Papuanewsonline.com
Direksi Freeport Mangkir RDP DPRK, Billy Lali: Ini Bukan Alpa Tapi Pembangkangan
Pemprov Papua Lawan Putusan MA, Kuasa Hukum: Gubernur Papua Lakukan Pembangkangan Hukum
Putusan Inkrah, Eksekusi Tuntas, Pemprov Papua Belum Bayar Ganti Rugi Tanah Ring Road
Korupsi Pendidikan Rp 16,9 Miliar di Mamberamo Raya Mengendap di Kejati Papua, Pemuda: Dijadikan ATM
KAI Dan BRIN Perkuat Riset Automatic Train Protection, Roadmap Disiapkan Hingga Triwulan II 2027
Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi Berbasis Digital
DPR Papua Pegunungan Meledak: Efisiensi Picu Kelaparan, Pokir 1,5 Tahun Tak Pernah Diakomodir
LKPJ 2025 Diparipurna Hari Ini, Pemuda Muslim Mimika: DPRK Jangan Mandul
Amnesty Desak Penegakan Hukum Atas Kasus Main Hakim Sendiri Di Tabanan Dan Morowali
Jenderal TPNPB Perintahkan Pasukan di 36 Kodap Tembak Mati Barisan Merah Putih dan Agen Intelijen
BERITA TAG Politik
Homepage
Diskusi Terbuka OKIA Menghadapi Dinamika Politik di Mimika
Papuanewsonline.com, MIMIKA - Senin 09 Januari
2023 bertempat di Honai OKIA diadakan pertemuan yang dihadiri Tokoh Adat, Tokoh
Masyarakat dan Tokoh Pemuda asli Papua di MimikaPertemuan tersebut membahas dinamika politik daerah di tahun
2023 menuju 2024 yang secara nasional mulai memanas melalui tahapan-tahapannya.Dalam Diskusi Terbuka tersebut ada beberapa point penting yang
direkomendasikan OKIA, yaitu : Pertama, OKIA mendorong kader Amungme dan Kamoro
serta Papua lainnya agar segera mendaftar ke partai politik sebagai anggota legislative
di tingkat Kabupaten, Propinsi dan Pusat. Kedua, OKIA
meminta kepada 19 Partai Politik yang ada di Kabupaten Mimika agar memberikan
kesempatan pada Orang Asli Papua yang ingin mencalonkan diri melalui Partai
Politik.Ketiga, OKIA menyarankan kader Amungme Kamoro dan Papua lainnya
agar tidak berebut dan berharap masyarakat memberi dukungan kepada anak asli
PapuaKeempat, para anggota DPRD Mimika yang sudah mengabdi lebih dari 2
atau 3 periode (10-15 tahun) agar segera pindah ke DPRD Propinsi atau DPR RI
agar membuka kesempatan atau regenerasi kepada anak-anak muda lainnya.Dan yang Kelima, untuk DPRD jalur Otsus dan MRP, OKIA memberikan
kesempatan kepada Lemasa dan Lemasko utk selesaikan segala permasalahan
internal dan segera mengadakan MUSDAT agar dapat menentukan langkah selanjutnya
yang akan melindungi hak-hak anak Amungme KamoroDalam kesempatan tersebut Tokoh Intelektual OKIA, Yohanes
Kemong menyampaikan tentang desakan dan dorongan masyarakat agar dirinya pun
dapat mengikuti kontestasi politik tersebut di tingkat Propinsi Papua Tengah
agar dapat merealisasikan pikiran, ide, gagasan serta kepentingan masyarakat
Papua di Mimika pada level Propinsi.“Saya maju sebagai calon anggota DPRD Propinsi bukan atas
keinginan saya pribadi, melainkan keinginan dari masyarakat melalui Tokoh
Adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda di OKIA” ujar YK, demikian beliau biasa
dipanggil.Yohanes juga menjelaskan ia mewakili masyarakat kabupaten Mimika
yang akan bertarung di tahun 2024 nantinya akan memperjuangkan Timika menjadi
Kotamadya, sehingga dapat merubah pola pikir masyarakat yang ada di luar kota
bahwa Mimika bukan saja kota industri, melainkan juga kota studi. (Stevi)
10 Jan 2023, 21:09 WIT
Aneh Bin Ajaib, Tes PPD di Mimika Ditunda Lantaran Mati Listrik
Papuanewsonline.com, Mimika- Ketua Komonitas Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan mengritik keras pemadaman lampu listrik di Kabupaten Mimika pada saat tes seleksi penyelenggara tingkat PPD di Kabupaten Mimika." Ini agenda Negara dalam menyukseskan Pileg maupun Pilkada dan Pilpres di Kabupaten Mimika, yang sudah diagendakan kok bisa tertunda lantaran mati listrik, ini yang patut dicurigai ada apa sebenarnya," ujar Bung Edward saat bertandang ke Redaksi Papuanewsonline.com, di Timika, Jumat (9/12/2022).Bung Edward mengatakan, KPUD dan PLN harus sinergis dalam menyukseskan agenda Negara tersebut, karena tes seleksi PPD merupakan perintah Undang-Undang." Pertanyaanya, ada apa dengan KPUD Mimika dan PLN Cabang Mimika, kok Aneh Bin Ajaibnya, tes seleksi PPD di Kabupaten Mimika ditunda, hanya lantan mati lampu," tandas Bung Edward.Bung Edward membeberkan, KPUD Mimika selaku penyelenggara dalam menjalankan amanah dari Negara, seharusnya berkoordinasi atau menyurati pihak PLN cabang Mimika, sehingga dalam pelaksanaan tes seleksi PPD yang sudah diagendakan, tidak ditunda hanya karena dengan alasan mati listrik." KPUD dan PLN tidak mampu dalam menyukseskan hajatan dari Negara yang sementara dilaksanakan, karena tidak memiliki solusi dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi, contohnya kalau benar ada gangguan listrik kenapa Genset atau alternatif lain tidak disiapkan?," tanya Bung Edward.Ia mengingatkan KPUD Mimika dan PLN Cabang Mimika agar tes seleksi PPD berikutnya, harus diselesaikan tepat waktu dan tidak ada hambatan." Memperpanjang waktu tes seleksi ini kan hal yang ganjil, menurut penilaian publik apa ada intervensi atau unsur sengaja, atau ini benar ada gangguan pada aliran listrik milik PLN? Tapi kalau benar juga kok tidak ada solusi lain dari pihak PLN maupun KPUD cabang Mimika untuk menyelenggarakan kegiaatan ini hingga tepat waktu," Sorotnya.Kata Bung Edward, Tes seleksi PPD merupakan badan Ad Hoc yang diatur dalam UU Nomor: 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, Pasal 18 poent b dan Pasal 19 poent b, jelas diatur terkait penyelenggaraan dari KPU Kabupaten Kota dalam tahapan seleksi badan Ad Hoc." KPUD Mimika dalam menyelenggarakan agenda Negara ini-kan sudah memiliki perencanaan yang matang dalam semua pentahapan, kok hal-hal tekhnis seperti ini saja kakuh," tandas bung Edward.Ditambahkan Bung Edward, pihaknya telah memperoleh informasi bahwa dalam pelaksanaan agenda tersebut, KPUD Mimika sudah secara resmi menyurati PLN Cabang Mimika, namun Aneh Bin Ajaibnya Listrik bisa padam saat kegiatan tes seleksi itu berlangsung." Semoga penundaan waktu tes seleksi PPD dari penyelenggara KPUD Mimika ini tidak diboncengi kepentingan terselubung," Tutupnya.(Arifin)
09 Des 2022, 13:17 WIT
KPU dan Kesbangpol Mimika Gelar Pendidikan Politik kepada Kaum Milenial
Papuanewsonline.com, Timika-Dalam menyongsong pemilu dan pilkada pada 2024 mendatang. Setiap
generasi muda yang dikenal dengan sebutan kaum milenial, perlu ada modal
pengetahuan tentang politik. Salah satunya dengan cara memberikan pendidikan
politik, hal ini memicuh KPUD dan Kesbangpol Kabupaten Mimika menggelar diskusi
pendidikan politik bagi kaum melenial di Kabupaten Mimika. Seperti yang kita ketahui bahwa generasi milenial saat ini lebih
cenderung kurang tertarik, terutama memberikan partisipasi dalam politik, Hal ini perlu dorongan dari
partisipasi semua pihak, terutama partai politik di Pemkab Mimika, dimana ada anggaran pembinaan melalui hiba cukup fantastis kepada partai politik
guna memberikan edukasi dan pendidikan politik kepada masayarakat namun hal ini
tidak dilaksanakan oleh partai politik di Kabupaten Mimika. Hal ini dibenarkan Kesbangpol
Kabupaten Mimmika dalam gelar sosialiasi pendidikan politik tentang regulasi
dan tahapan Pemilu kepada mahasiswa semua perguruan tinggi di Kabupaten Mimika
bertempat di Baliroom Hotel Cartenz Timika, yang dilaksanakan KPUD dan
Kesbangpol Mimika, Sabtu (26/11) Pada
kegiatan diskusi itu, perwakilan dari Kesbangpol Kabupaten Mimika, Lukas
Lulilasan membeberkan, Dana Hibah yang
diberikan kepada Partai Politik (Pemilik
Kursi di DPRD) cukup besar melalui
Kesbangpol, dimana semestinya
60% digunakan untuk pendidikan Politik kepada masyarakat, terutama kaum
milenial namun hal ini tidak dilaksanakan.“ Kami sangat senang dengan diskusi seperti ini, kami
merasa seakan kembali muda, sebab anak-anak muda memiliki naluri daya kritis dan
berfikir yang intelektual, saya pribadi sangat bangga hari ini bisa bertatap
muka secara langsung dengan adik-adik mahasiswa,” tandas Lukas. Lukas
mengatakan, Mahasiswa dan Anak Muda di Timika harus terus berani tampil dan terampil dalam Melihat dan
mengawasi Pemilu yang ada di Kabupaten pada 2024 nanti.“ Karena kami telah memberikan anggaran untuk Partai
Politik demi melakukan Edukasi pendidikan politik kepada masyarakat namun hal
itu tak terjadi, bahkan tidak ada sehingga dengan kegiatan seperti ini, kami
berharap mahasiswa di semua perguruan
tinggi, dapat membantu kami dalam mengedukasikan Pendidikan Politik kepada
Masyarakat di Kabupaten Mimika ke depan,”Tegasnya. Untuk itu
kata Lukas, Kegiatan ini terus dilakukan
demi mengasa semangat Mahasiswa dalam
menjaga dan mengawasi Demokrasi dan
Pemilu, baik Pileg, Pilbub, Pilgub Maupun Pemilihan Presiden, Karena Pemilu tidak
bisa diterjemahkan hanya sebentar saja, namun Pemilu merupakan sebuah saranah
integrasi bangsa dan juga musyawarah besar rakyat indonesia.“ Demi
menjaga roh demokrasi kita maka peran Mahasiswa sangat dibutuhkan, sebab kami
tidak ingin Adik-adik mahasiswa hanya dijadikan objek oleh kandidat-kandidat
tertentu, namun Anak Muda / Mahasiswa Harus Menjadi Bagian Penting dalam
Kesuksesan Pemilu di Kabupaten Mimika nantinya,”ujar Lukas.Dikatakanya,
Kesbangpol Mimika siap bergandengan tangan dengan mahasiswa dan juga KPU, BAWASLU untuk menjaga
serta mendorong iklim Demokrasi yang sehat di Kabupaten.
Sebagai informasi
turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua KPUD Mimika, Indra Ebang Ola, Komisoner KPUD Elisabet Rahawarin
dan Laurensius Dogame, serta Kesbangpol Kabupaten Mimika, sedangkan peserta
pada kegiatan itu dihadiri ratusan mahasiswa semua perguruan tinggi di Timika. (Arifin)
26 Nov 2022, 20:42 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru