
bangunan tiga lantai, ruang kelas yang memadai, dan fasilitas yang terus
berkembang. “Dari hanya puluhan siswa,
sekarang jumlahnya 1.112. Dulu dari bangunan kayu sederhana, sekarang kita
punya gedung bertingkat yang jadi kebanggaan Mimika,” ujar sang kepala sekolah
dengan senyum bangga. Posisi strategis di pusat kota
membuat sekolah ini menjadi salah satu pilar penting pendidikan menengah di
Mimika. Yang membuat SMA Negeri 6 Mimika
berbeda adalah kepemimpinannya. Dipimpin oleh seorang kepala sekolah asli Papua
yang menjadi perintis pertama, sekolah ini dijalankan dengan prinsip
keterbukaan dan rasa memiliki yang tinggi. “Saya merasa seperti orang tua
kandung bagi sekolah ini. Nanti kalau saya pensiun Agustus tahun depan, rasanya
seperti menitipkan anak kepada orang tua baru,” ujarnya menyentuh hati. Transparansi menjadi prinsip
utama. Setiap awal tahun, pihak sekolah menyusun ARKAS (anggaran belanja
sekolah) bersama guru, staf tata usaha, dan seluruh pihak terkait. Semuanya
dibahas terbuka tanpa ada yang ditutupi. Kini, SMA Negeri 6 bukan hanya
sekolah besar dari segi jumlah siswa, tetapi juga menjadi simbol kemajuan
pendidikan di Mimika. Pemeriksaan rutin dari BPK setiap enam bulan memastikan
pengelolaan keuangan sekolah tetap rapi dan akuntabel. Dengan jumlah siswa kelas X yang
terus meningkat, prospek sekolah ini sangat cerah. Harapan besar disematkan
agar SMA Negeri 6 terus menjadi tempat lahirnya generasi cerdas dan
berintegritas, yang kelak berkontribusi untuk Papua dan Indonesia. Penulis : Fadli Editor : GF
11 Agu 2025, 17:47 WIT
Mahasiswa KKN STIE Jambatan Bulan Sulap Sekolah Jadi Laboratorium Cinta Lingkungan
Papuanewsonline.com, Timika – Suasana di SD Negeri
Mandiri Jaya, Timika, berubah menjadi lebih berwarna. Bukan hanya karena
dekorasi karya siswa, tetapi juga semangat baru yang dibawa oleh mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Jambatan Bulan. Mereka datang dengan sebuah misi:
menanamkan rasa cinta lingkungan kepada generasi penerus melalui program
inovatif bertajuk “Sekolah Cinta Lingkungan”. Program ini bukan sekadar
sosialisasi, melainkan langkah nyata penerapan konsep Adiwiyata — sebuah
program nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mendorong
sekolah untuk berwawasan dan berbudaya lingkungan. Bedanya, mahasiswa KKN ini
mengemasnya dengan metode pembelajaran yang segar, kreatif, dan mengundang
partisipasi aktif siswa. Materi pembelajaran disusun
secara holistik. Siswa diajak mengenali jenis-jenis sampah, memahami proses
pemilahan, hingga mengubahnya menjadi barang bermanfaat. Pendekatan ini
memastikan anak-anak tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mengasah
keterampilan praktis. Dalam sesi hands-on, ruang
kelas disulap menjadi bengkel kreatif. Botol plastik bekas berubah menjadi
tempat pensil warna-warni, sendok plastik disulap menjadi bunga hias, dan
kardus bekas dilahirkan kembali menjadi celengan berbentuk hewan yang lucu.
Semua hasil karya itu dibuat langsung oleh tangan para siswa, dipandu mahasiswa
KKN. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian
kegiatan berjalan lancar. Dukungan kepala sekolah dan guru membuat program ini
lebih mudah dijalankan,” ujar salah satu koordinator KKN penuh antusias. Tak hanya mengandalkan praktek,
mahasiswa KKN memanfaatkan media presentasi PowerPoint interaktif yang dikemas
khusus untuk anak-anak sekolah dasar. Visual penuh warna, animasi sederhana,
dan contoh nyata membuat pesan lebih mudah dipahami. Siswa diperlihatkan fakta
mengejutkan tentang dampak sampah plastik terhadap lingkungan, lalu
diperkenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai solusi. Cara
penyampaian yang ringan tapi sarat makna membuat anak-anak antusias mengangkat
tangan, bertanya, bahkan memberi ide baru untuk mengolah sampah. Keberhasilan program ini tak
lepas dari koordinasi matang. Sejak tahap perizinan di kampus, sosialisasi ke
pihak sekolah, hingga eksekusi di lapangan, semua berjalan dalam suasana
kolaboratif. Kepala sekolah, guru, dan siswa bahu-membahu menyukseskan kegiatan
ini. Antusiasme siswa terlihat jelas.
Hampir semua siswa terlibat aktif, bahkan ada yang membawa sampah dari rumah
untuk diolah bersama di sekolah. “Ini pertama kali saya tahu botol plastik bisa
jadi tempat pensil. Seru sekali,” ujar salah satu siswa sambil tersenyum lebar. Program “Sekolah Cinta
Lingkungan” bukan hanya proyek jangka pendek. Mahasiswa KKN menargetkan agar SD
Negeri Mandiri Jaya dapat menjadi sekolah model Adiwiyata di wilayah Timika.
Budaya peduli lingkungan diharapkan menjadi bagian dari identitas sekolah,
sehingga siswa tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap
keberlanjutan (sustainability). Bila berhasil, konsep ini akan
direkomendasikan untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain di Mimika. Dengan
begitu, pendidikan lingkungan hidup tidak hanya menjadi wacana, tetapi
benar-benar membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda. Penulis : Giant Editor : GF
11 Agu 2025, 17:33 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Patroli Dialogis di Pelabuhan Aikai
Papuanewsonline.com, Paniai – Personel Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz dari sektor Paniai melakukan patroli rutin di kawasan Pelabuhan Aikai pada Minggu (10/8/2025). Patroli ini dipimpin oleh IPDA Nofri Surya Rossa selaku perwira pengendali lapangan dan bertujuan menjaga kestabilan keamanan serta rasa aman masyarakat di area pesisir serta jalur transportasi air yang strategis.Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban (kamtibmas), serta memastikan kondisi di sekitar pelabuhan tetap aman dan kondusif. Masyarakat, termasuk ibu-ibu dan anak-anak, menyambut kehadiran aparat dengan hangat.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyatakan:“Kami mengapresiasi patroli sektor Paniai sebagai contoh nyata dari pendekatan humanis dan profesional. Meskipun tidak selalu hadir di lapangan, kami terus memantau dan mendukung agar hubungan antara aparat dan masyarakat semakin erat dan kepercayaan tumbuh.”Tidak hanya itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan.“Kehadiran kami tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang dekat dengan masyarakat. Pendekatan seperti ini penting untuk memastikan situasi tetap kondusif melalui dialog dan kemanusiaan.” Patroli di Pelabuhan Aikai akan terus berlangsung secara berkala oleh Satgas Operasi Damai Cartenz sebagai upaya antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan serta untuk mempererat hubungan dengan warga setempat. PNO-12
11 Agu 2025, 14:27 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru