logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Satgas Ops Damai Cartenz Jalin Kedekatan Bersama Masyarakat Yalimo Papuanewsonline.com, Yalimo – Suasana sore di Kabupaten Yalimo berubah hangat ketika anggota Satgas Ops Damai Cartenz hadir dan berbaur bersama masyarakat setempat, Senin (27/1). Dengan senyum ramah dan dialog santai, mereka tidak hanya membangun kedekatan, tetapi juga membawa hadiah berupa satu bola kaki dan satu bola voli sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap aktivitas positif di daerah tersebut.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian anggota terhadap masyarakat di wilayah tugas mereka. Salah satu wujud nyata dari kegiatan ini adalah pemberian bantuan berupa satu bola kaki dan satu bola voli kepada masyarakat setempat.“Pemberian bola ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk dukungan kami terhadap aktivitas olahraga dan kebersamaan di Yalimo. Kami berharap masyarakat, terutama anak-anak muda, bisa lebih aktif dalam kegiatan positif,” ujar Kombes Yusuf.Selain menyerahkan bantuan, personel Satgas juga berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan masukan, serta berdiskusi ringan sembari memberikan imbauan Kamtibmas di Yalimo. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.“Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan percaya bahwa kehadiran kami di sini adalah untuk mendukung mereka, bukan hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dalam pembangunan sosial,” tambahnya.Masyarakat yang hadir pun menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengapresiasi inisiatif Satgas Ops Damai Cartenz yang tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.Satgas Ops Damai Cartenz terus berkomitmen untuk menciptakan kedamaian dan keamanan di Papua melalui pendekatan yang humanis dengan masyarakat. PNO-12 28 Jan 2025, 07:47 WIT
Polres Buru Berhasil Gagalkan Penyelundupan 150 Karton Sianida Papuanewsonline.com, Buru Selatan - Aparat Polres Buru kembali berhasil menggagalkan penyelundupan bahan berbahaya dan beracun (B3) diduga jenis Sianida, Senin (27/1/2025).Bahan kimia berbahaya yang diamankan ini berjumlah 150 karton. Sianida tersebut diangkut menggunakan satu unit mobil truck dengan nomor polisi DE 8507 AU. Truck berisi ratusan B3 ini dicegat di dermaga feri Namlea, kabupaten Buru. Truck ini diketahui berangkat dari dermaga fery di kota Ambon.Saat diamankan, karton berisi Sianida ini tertempel nama perusahaan yaitu PT. Hon Chuan Indonesia, dengan costomer name PT. Sinar Sostro Mojokerto.Saat ini barang bukti ratusan karton B3 tersebut dan sopir truk telah diamankan di Polres Buru untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.Kepada polisi, sopir truk berinisial YT, 60 tahun, warga Kudamati Ambon, mengaku, barang tersebut diangkut dari kontainer di Pelabuhan Ambon. "Mobil truk anak saya dicarter untuk muat barang dari konteiner untuk dibawa ke Namlea, saya tidak tau isinya apa," kata YT kepada polisi.Sementara itu, Kasi Penmas Humas Polres Buru, Aipda M.Y.S. Djmaluddin, menjelaskan, penangkapan ini berawal saat dilaksanakan kegiatan rutin dari unit Opsnal Satreskrim Polres Buru bersama Polsek Namlea. Seperti biasanya, tim selalu melakukan pengecekan, patroli dan swiping di seputaran pelabuhan Namlea."Dalam kegiatan itu ditemukan 1 mobil truk berisi muatan yang terindikasi membawa B3 ke gunung botak, setelah itu, Satreskrim Polres Buru bersama Polsek Namlea langsung menggiring sopir dan mobil tersebut ke kantor. Dan saat dicek ternyata isinya bahan kimia beracun jenis CN atau sianida," ujar Jamal (Sapaan akrab Djamaludin)Penangkapan ini, kata Jamal, menambah daftar panjang keberhasilan Kapolres Buru, AKBP. Sulastri Sukidjang, SH., S.I.K., MM, dalam memberantas peredaran B3 di Kabupaten Buru."Sampai saat ini kasus tersebut masih terus dikembangkan. Untuk sopir truk juga masih dimintai keterangan di Polres Buru guna mengungkap siapa pemilik barang berbahaya tersebut," katanya. PNO-12 28 Jan 2025, 07:43 WIT
Tersangka Pengedar Obat Terlarang di Mimika Mengaku Dianiaya Oknum Polisi Dedi dan Anjas Papuanewsonline.com, Timika- Diduga Masih ada tindakan premanisme di Satuan  Narkoba Polres Mimika  dalam melakukan penegakan hukum.Bagaimana tidak, Empat Pelaku Penjual obat terlarang yang tangkap di Mimika beberapa waktu lalu, mengaku kalau  dianiaya secara tidak manusiawi oleh Oknum Polisi Satuan Narkoba Polres Mimika, atas nama Dedi dan Anjas." Kami berempat dianiaya oleh Pak Dedi dan Pak Anjas di dalam ruangan penyidik saat diperiksa, ini masih ada bukti luka memar dan lebam dibagian badan saya," ujar IS salah satu  tersangka didalam ruang tahanan Polres Mimika saat dijenguk Keluarga pada  Minggu (26/1/2025).IS menceritrakan saat diperiksa bersama tiga rekanya, mereka   dianiaya oleh dua Anggota atas nama Dedi dan Anjas.Kata IS, Anggota Sat Narkoba Polres Mimika Dedi dan Anjas melakukan penganiayaan terhadap mereka dengan cara memukul kepala dan leher menggunakan kepalan tangan, selaian itu menendang bagian perut dan bahu, bahkan menggunakan benda tumpul memukul sekujur tubuh para tersangka." Ini bahu saya tasalah, masih ada luka lebam dan memar disekujur tubuh kami, ini salah satu buktinya di paha dan betis saya masi ada tanda," ujar IS sambil menunjuk betisnya yang masi tergores dan memar.IS menyebutkan mereka mendapat perlakukan tidak manusiawi saat diperiksa. " Kami diperlakukan seperti teroris, diinjak, ditendang dan dipukul saat diperiksa dalam ruangan penyidik Satuan Narkoba," ucapnya.Menanggapi hal ini aktivis kemanusian Alvian Hamdani meminta Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman agar memberikan sangsi tegas terhadap anak buahnya sehingga dalam  Penegakan hukum mengedepankan prilaku yang  humanis  yang berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia, keadilan, dan pelayanan kepada masyarakat. " Harus gunakan  penegakan hukum yang humanis dalam tubuh Polri terutama di Timika Papua, dimana Penyidik harus Menghormati hak asasi manusia dan martabat manusia, Memberikan perhatian pada hak-hak korban dan tersangka, Polisi juga harus profesional Berorientasi pada pelayanan, dan Memperlihatkan diri sebagai teman, mitra, dan pelindung masyarakat, bukan main hakim sendiri seperti preman," ungkapnya.Sementara itu,  hingga berita ini dipublikasikan Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman belum dapat dikonfirmasi, Media ini sudah berusaha mengkonfirmasi lewat pesan singkat namun belum ada balasan.(Red) 26 Jan 2025, 22:02 WIT
Wakaops Damai Cartenz-2025 Berbagi Keceriaan Dengan Anak-Anak Yalimo Papuanewsonline.com, Yalimo – Dalam Operasi Damai Cartenz, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga menunjukkan sisi humanisnya dengan bercengkerama bersama anak-anak di Mako Polres Yalimo, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Kamis (25/01). Momen penuh kehangatan ini terjadi ketika Kombes Adarma mengajak anak-anak setempat menikmati tayangan edukatif melalui gawai elektronik yang dipinjamkannya.Anak-anak terlihat antusias mengerumuni gawai tersebut, menghabiskan waktu bersama menikmati tayangan yang disuguhkan. Dalam suasana penuh keceriaan ini, Kombes Adarma tak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga menyampaikan pesan moral kepada generasi muda Kabupaten Yalimo."Anak-anak adalah masa depan bangsa. Saya berharap mereka terus giat belajar, meraih cita-cita, dan kelak menjadi kebanggaan bagi agama, orang tua, bangsa, dan negara," ujar Kombes Adarma.Sebagai bagian dari Operasi Damai Cartenz-2025, kegiatan ini mencerminkan pendekatan humanis yang menjadi salah satu pilar utama operasi untuk menciptakan kedamaian di Papua. Kombes Adarma juga menegaskan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat, terutama anak-anak, agar tumbuh rasa saling percaya antara aparat keamanan dan masyarakat."Kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus Papua. Mereka harus merasakan kehadiran kami sebagai sahabat yang selalu mendukung," tambahnya.Kegiatan semacam ini diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat Papua, sehingga kepercayaan terhadap pemerintah dan upaya menciptakan kedamaian dapat semakin meningkat.Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini pun tampak senang dan termotivasi. "Saya ingin menjadi polisi seperti bapak," ujar salah satu anak dengan wajah berseri-seri.Operasi Damai Cartenz-2025 terus berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis demi menciptakan suasana yang kondusif di wilayah Papua. Kombes Adarma menutup kegiatan tersebut dengan doa dan harapan besar untuk masa depan cerah anak-anak Papua. PNO-12 26 Jan 2025, 19:02 WIT
Sebarkan Informasi Hoax, Polri Bongkar Strategi Murahan KKB Papuanewsonline.com, Jayapura - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus menyebarkan informasi palsu atau hoax demi menarik perhatian publik. Salah satu bentuk propaganda yang dilakukan adalah membawa warga negara asing (WNA) untuk membuat video dokumenter palsu yang kemudian disebarkan melalui media sosial.Hal ini disampaikan oleh Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, sebagai tanggapan atas beredarnya video hoax yang menuduh TNI-Polri melakukan pengeboman hingga menyebabkan kebakaran sejumlah bangunan.“Video yang beredar tersebut sebenarnya adalah dokumentasi kebakaran Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada tahun 2021. Kebakaran itu dilakukan oleh KKB, tetapi videonya telah diedit dan dinarasikan seolah-olah akibat bom yang dijatuhkan oleh TNI-Polri,” ujar Brigjen Pol Faizal.KKB juga mencoba membangun narasi bahwa mereka melawan pemerintah menggunakan alat perang tradisional. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. KKB justru menggunakan senjata api untuk melakukan penembakan terhadap aparat keamanan dan masyarakat sipil. Selain itu, mereka juga terlibat dalam tindakan kriminal lain, seperti pemerkosaan, pembakaran fasilitas publik, dan aksi kekerasan lainnya.Brigjen Pol Faizal menambahkan, tindakan kriminal KKB tidak hanya terbatas pada aksi kekerasan. Pada tahun 2021, KKB juga dilaporkan melakukan pemerkosaan terhadap tenaga kesehatan (nakes). Tindakan ini dinilai sebagai kejahatan tidak berperikemanusiaan yang melanggar hak asasi manusia (HAM).Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat Papua untuk tidak mudah percaya pada informasi hoax yang disebarkan oleh KKB maupun Kelompok Kriminal Politik (KKP). “Propaganda ini bertujuan untuk memecah belah dan menciptakan ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyaring informasi yang diterima,” ujar Kombes Pol Yusuf.Polri dan TNI terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Papua, serta mengupayakan langkah-langkah tegas untuk mengatasi aksi-aksi provokasi yang dilakukan oleh KKB. PNO-12 26 Jan 2025, 18:50 WIT
Komitmen Tuntaskan Misi Kemanusiaan, Polri Pastikan Identifikasi Jenazah Kebakaran Glodok Papuanewsonline.com, Jakarta - Polisi memastikan identifikasi korban kebakaran Glodok Plaza akan terus berjalan. Sebab, identifikasi jenazah ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri. "Misi kemanusiaan ini kami lakukan agar dapat segera mengidentifikasi orang hilang berdasarkan barang bukti, berdasarkan jejak jenazah yang ditemukan dari 12 kantong jenazah," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Ade Ary Syam Indradi, Sabtu (25/1/25).Sejauh ini, tim disaster victim identification (DVI) Polri masih mengidentifikasi 9 dari total 12 jenazah yang ditemukan. Terakhir, tiga jenazah korban kebakaran di Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, telah teridentifikasi.Menurut Kabid Humas, tujuan utama proses identifikasi ini adalah untuk memastikan identitas para korban. Sehingga, jenazah dapat segera dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak."Sehingga, hasil proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI ini tujuan utamanya agar jenazah dapat didentifikasi dan dapat segera dikembalikan kepada keluarganya untuk dapat dimakamkan secara layak," jelasnya.Ditambahkan Kombes. Pol. Ade Ary, misi kemanusiaan Polri ini dilaksanakan mulai dari proses pencarian jenazah, penyisiran di TKP dan evakuasi korban ke RS Polri untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI."Identifikasi dilakukan berdasarkan data dari antemortem yang diserahkan oleh keluarga yang melaporkan kehilangan keluarganya, kemudian dilakukan proses identifikasi dan akhirnya didapatkan data postmortem," ujarnya.Kemudian, dilakukan rekonsiliasi hingga akhirnya disimpulkan bahwa jenazah atau body part sudah teridentifikasi atau tidak. Sehingga, selanjutnya dapat segera dikembalikan atau diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman secara wajar.Kombes. Pol. Ade Ary pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kebakaran tersebut. Ia menyatakan, Polri berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus kebakaran maut ini."Tentunya kami menghaturkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan komitmen kami untuk mengusut tuntas kasus ini secara prosedural, proporsional dan profesional," ujarnya. PNO-12 26 Jan 2025, 18:43 WIT
Bertegur Sapa Dengan Warga, Kombes Pol Yusuf: Kenyamanan Kalian Mewujudkan Papua Aman dan Harmonis Papuanewsonline.com, Papua – Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyapa masyarakat Yalimo di Bandara Elelim pada Jum'at pagi (24/1/2025) untuk menciptakan suasana penuh kehangatan dan keakraban. Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat, yang tampak antusias berbagi senyuman dalam momen yang mencerminkan harmoni dan kedamaian.Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan bahwa Polri, melalui Operasi Damai Cartenz, hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman dari berbagai ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua."Kehadiran Polri melalui Ops Damai Cartenz membawa kedamaian untuk masyarakat Papua. Kami hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam keterangannya.Momen bahagia semakin terasa ketika para pedagang lokal, terutama penjual pinang, menyambut kedatangan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz dengan senyum hangat yang menghiasi wajah mereka. Interaksi sederhana ini mencerminkan hubungan erat antara aparat keamanan dan masyarakat Papua, sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di Papua tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kepercayaan masyarakat.Dengan Operasi Damai Cartenz, Polri berkomitmen untuk terus menciptakan kedamaian dan harmoni di tengah masyarakat Papua, menjaga Bumi Cenderawasih tetap aman dan damai. PNO-12 26 Jan 2025, 18:25 WIT
Kapolres Buru Panen Jagung di Desa Wailo Papuanewsonline.com, Buru - Kapolres Buru, AKBP. Sulastri Sukidjang, SH, S.I.K, MM, melakukan panen jagung di Desa Wailo, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Sabtu (25/1/2025).Turut hadir dalam kegiatan panen jagung untuk mensukseskan program Presiden RI yakni swasembada pangan ini yaitu Wakapolres Kompol Akmil Djapa, S.Ag, beserta para pejabat utama Polres Buru.Kapolres menjelaskan, jagung yang dipanen di lahan seluas 2 hektar milik Bhabinkamtibmas Waetina Briptu Slamet Mujianto ini adalah jenis paragon. Masa tanamnya hanya selama 75 hari.Menurutnya, panen kali ini adalah yang ketiga kali dilakukan oleh Polres Buru. Sebelumnya, hal serupa juga telah dilakukan di lahan Polsek Namlea, dan Waiperang.Kapolres mengatakan, Polres Buru menargetkan dalam tahun 2025 ini dapat menanam jagung sebanyak 10 hektar. "Saat ini Polres Buru telah menanam jagung sebanyak 6 hektar dari target 10 hektar," ucap Kapolres.Program penanaman jagung, Kapolres menjelaskan tidak hanya untuk menumbuhkan ekonomi desa tetapi juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.Kapolres juga memberi apresiasi kepada seluruh Polsek jajaran dan Bhabinkamtibmas yang telah bekerjasama dengan kelompok tani dan masyarakat setempat dalam mewujudkan program ini."Kami terus mendorong kreativitas dan inovasi di setiap desa di kecamatan agar program ini dapat berjalan maksimal. Mari kita optimalkan program penanaman jagung ini," pungkasnya. PNO-12 26 Jan 2025, 18:21 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT