logo-website
Senin, 15 Jul 2024,  WIT

Kehadiran Al-Quran Akbar di Mimika, Bukti Soliditas dan Toleransi Umat Beragama

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyambut kedatangan Al-Quran Akbar dengan penuh antusias. Ia mengucapkan selamat datang Al-Quran Akbar di bumi Amungsa tanah Kamoro.

Papuanewsonline.com - 04 Jun 2024, 18:55 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Papuanewsonline.com, Timika - Al-Quran Akbar, sebagai ikon Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXX Provinsi se-Tanah Papua, tiba di Mimika pada Minggu (2/6). Kedatangan Al-Quran Akbar ini menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, yang diterbangkan dari Pangkep, Makassar, Sulawesi Selatan.


Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Letkol Pnb Kamto Adi Saputra, S.T., M.M.S., secara resmi menyerahkan Al-Quran besar berbahan kayu cendana dari Jepara kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.Si., di Kantor UPBU Mimika.

Setibanya di Timika, Al-Quran besar tersebut langsung diserahterimakan dan diarak dalam pawai menuju tempat penyimpanan yang disiapkan oleh pengurus LPTQ Mimika. Prosesi penyambutan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat yang turut serta memeriahkan acara.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyambut kedatangan Al-Quran Akbar dengan penuh antusias. Ia mengucapkan selamat datang Al-Quran Akbar di bumi Amungsa tanah Kamoro.L Menurutnya, Al-Quran Akbar adalah sebuah prestasi luar biasa yang memberikan dampak signifikan bagi umat Islam di Kabupaten Mimika, terutama dalam memperkokoh identitas keagamaan.

"Kami berharap kehadirannya tidak hanya menjadi kenang-kenangan dalam MTQ ke-XXX se-Tanah Papua di Kabupaten Mimika, tetapi juga menjadi sumber inspirasi umat Islam sebagai Islam Rahmatal Lil’Alamin. Semoga Al-Quran Akbar ini menjadi hadiah yang berarti atas perjuangan umat Islam di Kabupaten Mimika, menjadi penyejuk di tengah kemajemukan, dan pendorong bagi perdamaian serta terjalinnya kerukunan umat beragama," tambahnya.

Ketua MUI Kabupaten Mimika, KH. Muh Amin, AR, S.Ag, S.Pd, MM, menambahkan bahwa Al-Quran Akbar ini adalah yang ketiga di tanah Papua, setelah Kabupaten Biak dan Kabupaten Fak-Fak. Al-Quran ini terbuat dari kertas berkualitas tinggi yang mampu bertahan hingga 200 tahun. 

Penulisannya dimulai pada 8 Oktober 2003, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Mimika, dan selesai pada peringatan Hari Kartini di Timika. Proses penulisan menghabiskan tinta sebanyak 9 liter dan berat keseluruhannya mencapai 273 kilogram, sehingga memerlukan pesawat Hercules A-1330 untuk pengangkutannya.

"Alhamdulillah, dukungan luar biasa dari umat Islam dan umat beragama, serta dari Danlanud YKU Timika, membuat Al-Quran Akbar ini bisa sampai di Timika. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas antusiasme Bapak Ibu sekalian dalam menyambut Al-Quran ini. Kegiatan ini merupakan pra-MTQ dan Al-Quran Akbar akan dibuka saat pembukaan MTQ dan ditutup saat penutupan MTQ," kata KH. Muh Amin.

Al-Quran Akbar ini diharapkan menjadi simbol persatuan dan toleransi, serta memperkuat semangat keagamaan di tanah Papua. Sebagai bagian dari persiapan MTQ ke-XXX, kehadiran Al-Quran ini menandakan dimulainya rangkaian acara yang akan mempererat tali silaturahmi dan memupuk nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua. PNO-11



Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE