Papuanewsonline.com, JAYAPURA – Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S. Napitupulu,
S.H, S.I.K, M.H menyampaikan bahwa pada hari ini Selasa (15/11) Polres
Jayawijaya telah mempertemukan kedua belah pihak dalam aksi pertikaian yang
terjadi pada Sabtu (12/11) untuk menemukan titik terang dan jalan keluar.
Pada saat diwawancarai, Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S.
Napitupulu, S.H, S.I.K, M.H menyampaikan bahwa fokus atau tujuan mediasi hari
ini adalah agar kedua belah pihak dapat sepakat untuk tidak melanjutkan perang
yang akan dapat merugikan lebih banyak korban.
“Disepekati Bersama bahwa dalam mediasi hari ini kedua belah
pihak telah menuju kata Damai, sehingga baik Massa dari Bapak Elianus Kalolik
selaku keluarga korban kasus penganiayaan serta massa dari Bapak Konstan
Elopere selaku perwakilan korban dari rumah yang dibakar dapat melakukan
aktivitas seperti biasa tanpa rasa takut akan terjadinya kerusuhan kembali,”
ujar Kapolres Jayawijaya.
Dirinya menyampaikan bahwa pihak Polres Jayawijaya sudah
menemukan aksi penganiayaan yang mengakibatkan korban an.Yanus Kalolik
meninggal dunia dan didatangkan ditengah-tengah mediasi agar kedua belah pihak
yang melakukan aksi perang tau bahwa hal yang terjadi sebelumnya tau bahwa
semuanya kesalahpahaman.
“Dalam mediasi tersebut Kedua belah pihak sepakat untuk
meminta agar pihak Porles Jayawijaya dapat mendatangkan keluarga pelaku
penganiayaan an.AK (25) sehingga permasalahan yang terjadi sebelumnya selain
diproses secara hukum, juga dilakukannya proses secara adat yang berlaku.
Lebih lanjut, Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S. Napitupulu
mengungkapkan bahwa situasi dan kondisi yang ada di Kabupaten Jayawijaya sudah
aman dan terkendali, dengan dikerahkannya anggota untuk terus berpatroli guna
mengantisipasi gangguan kamtibas lanjutan. (Redaksi)