logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Kepala Kampung Nawaripi ajak SMA Negeri 1 Timika Prioritaskan Sistem Zonasi

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menyuarakan harapannya agar SMA Negeri 1 Timika mengedepankan sistem zonasi

Papuanewsonline.com - 20 Nov 2025, 01:01 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun saat memberikan pernyataan kepada awak media.

Papuanewsonline.com, Mimika - Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menyuarakan harapannya agar SMA Negeri 1 Timika mengedepankan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran mendatang. Hal ini disampaikan menyusul kekecewaan atas banyaknya anak-anak dari Kampung Nawaripi yang tidak diterima di SMA Negeri 1 Timika pada tahun sebelumnya, padahal wilayah sekolah tersebut masuk dalam zonasi Nawaripi.


"Harapan kami dari Pemerintah Kampung Nawaripi ke depan adalah agar dalam proses penerimaan siswa baru, SMA Negeri 1 benar-benar mengedepankan sistem zonasi," tegas Norman Ditubun.

Ia menyoroti ketidakadilan yang terjadi pada tahun sebelumnya, di mana banyak siswa dari kampungnya yang seharusnya memiliki prioritas, justru tidak diterima.

Norman juga menekankan pentingnya kekompakan antara pemerintah kampung, pihak sekolah, dan semua pemangku kepentingan untuk memikirkan kemajuan bersama.

"Karena itu, ke depan saya berharap kepada pihak sekolah dan semua pemangku kepentingan agar kita tetap kompak—baik pemerintah kampung maupun pihak sekolah—untuk memikirkan kemajuan bersama," ujarnya.

Lebih lanjut, Norman Ditubun berharap SMA Negeri 1 Timika dapat terus mempertahankan posisinya sebagai sekolah favorit di Kabupaten Mimika. "SMA Negeri 1 Timika harus tetap menjadi sekolah favorit di Kabupaten Timika," pungkasnya.

Ia meyakini bahwa dengan sistem zonasi yang diterapkan dengan benar, SMA Negeri 1 Timika akan semakin berkualitas dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua siswa di wilayah zonasinya.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE