logo-website
Rabu, 13 Mei 2026,  WIT

Kesabaran Habis, Perempuan Pengusaha Papua Gelar Aksi Bakar Ban di Kantor Disperkimtan Mimika

Sejumlah perempuan yang tergabung dalam kelompok Perempuan Pengusaha Papua menggelar aksi bakar ban tepat di pintu masuk Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Mimika

Papuanewsonline.com - 13 Mei 2026, 10:43 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Tampak seorang Perempuan yang tergabung dalam kelompok Perempuan Pengusaha Papua menggelar aksi bakar ban tepat di pintu masuk Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Mimika, Senin (12/05/2026).

Papuanewsonline.com, Timika — Situasi di depan Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Mimika memanas pada Senin pagi, 12 Mei 2026. Sejumlah perempuan yang tergabung dalam kelompok Perempuan Pengusaha Papua menggelar aksi bakar ban tepat di pintu masuk kantor dinas.


Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sikap Kepala Dinas yang dinilai sengaja menghindar dari aspirasi mereka. Hal itu disampaikan Dianu Omaleng, salah satu pengusaha perempuan yang tergabung dalam kelompok Perempuan Pengusaha Papua sekaligus menjadi narasumber dalam aksi tersebut.

Menurut Dianu Omaleng, para pengusaha perempuan asli Papua telah beberapa kali mengajukan permohonan audiensi secara resmi, namun upaya tersebut tidak pernah membuahkan hasil. “Setiap kali kami datang, jawaban yang kami terima dari staf selalu sama, yaitu Kepala Dinas sedang tidak berada di tempat atau sedang menjalankan tugas dinas luar,” ujarnya. Dalam rilis yang diterima media papuanewsonline,com via Whatsapp.

Kondisi itu, lanjut Dianu, telah menimbulkan kekecewaan yang mendalam. "Kami sudah sekian kali datang dengan cara baik-baik untuk menghadap, tetapi alasannya selalu sama, sedang keluar. Hal ini benar-benar memancing amarah kami. Kepala Dinas seharusnya melayani semua pihak, bukan menghindar dari tanggung jawab," tegasnya di sela-sela aksi.

Dianu Omaleng menjelaskan, tuntutan utama dari kelompok Perempuan Pengusaha Papua adalah adanya transparansi dan kejelasan mengenai distribusi proyek perumahan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus. Menurutnya, mekanisme pembagian proyek saat ini dinilai masih jauh dari prinsip keadilan bagi pengusaha lokal Orang Asli Papua.

“Sebelumnya, dugaan adanya praktik monopoli dan berbagai skandal terkait proyek di dinas ini memang sempat menjadi sorotan lembaga legislatif dan organisasi mahasiswa di Mimika,” tambah Dianu.

Pantauan di lokasi, asap hitam pekat dari ban yang terbakar membubung tinggi di area kantor. Dianu Omaleng menyebut aksi bakar ban ini merupakan simbol perlawanan terhadap sistem birokrasi yang dianggap tidak transparan. Ia menegaskan bahwa para peserta aksi tidak akan membubarkan diri sebelum Kepala Dinas bersedia menemui mereka secara langsung untuk memberikan jawaban yang pasti.

Hingga berita ini rilis pada Senin, 13 Mei 2026, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Mimika terkait aksi unjuk rasa tersebut.

Sementara itu, situasi di lokasi aksi masih berada dalam pemantauan aparat keamanan setempat. Langkah ini dilakukan guna memastikan aksi demonstrasi berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kerusakan terhadap fasilitas umum yang lebih luas.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE