Papuanewsonline.com
Alumni Akpol 1990 Gelar Bakti Sosial di Balikpapan
Papuanewsonline.com, Balikpapan - Dalam rangka memperingati 35 tahun masa pengabdian, Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 Batalyon Dhira Brata menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Kota Balikpapan, pada Rabu (1/10/2025) pagi.Kegiatan yang digelar di Mapolresta Balikpapan ini merupakan bentuk kepedulian alumni Akpol 1990 terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya para pengemudi ojek online dan buruh di Kota Balikpapan.Ketua Tim Bakso alumni Akpol 1990 Batalyon Dhira Brata, Irjen Pol Drs Hudit Wahyudi, M.Hum, M.Si, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi oleh Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Rudi Hartono, SH, SIK, yang juga Alumni Akpol 1990 dan Kapolresta Balikpapan KBP Anton Firmanto, SH, SIK, M.SI, serta Wakil Wali Kota Balikpapan Bambang Susetyo dan Forkopimda Kota Balikpapan.Sebanyak 1.500 paket sembako dibagikan langsung kepada masyarakat di Kota Balikpapan. Sementara untuk di Kaltim sendiri, total ada 3.000 paket yang disalurkan oleh para alumni Akpol 1990, tersebar di berbagai wilayah.Irjen Pol Hudit menyebutkan, Kaltim menjadi provinsi ke-38 yang disinggahi dalam rangkaian kegiatan bakti sosial ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian sosial alumni Akpol 1990 terhadap masyarakat.“Di Kaltim ini, kami hadir sebagai bagian dari warga negara untuk menunjukkan keteladanan dan berempati kepada masyarakat yang mungkin belum merasakan kebahagiaan seperti kita. Rezeki yang kita dapat sebagian adalah milik orang lain,” ungkapnya.Irjen Pol Hudit menambahkan untuk sasaran baksos ini mulai dari masyarakat terdekat, kemudian akan meluas sehingga semua bisa merata dengan waktu, kerjasama, dan kolaborasi bersama masyarakat lainnya. Ia berharap doa semua elemen masyarakat agar kegiatan ini bisa berlanjut terus.“Bakti sosial ini menjadi wujud sinergi alumni Akpol 1990 dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat Kalimantan Timur, sebagai komitmen menjaga kebersamaan dan kepedulian sosial,” tandasnya.*WAKIL WALIKOTA BALIKPAPAN APRESIASI ALUMNI AKPOL 1990*Wakil Walikota (Wawali) Balikpapan, Bagus Susetyo, memberikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 yang menginisiasi kegiatan bakti sosial (baksos) di Kota Balikpapan, Rabu (1/10/2025).Menurut Bambang Susteyo, baksos ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang terus dijaga meskipun para alumni telah lama menunaikan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.“Bakti sosial ini tidak hanya mencerminkan nilai kebersamaan dan solidaritas, namun juga mengingatkan kita semua bahwa membangun kota dan masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus bergotong royong, bersinergi, dan saling membantu,” ujar Bagus Susetyo dalam sambutannya, Rabu (01/10/2025).Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dalam kondisi apapun, baik difasilitasi oleh pemerintah kota, kepolisian, maupun elemen masyarakat lainnya. Dengan begitu, manfaat yang dirasakan masyarakat bisa semakin luas sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah, kepolisian, alumni Akpol, dan seluruh elemen masyarakat.“Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal ibadah, membawa keberkahan, serta semakin memperkuat semangat pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” tambahnya.Wawali juga menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat melaksanakan kegiatan bakti sosial kepada seluruh pihak yang terlibat.*OJOL DAN BURUH BALIKPAPAN APRESIASI BAKSOS ALUMNI AKPOL 1990*Kegiatan bakti sosial alumni Akpol 1990 juga mendapat sambutan hangat dari berbagai lapisan masyarakat di Balikpapan. Tidak hanya pemerintah kota dan jajaran kepolisian, komunitas pekerja seperti ojek online (ojol) dan serikat buruh juga turut memberikan apresiasi.Bang Joe, salah satu perwakilan ojol yang hadir, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, bakti sosial ini menjadi bukti kepedulian nyata terhadap masyarakat kecil.“Menurut saya sangat luar biasa, dimana bentuk bakti sosial dari Akademi Kepolisian angkatan 90 terhadap masyarakat, seperti kami dari ojol dan juga ada teman dari buruh. Harapan kami kegiatan ini bukan hanya untuk tahun ini atau bulan ini, kalau bisa menjadi agenda rutin dari alumni Akpol 1990,” ucap Bang Joe.Sementara itu, Ani Guntur, perwakilan dari Serikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Sarbumusi NU), juga menyampaikan apresiasi yang tinggi. Ia menyebut, perhatian dari para alumni Akpol 90 memberikan semangat baru bagi para buruh.“Tanggapannya sangat positif, kami dari serikat buruh merasa bangga atas perhatiannya kepada kami. Harapan kami semoga terus berjaya, semangat, dan semoga Allah SWT memberikan kesehatan buat kita semua,” kata Ani Guntur.Kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan bisa menjadi inspirasi sekaligus mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat.*1.500 MASYARAKAT BALIKPAPAN TERIMA BANTUAN SOSIAL*Kapolresta Balikpapan KBP Anton Firmanto, SH, SIK, M.Si menjelaskan, sebanyak 1.500 penerima manfaat akan mendapat bantuan sosial yang dibagikan secara merata ke seluruh kelurahan di Balikpapan.“Kalau tadi hanya simbolis sekitar 300 paket yang diserahkan kepada perwakilan penerima manfaat. Sisanya akan langsung disebar ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Kapolresta Balikpapan.Menurutnya, pendistribusian bantuan akan difokuskan ke kawasan padat penduduk dan wilayah permukiman yang tergolong slum area. Hal ini agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu.Anton menambahkan, kegiatan bakti sosial ini sekaligus menjadi wujud nyata silaturahmi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan masyarakat.“Seperti yang disampaikan Bapak Wakapolri, ini adalah bentuk silaturahmi Polri dengan masyarakat. Sekaligus kebersamaan kita untuk menjaga situasi Kota Balikpapan tetap aman dan kondusif,” tegasnya.Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 35 tahun pengabdian Akpol Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Balikpapan, Kalimantan Timur. PNO-12
03 Okt 2025, 11:40 WIT
Ratusan Pencaker Papua Pegunungan Temui Wakil Gubernur, Suarakan Harapan akan Lapangan Kerja
Papuanewsonline.com, Jayapura — Ratusan
pencari kerja (pencaker) dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan
memadati ruang pertemuan di Jayapura pada Kamis (2/10/2025). Mereka datang
dengan satu tujuan: menyampaikan aspirasi dan harapan masa depan kepada
pemerintah daerah. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Papua,
Dr. Ones Pahabol, bersama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua
Pegunungan, Matias Wenda. Dalam dialog yang berlangsung
penuh antusias, para pencaker menyampaikan beragam persoalan yang mereka
hadapi. Mulai dari keterbatasan lapangan kerja, minimnya akses pendidikan dan
pelatihan vokasi, hingga pentingnya perhatian lebih terhadap masyarakat adat
dan lokal dalam kebijakan pembangunan. Menanggapi aspirasi tersebut,
Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan
menutup mata. Menurutnya, masa depan Papua sangat bergantung pada generasi muda
yang hari ini sedang berjuang mencari peluang. “Pemerintah daerah berkomitmen
mendengarkan dan menanggapi aspirasi masyarakat. Kami akan terus berupaya
meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua melalui kebijakan yang tepat dan
efektif, terutama dalam membuka peluang kerja dan meningkatkan kualitas sumber
daya manusia,” ujar Ones Pahabol. Ia juga menekankan bahwa dialog
seperti ini penting untuk membangun kepercayaan antara rakyat dan pemerintah,
sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan lahir dari kebutuhan nyata
masyarakat. Dalam pertemuan tersebut,
sejumlah perwakilan pencaker secara bergantian menyampaikan tuntutan mereka.
Salah satunya adalah kebutuhan akan pendidikan dan pelatihan kerja yang relevan
dengan kebutuhan pasar. “Kami berharap ada kebijakan yang
membuka jalan lebih luas bagi anak-anak Papua untuk mendapat pendidikan dan
pelatihan keterampilan, agar bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar,”
ungkap salah satu peserta pertemuan. Selain itu, para pencaker juga
menyoroti kurangnya transparansi dalam rekrutmen tenaga kerja di beberapa
sektor strategis. Mereka meminta pemerintah lebih tegas memastikan keterlibatan
masyarakat lokal, terutama pemuda Papua, dalam setiap peluang kerja yang
tersedia. Wakil Gubernur Ones Pahabol
menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi dan
pengkajian untuk merumuskan langkah konkret menindaklanjuti aspirasi ini. “Pemerintah daerah akan bekerja
sama dengan berbagai pihak, baik lembaga pendidikan, sektor swasta, maupun
pemerintah pusat, untuk memastikan bahwa masyarakat Papua, khususnya generasi
muda, memiliki akses lebih luas terhadap lapangan kerja,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan
masyarakat Papua Pegunungan adalah prioritas utama, dan pemerintah siap
merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat adat. Pertemuan ini dinilai sebagai
momentum penting yang membuka ruang komunikasi antara pencaker dan pemerintah.
Banyak pihak berharap bahwa dialog ini tidak hanya berakhir di meja pertemuan,
tetapi benar-benar menghasilkan kebijakan nyata yang mampu mengurangi angka
pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua. Penulis: Hend Editor: GF
02 Okt 2025, 12:24 WIT
Eksploitasi Tambang Emas Blok Wabu di Intan Jaya Menimbulkan Kekhawatiran Rakyat Papua
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Rencana besar pemerintah Indonesia untuk melakukan eksploitasi tambang emas
Blok Wabu di Intan Jaya, Papua, kini semakin jelas arahnya. Berdasarkan hasil
rapat gabungan antara Kementerian ESDM, Komite II DPD RI, dan Komisi XII DPR RI
pada 15 November 2024, diputuskan bahwa operasi tambang akan dimulai pada Maret
2026. Lima perusahaan besar
dipersiapkan untuk menjalankan proyek ambisius ini, termasuk PT ANTAM dan PT
Freeport Indonesia. Blok Wabu sendiri dikenal memiliki cadangan emas bernilai
ratusan triliun rupiah, menjadikannya salah satu potensi tambang terbesar di
Indonesia bahkan dunia. Untuk mendukung kelancaran
proyek, pemerintah telah melakukan pengerahan militer dalam skala besar. Saat
ini terdapat 31 pos TNI aktif di Intan Jaya, sebuah jumlah yang mencerminkan
konsentrasi kekuatan negara di wilayah tersebut. Langkah ini disebut sebagai upaya
untuk menjaga keamanan, baik dari potensi gangguan kelompok bersenjata maupun
dinamika sosial-politik di lapangan. Namun, pengerahan militer juga menimbulkan
pertanyaan serius: apakah pengamanan ini benar-benar demi rakyat Intan Jaya
atau justru lebih banyak untuk kepentingan eksploitasi tambang emas? “Tanah kami kini dijaga ketat
bukan untuk kepentingan rakyat Papua, melainkan untuk kepentingan kolonial
Indonesia dan dunia internasional,” kata Marten Hagisimijau, Aktivis Mahasiswa
Papua, dalam keterangannya. Masyarakat Intan Jaya, yang
sebagian besar menggantungkan hidup dari pertanian tradisional, kini dihadapkan
pada ancaman hilangnya ruang hidup dan ketidakpastian masa depan. Kehadiran
tambang emas berskala besar berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius,
mulai dari kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga memicu gelombang
pengungsian akibat konflik bersenjata. Di sisi lain, pemerintah pusat
berargumen bahwa proyek ini akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional
sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua. Namun, pengalaman
dari proyek-proyek tambang sebelumnya membuat sebagian warga skeptis, lantaran
manfaat ekonomi sering kali tidak sebanding dengan kerugian sosial dan
lingkungan yang ditanggung masyarakat lokal. Rencana eksploitasi Blok Wabu
mencerminkan persimpangan besar bagi Papua. Di satu sisi, ada harapan akan
peningkatan ekonomi nasional dan regional. Namun di sisi lain, ada ancaman
terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat dan kelestarian lingkungan. Dengan segala dinamika ini,
keputusan pemerintah untuk melanjutkan eksploitasi Blok Wabu pada 2026
dipastikan akan terus menjadi perdebatan hangat, baik di tingkat lokal,
nasional, maupun internasional. Penulis: Hendrik Editor: GF
30 Sep 2025, 20:37 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pemeriksaan Ribuan Kepiting Hidup Senilai Rp74 Juta
Papuanewsonline.com, Mimika – Balai
Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah)
kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung ekspor komoditas perikanan
dari Papua. Sebanyak 2.580 ekor kepiting hidup dengan nilai ekonomi mencapai Rp74
juta menjalani pemeriksaan ketat sebelum diterbangkan ke Singapura melalui Pos
Pelayanan Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Jumat (26/09/2025). Pemeriksaan ribuan kepiting ini
dilakukan secara detail, mencakup kondisi fisik, kesehatan, serta kemungkinan
adanya luka, parasit, maupun penyakit yang bisa mengancam kualitas produk. Tak
hanya itu, petugas juga memeriksa standar kebersihan dan kelayakan wadah
pengangkut, termasuk suhu dan kadar oksigen, agar kepiting dapat bertahan hidup
selama perjalanan ekspor yang memakan waktu berjam-jam. “Proses ini penting untuk
memastikan setiap kepiting dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak
konsumsi. Hal ini menjadi jaminan kualitas bagi mitra dagang kita di luar
negeri,” jelas Anton Panji Mahendra, Kepala Karantina Papua Tengah. Anton menegaskan bahwa
pemeriksaan karantina bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian
dari upaya menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia.
Menurutnya, kualitas ekspor yang baik akan berdampak langsung pada
keberlanjutan perdagangan serta peningkatan ekonomi daerah. “Setiap komoditas yang diekspor
harus dipastikan sehat, bebas hama penyakit, serta sesuai standar negara
tujuan. Kita tidak hanya melindungi sumber daya hayati dalam negeri, tapi juga
menjaga nama baik dan reputasi Indonesia di mata dunia,” tegasnya. Selain itu, Karantina Papua
Tengah terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai
dari nelayan, eksportir, hingga pemerintah daerah dan pusat, demi meningkatkan
volume dan kualitas ekspor dari Papua Tengah. Komoditas seperti kepiting hidup,
udang, ikan, maupun hasil tumbuhan menjadi andalan daerah dalam mendukung perekonomian
lokal sekaligus devisa negara. “Papua Tengah punya potensi besar
di sektor perikanan dan kelautan. Jika dijaga dengan baik, ekspor kita bisa
terus meningkat, memberi manfaat bagi masyarakat lokal dan mengangkat nama
Papua di pasar global,” tambah Anton. Program pemeriksaan dan
pengawasan ketat ini juga membawa harapan besar bagi para nelayan Mimika.
Dengan kualitas produk yang terjamin, akses ke pasar internasional semakin
terbuka luas, sehingga hasil tangkapan mereka dapat bernilai lebih tinggi. Pemerintah pun berharap agar
peningkatan ekspor ini berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat pesisir
dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan. Penulis: Jid Editor: GF
29 Sep 2025, 23:34 WIT
YPMAK Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Wania Lewat Pengembangan Kebun Pisang
Papuanewsonline.com, Mimika – Upaya
pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Mimika kembali mendapat perhatian melalui
program yang digagas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Melalui Divisi Perencanaan Program Ekonomi, YPMAK secara resmi membentuk Kelompok
Kerja (Pokja) Ekonomi di Kelurahan Wania, Distrik Mimika Timur. Program ini bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga asli suku Amungme dan Kamoro,
dengan mengembangkan sektor perkebunan berbasis potensi lokal. YPMAK mengalokasikan dana sebesar
Rp250 juta untuk program ini, dengan perincian Rp200 juta ditujukan bagi
kegiatan masyarakat dan Rp50 juta untuk biaya operasional tim Pokja. Pokja yang dibentuk beranggotakan
lima perwakilan masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari tokoh adat, agama,
perempuan, pemuda, hingga perwakilan tokoh masyarakat. Kelima pengurus terpilih
adalah Fidelis F. Ukupako, Hendrikus Mauri, Ludiwina Weayo, Emanuel Ukapoka,
dan Stevy Imbiri. Menurut Yulius Cenawatme, Staf
Divisi Sosial Ekonomi YPMAK, Pokja akan bekerja selama delapan bulan dengan
pendampingan penuh dari YPMAK. Ia menegaskan, program awal yang disepakati
masyarakat adalah pengembangan kebun pisang sebagai komoditas utama. “Lahan sudah tersedia dan bahkan
beberapa tanaman sudah ada. Tinggal menunggu pencairan dana, masyarakat bisa
langsung melanjutkan pekerjaan berkebun,” jelas Yulius. Ketua Pokja terpilih, Fidelis F.
Ukupako, mengapresiasi kunjungan YPMAK dan menegaskan bahwa program ekonomi ini
menjadi tonggak penting bagi Kelurahan Wania. “Kami sudah menyiapkan lahan
sekitar satu hektar. Ada tanaman pisang yang sudah tumbuh, tinggal kami perluas
lagi dan tambah jumlahnya. Harapannya hasil kebun ini bisa menopang ekonomi
keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat,” ujarnya dengan penuh
optimisme. Program kebun pisang ini
diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Selain
sebagai sumber pangan, hasil panen juga dapat dipasarkan untuk meningkatkan
pendapatan keluarga. YPMAK menegaskan bahwa
pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan dana semata,
tetapi juga melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar program
benar-benar berjalan sesuai tujuan. Dengan semangat gotong royong
yang ditunjukkan masyarakat Wania, program ini menjadi contoh nyata bagaimana
kolaborasi antara lembaga dan masyarakat lokal dapat menghadirkan kemandirian
ekonomi berbasis potensi wilayah. Penulis: Abim Editor: GF
29 Sep 2025, 23:26 WIT
Gempa Guncang Tanggamus, 9 Rumah Warga Rusak
Papuanewsonline.com, Lampung – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Jumat malam (26/9/2025) sekitar pukul 21.55 WIB. Akibat gempa dangkal tersebut, sedikitnya sembilan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan proses pendataan dan rehabilitasi terhadap rumah-rumah warga yang terdampak."Tadi malam sekitar pukul 21.55 WIB terjadi gempa di wilayah Kabupaten Tanggamus. Ada beberapa wilayah yang terdampak dan di antaranya beberapa rumah warga juga ada yang mengalami kerusakan," katanya, Sabtu (27/9/2025)."Untuk total rumah yang mengalami kerusakan hingga kini terdata sebanyak 9 unit. Namun informasi masih terus dikumpulkan oleh Polres Tanggamus dan jajaran," lanjutnya.Kombes Yuni menambahkan, saat ini sejumlah posko darurat telah didirikan oleh Polres Tanggamus bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak."Hari ini tim berfokus pada proses evakuasi, rehabilitasi terhadap rumah-rumah warga yang terdampak. Untuk korban jiwa alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan," imbuhnya.Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. PNO-12
27 Sep 2025, 18:28 WIT
Bapenda Mimika Hadirkan Layanan Pajak Keliling di Kamoro Jaya, Masyarakat Antusias Bayar PBB
Papuanewsonline.com, Mimika —
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika terus menggencarkan inovasi
pelayanan publik di bidang perpajakan. Kamis (25/09/2025), Bapenda melalui
bidang PBB-P2 & BPHTB menghadirkan mobil pelayanan pajak keliling di
Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania. Kehadiran layanan jemput bola ini
langsung disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya warga SP 1. Dalam program ini, warga dapat
melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2),
pendaftaran data PBB-P2, hingga konsultasi terkait berbagai kewajiban pajak
daerah. Langkah ini dinilai efektif karena menghadirkan pelayanan langsung ke
tengah masyarakat tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor Bapenda. “Kegiatan ini sangat mempermudah
bagi kami warga. Tidak perlu lagi ke kantor Bapenda, cukup di kelurahan kami
bisa langsung bayar pajak,” ungkap Rahman, warga Kamoro Jaya yang memanfaatkan
layanan tersebut. Bapenda Mimika mengapresiasi
tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dalam membayar pajak.
Pembayaran PBB-P2 tepat waktu bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bentuk
nyata dukungan masyarakat terhadap pembangunan di Kabupaten Mimika. “Pajak yang dibayarkan warga akan
kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami berterima kasih kepada
seluruh wajib pajak yang telah taat,” kata salah satu pejabat Bapenda yang
mendampingi kegiatan tersebut. Selain mempermudah layanan,
program pajak keliling ini juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi mengenai penghapusan
denda PBB-P2 berdasarkan Peraturan Bupati Mimika Nomor 49 Tahun 2025. Program
keringanan ini berlaku mulai 27 Agustus hingga 30 November 2025, dan menjadi
kesempatan bagi masyarakat untuk melunasi kewajiban pajak tanpa terbebani biaya
tambahan. “Dengan adanya kebijakan ini,
kami mendorong warga agar memanfaatkan waktu yang ada untuk segera melunasi
kewajibannya. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat,”
tambahnya. Antusiasme masyarakat Kamoro Jaya
yang berbondong-bondong datang ke kantor kelurahan menunjukkan bahwa pendekatan
layanan jemput bola ini berhasil membangun motivasi. Tidak hanya mempermudah,
program ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa “pajak dibayar, pembangunan
lancar” bukan sekadar slogan, melainkan kunci keberlanjutan pembangunan daerah. Dengan keberhasilan pelaksanaan
program di Kamoro Jaya, Bapenda Mimika berkomitmen untuk memperluas layanan
pajak keliling ke wilayah-wilayah lain di Kabupaten Mimika. Penulis: Jid Editor: GF
26 Sep 2025, 05:06 WIT
Masyarakat Antusias Sambut Pasar Murah Yang Diselenggarakan Polda Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) dan Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) bekerjasama dengan Bulog Maluku serta Dinas Perindag Maluku menggelar kegiatan Pasar Murah.Pasar murah yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat ini berlangsung di kawasan Mangga Dua belakang Kampus PGSD, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Kamis (25/9/2025).Dalam kegiatan itu, Direktur Binmas Polda Maluku, Kombes Pol. Hujra Soumena S.I.K., M.H turut hadir melakukan pemantauan. Turut hadir personel Polsek Nusaniwe, sejumlah ketua RT dan tokoh masyarakat setempat.Kegiatan pasar murah menyediakan kebutuhan pokok masyarakat. Seperti beras SPHP sebanyak 10 ton, telur ayam 50 ikat (300 rak), minyak goreng minyak kita 16 karton (240 liter), gula pasir legine 3 karung (72 kg), bawang putih 50 kg, bawang merah 50 kg dan air mineral cleo botol kecil 10 karton.Pasar murah mendapat antusiasme masyarakat. Warga di kawasan tersebut berbondong-bondong datang membeli kebutuhan pokok rumah tangga.Ketua Rt. 003/01 Kelurahan Mangga Dua, Erwin H. Telussa Sp, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Maluku dan instansi terkait yang telah menyelenggarakan kegiatan pasar murah."Kami memberikan apresiasi atas kegiatan Pasar murah yang dilakukan Polda Maluku di kawasan kami," kata Erwin.Ia menilai kegiatan pasar murah yang dilaksanakan sangat membantu masyarakat. "Ini sangat bermanfaat sekali bagi warga, apalagi nanti dilaksanakan menjelang Natal," harapnya.Kegiatan ini, lanjut Erwin diharapkan bisa rutin diselenggarakan, sehingga dapat membantu masyarakat, khususnya di kawasan Mangga Dua. "Kami harapkan kedepannya bisa kembali digelar Pasar murah seperti ini di sini," pintanya.Senada, Ketua Rt. 001/02 Air Mata Cina, Asri Rahim, yang ikut hadir dan berbelanja kebutuhan pokok, juga memberikan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan program pasar murah."Kami juga berharap pasar murah bisa terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang ada di kawasan sini dan semoga dengan kegiatan ini Polda Maluku semakin jaya," ucapnya. PNO-12
25 Sep 2025, 19:28 WIT
PIA Ardhya Garini Lanud YKU Timika Panen Tomat dan Cabai Bersama Warga
Papuanewsonline.com, Mimika —
Senyum dan semangat warga Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru,
terpancar pada Rabu (24/09/25) saat PIA Ardhya Garini Cabang 4/D.III Lanud
Yohanis Kapiyau (YKU) Timika bersama masyarakat setempat melakukan panen tomat
dan cabai. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PIA AG Lanud YKU dalam
mendukung pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian. Panen perdana ini berlangsung di
lahan milik Kelompok Tani Angkasa Mandiri Sejahtera, kelompok binaan yang
selama ini mendapat pendampingan dari PIA AG dan jajaran Lanud YKU. Ketua PIA AG Cab. 4/D.III Lanud
YKU, Ny. Rika A.E. Rangkuti, yang turun langsung ke kebun bersama pengurus,
mengungkapkan kebanggaannya atas hasil kerja keras para petani binaan. “Kami berharap panen ini bisa
menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian sebagai
penopang kemandirian dan kesejahteraan bersama,” ungkap Ny. Rika. Ia menambahkan, pertanian lokal
harus terus didorong agar tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi
juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga Mimika. Rangkuti menyampaikan apresiasi
kepada para petani yang dengan tekun merawat lahan dan memanfaatkan potensi
alam setempat. Menurutnya, keberhasilan panen tomat dan cabai ini merupakan
bukti bahwa masyarakat mampu mandiri jika diberi kesempatan, bimbingan, dan
dukungan berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan panen,
Letda Tek Nasrul Al Huda (Ps. Kasikomsosdirga Lanud YKU), Serka Kasimirus Anitu
(Babinpotdirga Lanud YKU), serta Staf PPL Dinas Pertanian Lapangan Mimika,
Bapak Yutius. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi antara TNI AU,
pemerintah daerah, dan masyarakat dapat berjalan efektif untuk membangun
kampung yang produktif. “Panen ini adalah hasil nyata
dari kerja bersama. Kami ingin membuktikan bahwa TNI AU melalui PIA AG bukan
hanya hadir di udara, tetapi juga menyatu dengan masyarakat di darat,” ujar
Letda Tek Nasrul. Bagi masyarakat Wonosari Jaya,
hasil panen ini tidak hanya sebatas tomat dan cabai yang bisa dibawa pulang,
melainkan juga simbol keberhasilan pembinaan yang dijalankan dengan
konsistensi. Lebih dari itu, kegiatan ini mempererat hubungan kebersamaan antara
PIA AG, Lanud YKU Timika, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sektor pertanian pun diharapkan
terus menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian pangan lokal,
sekaligus jalan menuju kesejahteraan masyarakat Mimika. Penulis: Jidan Editor: GF
25 Sep 2025, 17:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru