TPNPB Kodap III Ndugama Klaim Aksi Bersenjata di Yuguru, Satu Aparat Militer Tewas
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyampaikan laporan resmi terkait penembakan aparat militer Indonesia di wilayah Yuguru, Kabupaten Nduga, yang disertai perampasan senjata dan perlengkapan tempur
Papuanewsonline.com - 09 Jan 2026, 10:44 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Nduga — Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis siaran pers ketiga terkait insiden penembakan yang terjadi di wilayah Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Kamis, 8 Januari 2026. Dalam laporan tersebut, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya satu aparat militer Indonesia dalam sebuah serangan bersenjata.
Laporan resmi itu diterima dari Komandan Batalyon Yuguru,
Mayor Yibet Gwijangge, yang menyebutkan bahwa penyerangan terjadi sekitar pukul
08.00 WIT. Aksi tersebut diklaim dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama
Derakma di bawah komando langsung pimpinan batalyon di wilayah tersebut.
Dalam insiden tersebut, selain menewaskan satu aparat militer Indonesia, TPNPB juga melaporkan telah merampas sejumlah perlengkapan militer. Barang-barang yang disebutkan meliputi satu pucuk senjata laras panjang, lima magazen berisi peluru lengkap, serta satu unit alat komunikasi jenis HT atau telepon satelit.

Seluruh perlengkapan yang dirampas tersebut diklaim telah
berada dalam penguasaan pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dan disimpan di
markas Batalyon Yuguru. Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari laporan
internal yang diteruskan ke Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.
Menurut laporan lanjutan dari komandan operasi Batalyon
Yuguru, aksi penyerangan dilakukan di sekitar Pos Kuid, wilayah Yuguru. TPNPB
menyatakan bahwa penyerangan tersebut merupakan bagian dari operasi bersenjata
terhadap aparat militer Indonesia yang berada di wilayah tersebut.
Dalam keterangan yang sama, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma
menyebutkan bahwa tidak terdapat korban jiwa dari pihak mereka selama kontak
senjata berlangsung. Seluruh pasukan yang terlibat dalam aksi tersebut diklaim
dalam kondisi aman setelah kejadian.
TPNPB juga menegaskan bahwa seluruh senjata dan perlengkapan
militer yang dirampas telah dijadikan sebagai aset kelompok bersenjata
tersebut. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk klaim tanggung jawab penuh
atas insiden bersenjata yang terjadi di Yuguru.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan negara terkait peristiwa tersebut. Situasi keamanan di wilayah Nduga, khususnya di sekitar Yuguru, dilaporkan masih dalam kondisi rawan pascainsiden.(GF)