KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Soroti Darurat Militer dan Krisis Kemanusiaan
Lagowan menjelaskan bahwa aksi tersebut bertujuan menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap situasi yang dinilai berada dalam kondisi darurat militer sekaligus krisis kemanusiaan di Tanah Papua.
Papuanewsonline.com - 12 Agu 2026, 19:49 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Sentani – Badan Pengurus Komite Nasional Papua Barat (BPW KNPB) Sentani mengeluarkan seruan resmi kepada seluruh masyarakat Papua maupun masyarakat Indonesia lainnya untuk bersiap menyambut aksi serentak nasional yang akan digelar pada 15 Agustus 2026. Aksi ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa sebelumnya yang berlangsung pada 3 Agustus 2026, dengan mengangkat tema “Papua, Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.” Seruan ini disampaikan Ketua KNPB Sentani, Sadracks Lagowan, di Sentani, Papua, Selasa (11/8/2026).
Lagowan menjelaskan bahwa aksi tersebut bertujuan menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap situasi yang dinilai berada dalam kondisi darurat militer sekaligus krisis kemanusiaan di Tanah Papua.
Masyarakat diimbau mempersiapkan berbagai bentuk peragaan, mulai dari pembagian pamflet hingga penggunaan alat budaya tradisional dari ratusan suku yang ada di Papua.
Mobilisasi massa direncanakan menuju delapan titik aksi di kawasan Sentani, Jayapura, dan akan disediakan ruang bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
KNPB Sentani juga secara khusus menyerukan kepada masyarakat adat Tabi Mamta untuk ikut melakukan konsolidasi dan mobilisasi.
Dalam seruannya, organisasi ini turut menyoroti berbagai persoalan yang terjadi, termasuk dugaan dampak program Makan Bergizi Gratis yang menimpa ratusan anak sekolah.
Disebutkan pula data bahwa jumlah penduduk asli Papua diperkirakan tersisa sekitar dua juta jiwa, sementara lebih dari 125.000 orang masih mengungsi akibat ketidakamanan yang berlangsung selama ini.
Aksi ini diharapkan menjadi panggung politik bagi rakyat Papua untuk bersatu tanpa membedakan latar belakang, menyuarakan perlindungan hak asasi manusia serta penegakan keadilan.
“Tanggal 15 Agustus nanti adalah saatnya rakyat bersuara. Kita harus bersatu demi masa depan yang lebih baik di tanah kita sendiri,” tegas Lagowan.
Pemerintah pusat dan lembaga internasional diharapkan turut memperhatikan situasi yang dinilai semakin kritis dan mencari solusi yang berkelanjutan.
KNPB Sentani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir secara damai dan penuh tekad dalam aksi tersebut.
Penulis: Jid
Editor: OF