logo-website
Sabtu, 16 Mei 2026,  WIT

Penggerebekan WNA di Nabire, Korem 173 Temukan Senjata Tersembunyi di Rumah Kontrakan

Operasi gabungan Satgas PKH dan Korem 173 Praja Vira Braja mengungkap dugaan aktivitas mencurigakan tujuh WNA di Nabire, Papua Tengah, setelah petugas menemukan senjata rakitan, amunisi, hingga ruang rahasia

Papuanewsonline.com - 16 Mei 2026, 20:52 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Petugas Korem 173/Praja Vira Braja menunjukkan barang bukti berupa senjata rakitan, amunisi, dan perlengkapan lain hasil penggerebekan rumah kontrakan yang ditempati tujuh warga negara asing di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (14/5/2026).

Papuanewsonline.com, Nabire – Operasi gabungan yang dilakukan Korem 173 Praja Vira Braja bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengungkap temuan mengejutkan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dari sebuah rumah kontrakan yang ditempati tujuh warga negara asing (WNA), petugas menemukan senjata api rakitan, amunisi, hingga senapan yang telah dimodifikasi.


Kasi Intel Korem 173/PVB, Kolonel Inf Budi Suradi, menjelaskan bahwa operasi tersebut bermula dari instruksi Pangdam XVII/Cenderawasih kepada Danrem 173/PVB untuk membantu pelaksanaan tugas Satgas PKH di wilayah Nabire. Operasi kemudian dilakukan sebagai bagian dari upaya penertiban kawasan hutan dan pendalaman dugaan aktivitas ilegal yang melibatkan sejumlah WNA.

“Pada 30 April 2026, Danrem 173 menerima perintah dari Pangdam XVII/Cenderawasih untuk mendukung operasi penertiban kawasan hutan di Kabupaten Nabire,” ujar Kolonel Budi Suradi dalam konferensi pers, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, sebelum operasi dilakukan, jajaran Korem 173 terlebih dahulu mengikuti briefing yang dipimpin Dan Korwil Satgas PKH, Kolonel Infanteri Adi Sabarudin, pada Selasa malam (12/5). Dalam pengarahan tersebut, tim diminta mendalami dugaan aktivitas ilegal sejumlah WNA di Nabire, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan unsur asing lain yang berkaitan dengan aktivitas intelijen maupun militer.


Keesokan harinya, Rabu (13/5) sekitar pukul 14.25 WIT, tim gabungan kembali mendatangi rumah yang sebelumnya menjadi lokasi penangkapan tujuh WNA. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari lantai atas hingga bagian dasar bangunan untuk memastikan tidak ada barang mencurigakan yang disembunyikan.

Saat berada di lantai bawah rumah, petugas menemukan kejanggalan pada posisi sebuah lemari yang menghadap langsung ke tembok. Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti dengan memeriksa bagian belakang lemari tersebut secara detail.

“Anggota merasa ada yang tidak wajar. Setelah lemari digeser, ternyata di baliknya terdapat pintu menuju ruangan tersembunyi,” jelasnya.

Dari ruangan rahasia itu, petugas menemukan satu pucuk senjata rakitan jenis AR-15/M16/M4 buatan Pindad Indonesia. Selain senjata, aparat juga mengamankan satu magasin serta tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm produksi tahun 2001.

“Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 15.00 WIT,” katanya.

Tak berhenti sampai di situ, Korem 173 kemudian melakukan pemeriksaan ulang secara lebih detail terhadap seluruh ruangan dan titik yang dianggap mencurigakan. Pemeriksaan lanjutan dilakukan pada malam hari sekitar pukul 23.30 WIT dan kembali membuahkan hasil.

Tim menemukan barang bukti kedua berupa senapan PCP merek Predator kaliber 4,5 mm yang telah dimodifikasi. Senapan tersebut diduga telah diubah dari fungsi awalnya sehingga memiliki daya rusak yang membahayakan keselamatan manusia.

“Ini sudah dimodifikasi dan berpotensi mengancam keselamatan manusia,” ujarnya.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dilaporkan kepada Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivian Alivianto sebelum diteruskan kepada Dan Korwil Satgas PKH untuk proses pendalaman lebih lanjut. Aparat kini masih menelusuri keterkaitan para WNA dengan kepemilikan senjata dan dugaan aktivitas ilegal lainnya di wilayah Papua Tengah.

Korem 173/PVB menegaskan pihaknya akan terus mendukung penegakan hukum terhadap berbagai aktivitas ilegal di Papua Tengah. Pendalaman terhadap jaringan, asal-usul senjata, serta aktivitas para WNA tersebut masih terus dilakukan guna memastikan keamanan wilayah tetap terjaga. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE