Aksi Bakar Lilin Di Timika, Tuntut Kebenaran Dan Keadilan Atas Meninggalnya Nalince Wamang
Aksi doa bersama dan penyalaan lilin di Bundaran Timika Indah sebagai bentuk belasungkawa sekaligus protes keras atas meninggalnya Nalince Wamang yang diduga menjadi korban penembakan di lokasi pendulangan emas Wini Kalikuluk
Papuanewsonline.com - 13 Mei 2026, 10:50 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Timika – Solidaritas Pemuda Muslim bersama sejumlah warga dan keluarga almarhum menggelar aksi doa bersama dan penyalaan lilin di Bundaran Timika Indah, Selasa sore. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk belasungkawa sekaligus protes keras atas meninggalnya Nalince Wamang yang diduga menjadi korban penembakan di lokasi pendulangan emas Wini Kalikuluk, Mile 69, Tembagapura, pada 7 Mei lalu. (12/05/26)
Ketua Solidaritas Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, dalam orasinya mengutuk peristiwa tersebut yang merenggut nyawa generasi muda yang sedang berjuang menata masa depan. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperjuangkan keadilan.

Dalam aksi damai ini, peserta menyampaikan 12 poin tuntutan
penting, di antaranya mendesak Panglima TNI dan Kapolri mengusut tuntas kasus
tersebut, membentuk tim investigasi independen yang melibatkan Komnas HAM dan
tokoh masyarakat, serta menuntut aparat yang terlibat diproses hukum tanpa
perlindungan.
Selain itu, mereka juga menuntut evaluasi menyeluruh
terhadap Operasi Damai Cartenz, pemberian santunan, permintaan maaf resmi,
serta jaminan keamanan bagi warga sipil di wilayah Tembagapura.
Massa aksi juga menyerukan agar penggunaan kekuatan
berlebihan dihentikan dan meminta perhatian para wakil rakyat untuk turun
langsung melihat fakta di lapangan.
Suara lantang bergema: “Nyawa rakyat bukan target operasi!
Darah anak Papua bukan tumbal konflik! Tangkap pelaku, adili penembak, tegakkan
keadilan!”.
Kegiatan ini menjadi seruan bagi seluruh elemen bangsa untuk
bersatu mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar terwujud.
Penulis: Jid
Editor: GF