Demo Mahasiswa dan Warga Desak Penarikan TNI Non-Organik dan Tolak Tambang Blok Wabu
Gelombang protes damai di Sugapa mencerminkan keresahan masyarakat terhadap situasi keamanan dan ancaman kerusakan lingkungan di Kabupaten Intan Jaya
Papuanewsonline.com - 13 Jan 2026, 18:12 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Sugapa – Ratusan mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya, Papua, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Intan Jaya, Selasa (13/1/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat terkait situasi keamanan dan rencana pengelolaan sumber daya alam di wilayah mereka.
Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar TNI non-organik
segera ditarik dari seluruh wilayah Tanah Papua, khususnya Kabupaten Intan
Jaya. Kehadiran aparat non-organik dinilai telah menimbulkan rasa tidak aman di
tengah masyarakat, terutama karena pembangunan pos-pos TNI yang berada di
sekitar permukiman warga.
Perwakilan mahasiswa, Yohanes Tabuni, menyampaikan bahwa
kondisi tersebut menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari. Ia menegaskan
bahwa warga merasa terbatasi dalam menjalani kehidupan normal akibat keberadaan
pos-pos keamanan di dekat kampung-kampung.
Selain persoalan keamanan, demonstran juga menyuarakan penolakan terhadap rencana pengoperasian Gunung Blok Wabu. Masyarakat menilai aktivitas tersebut berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang bergantung pada alam sekitar.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan tertib dan damai,
meskipun massa menyampaikan tuntutan secara tegas. Mahasiswa dan masyarakat
berharap pemerintah segera merespons aspirasi yang disampaikan agar situasi di
Intan Jaya tidak semakin memburuk.
Perwakilan masyarakat, Maria Mabel, menegaskan bahwa
perjuangan akan terus dilakukan hingga tuntutan penarikan TNI non-organik dan
penolakan pengoperasian Gunung Blok Wabu mendapat kepastian dari pemerintah.
Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya
melalui Sekretaris Bupati, Yustus Wonda, menyatakan bahwa seluruh aspirasi
masyarakat telah diterima secara resmi oleh pemerintah daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti tuntutan
tersebut dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah
pusat guna mencari solusi terbaik bagi masyarakat Kabupaten Intan Jaya.
Aksi demonstrasi ini mencerminkan harapan masyarakat agar
kebijakan pemerintah ke depan lebih mengedepankan pendekatan dialog, rasa aman,
serta perlindungan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat
setempat.
Penulis: Hend
Editor: GF