logo-website
Selasa, 24 Feb 2026,  WIT

Satgas Damai Cartenz: Tindakan Kekerasan KKB Papua Melonjak Dratis

Menurut Brigjen Pol Faizal, kenaikan kasus keamanan dimulai sejak pelarian Kopi Tua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025

Papuanewsonline.com - 24 Feb 2026, 00:33 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani saat diwawancarai awak media pada, Senin (23/2/26).

Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengungkapkan bahwa kasus tindakan kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua mengalami kenaikan sangat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Data menunjukkan bahwa pada Januari hingga Februari 2025 hanya tercatat tiga insiden gangguan keamanan, namun pada periode yang sama tahun 2026 jumlahnya melonjak menjadi 23 kejadian hingga pertengahan Februari.

"Kami telah memprediksi eskalasi aktivitas mereka, namun lonjakan yang terjadi melebihi perkiraan kami," tegasnya (23/2/26).

Menurut Brigjen Pol Faizal, kenaikan kasus keamanan dimulai sejak pelarian Kopi Tua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025. Sejak saat itu, aktivitas yang mengganggu ketertiban di Kabupaten Yahukimo terus meningkat.

Untuk menekan gerakan kelompok bersenjata tersebut, Satgas Damai Cartenz telah menambah kekuatan personel secara besar-besaran sejak awal tahun ini.

Pada Januari 2026, jumlah personel dinaikkan dari sekitar 80 orang menjadi 150 orang, kemudian kembali ditambah 50 orang pada Februari 2026 sehingga total mencapai sekitar 250 personel yang siap bertindak.

Dalam rangka mengantisipasi dan menindak setiap aksi yang mengganggu keamanan, penambahan personel difokuskan untuk langkah pencegahan serta pengejaran terhadap anggota kelompok yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baru-baru ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil mengamankan sebanyak 28 orang dalam serangkaian operasi penegakan hukum yang berlangsung pada 10–21 Februari 2026 di Kabupaten Yahukimo. Dari jumlah tersebut, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan dalam serangkaian aksi seperti pembakaran, penembakan, dan bentuk kekerasan lainnya.

Selain mengamankan tersangka, aparat juga berhasil menyita berbagai barang bukti yang akan menjadi dasar kuat dalam proses hukum. Seluruh terduga saat ini ditempatkan di Polres Yahukimo dengan pengamanan yang sangat ketat.

Patroli serta langkah penegakan hukum secara terencana terus dilakukan untuk menjaga stabilitas dan memberikan rasa aman yang nyata bagi masyarakat.

"Semoga dengan tindakan tegas ini, segala bentuk kekerasan dapat segera diakhiri dan keamanan kembali terjaga bagi seluruh rakyat Papua," tambahnya.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE