Keluarga Besar DPW PSI Papua Tengah Berduka, ditinggalkan sang maestro, Bro Nesco Wonda
Kepergian Bro Nesco Wonda Tinggalkan Luka Mendalam, Kader dan Simpatisan Siap Beri Penghormatan Terakhir di Sentani
Papuanewsonline.com - 22 Feb 2026, 17:49 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Papua Tengah - Keluarga besar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Papua Tengah tengah berduka atas wafatnya sang maestro dan Ketua mereka, Bro Nesco Wonda. Kepergian tokoh yang dikenal penuh semangat dan dedikasi itu menjadi kehilangan besar bagi seluruh jajaran partai di wilayah tersebut.
Sekretaris DPW PSI Papua Tengah, Jemi Patabang, mewakili
seluruh pengurus tingkat wilayah dan delapan DPD kabupaten, menyampaikan rasa
duka yang sangat mendalam. Ia mengaku kabar tersebut awalnya sulit dipercaya
oleh para kader.
“Kami hampir tidak percaya hingga berulang kali
mengklarifikasi berita duka tersebut, karena kehilangan ini sangat menyedihkan
bagi kami,” ujar Jemi dengan nada haru.
Menurutnya, almarhum bukan hanya seorang ketua, melainkan figur pemersatu yang mampu menggerakkan semangat solidaritas di tengah dinamika politik Papua Tengah. Sosoknya dikenal dekat dengan kader hingga akar rumput.

Delapan DPD yang turut merasakan kehilangan besar itu
meliputi Nabire, Mimika, Deyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak
Jaya. Seluruh jajaran menyatakan komitmen untuk meneruskan perjuangan yang
telah dirintis almarhum.
Jemi menuturkan, wafatnya Bro Nesco menjadi momentum
refleksi bagi seluruh kader untuk menjaga soliditas dan tetap setia pada nilai
perjuangan partai. Ia percaya, warisan semangat almarhum akan terus hidup dalam
gerakan PSI di Papua Tengah.
“Ini sudah kehendak Tuhan. Kami doakan semoga Tuhan
memberikan tempat yang layak kepada pemimpin kami, dan keluarga besar yang
ditinggalkan diberi penguatan dan hiburan,” lanjutnya.
DPW PSI Papua Tengah juga mengimbau seluruh kader dan
simpatisan, khususnya para Ketua DPD serta anggota legislatif di wilayah Papua
Tengah, untuk hadir memberikan penghormatan terakhir.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan di Sentani,
Jayapura. Kehadiran para kader diharapkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus
solidaritas terakhir kepada almarhum.
Selain itu, Ketua Umum PSI juga direncanakan hadir bersama
kader PSI di sekitar Tanah Papua untuk menyampaikan belasungkawa secara
langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kepergian Bro Nesco disebut sebagai kehilangan besar bagi
perjalanan politik PSI di Papua Tengah. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten
membangun komunikasi lintas daerah dan memperkuat struktur organisasi hingga ke
tingkat kabupaten.
Bagi para kader, almarhum bukan sekadar pemimpin struktural,
melainkan inspirasi dan panutan dalam berorganisasi serta memperjuangkan
aspirasi masyarakat Papua Tengah.
Duka yang menyelimuti keluarga besar PSI Papua Tengah hari ini menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan membutuhkan ketulusan dan pengabdian. Nama Bro Nesco Wonda pun diyakini akan tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan PSI di Tanah Papua. (GF)