logo-website
Jumat, 09 Jan 2026,  WIT

TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Klaim atas Penembakan Aparat Militer di Yuguru

Kelompok bersenjata mengakui aksi penyerangan di wilayah Nduga yang menewaskan satu anggota militer Indonesia dan disertai perampasan senjata serta perlengkapan tempur

Papuanewsonline.com - 09 Jan 2026, 00:39 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Juru bicara TPNPB Kodap III Ndugama Derakma saat menyampaikan pernyataan resmi terkait penembakan aparat militer Indonesia di wilayah Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026)

Papuanewsonline.com, Nduga — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama Derakma mengakui bertanggung jawab atas penembakan terhadap satu aparat militer Indonesia di wilayah Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Kamis (8/1/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu anggota militer tewas di lokasi kejadian.


Dalam peristiwa itu, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma juga mengklaim telah merampas satu pucuk senjata laras panjang, lima magazen berisi amunisi, serta satu unit alat komunikasi jenis HT atau radio komunikasi militer.

Pengakuan tanggung jawab tersebut disampaikan Komandan Batalyon Yuguru, Yibet Gwijangge, melalui siaran pers yang diterima Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB. Ia menyatakan bahwa aksi penembakan dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma yang berada di bawah komandonya.

“Kami TPNPB Kodap lll Ndugama Derakma bertanggung jawab atas aksi tersebut,” kata Yibet Gwijangge dalam pernyataan tertulisnya.

Dalam siaran pers yang sama, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma juga meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri, dan Panglima TNI agar tidak menyembunyikan jenazah aparat militer Indonesia yang tewas dalam insiden tersebut.

“Mereka adalah manusia yang punya anak, istri, dan punya keluarga yang harus diumumkan secara militer sebagai penghormatan terakhir,” tambah Yibet Gwijangge.

Selain itu, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menuduh aparat militer Indonesia telah melanggar hukum humaniter internasional dengan menguasai wilayah sipil di Yuguru dan mendirikan pos militer di kawasan tersebut.

“Kami TPNPB batalyon Yuguru menembak dan merampas senjata dari pasukan Prabowo Subianto,” kata Yibet Gwijangge.

Ia juga meminta aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan pengejaran terhadap warga sipil yang tidak bersenjata, serta menegaskan bahwa aparat keamanan dapat langsung mengejar dirinya dan pasukan Batalyon Yuguru yang disebut tidak akan melarikan diri dari aparat militer Indonesia.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE