logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

Konflik Antar Kelompok di Kwamki Narama, Warga Mimika Tewas Diserang Anak Panah

Bentrok berkepanjangan sejak Oktober 2025 kembali menelan korban jiwa, aparat keamanan meningkatkan pengamanan dan upaya perdamaian di wilayah rawan konflik Mimika

Papuanewsonline.com - 05 Jan 2026, 10:28 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Warga Mimika yang tewas akibat serangan puluhan anak panah dalam konflik antar kelompok di Distrik Kwamki Narama.

Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antar kelompok yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban jiwa. Seorang warga Mimika dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi sasaran serangan menggunakan puluhan anak panah oleh kelompok lain.


Korban diketahui bernama Jori Murib, meski identitas lengkapnya masih dalam pendalaman pihak berwenang. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu, 5 Januari 2026, dan menambah panjang daftar korban akibat konflik yang belum sepenuhnya mereda di wilayah tersebut.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diserang setelah berada di sekitar wilayah Dang. “Korban atas nama Jori Murib, diserang setelah minum-minuman keras di dekat wilayah Dang,” kata Iptu Yusak Sawaki, Minggu (4/1/2026).

Usai kejadian, jasad korban segera dievakuasi oleh aparat kepolisian dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk penanganan lebih lanjut serta keperluan medis dan administrasi.

Konflik antar kelompok di Distrik Kwamki Narama diketahui telah berlangsung sejak Oktober 2025. Hingga saat ini, bentrokan tersebut telah menelan sedikitnya 10 korban jiwa, dengan masing-masing lima korban berasal dari kelompok Dang dan kelompok Newegalen.

Situasi tersebut menimbulkan ketegangan berkepanjangan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini dikenal rawan konflik. Aktivitas warga pun kerap terganggu akibat meningkatnya kewaspadaan dan kekhawatiran akan bentrokan susulan.

Pihak kepolisian bersama unsur terkait terus meningkatkan upaya pengamanan di lokasi konflik. “Kami terus berupaya untuk menghentikan konflik ini dan mengajak masyarakat untuk hidup damai,” kata Iptu Yusak Sawaki.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menghindari tindakan kekerasan. Menurutnya, penyelesaian konflik secara damai menjadi kunci utama untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang.

Aparat keamanan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di Kwamki Narama dan sekitarnya guna mengembalikan rasa aman serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE