Seruan Kabid Humas Polda Papua Agar Masyarakat Lebih Bijak Dalam Menerima Informasi
Jangan menerima informasi yang belum jelas sehingga menimbulkan ketidak damaian dikalangan masyarakat Papua
Papuanewsonline.com - 01 Mar 2023, 17:46 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
papuanewsonline, Jayapura – Hingga saat ini masih banyak beredar informasi mengenai Penculikan Anak yang terjadi di beberapa daerah hingga mengakibatkan kerugian yang cukup besar
Ternyata informasi tersebut beredar pertama kali melalui jejering social yakni facebook dan juga grup Whatsapp yang kemudian disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak ingin ada kedamaian di Tanah Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, SH, SIK, M.Kom menyampaikan bahwa melihat kebelakang beberapa kejadian yang terjadi akibat informasi tersebut yang tidak sesuai, perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat dan dapat diambil kesimpulannya.
“Ini juga perlu menjadi pembelajaran agar tidak terjadi hal-hal seperti itu hingga merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, kami dari Pihak Kepolisian akan segera menindak lanjuti informasi ini agar tidak terus beredar di tengah masyarakat dengan melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Dirinya juga meminta kepada warga Papua untuk tidak langsung menanggapi serius setiap informasi yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab demi menjaga perdamaian yang ada di Tanah Papua palagi hingga melakukan aksi main hakim sendiri tanpa adanya bukti.
“Apabila menemukan atau mendengar informasi seperti demikian, sebaiknya dengan cepat melakukan penelusuran dengan menanyakan kepada yang bersangkutan atau segera melaporkannya kepada pihak yang wajib agar kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutur Kombes Pol. Ignatius Benny.
Di akhir permohonannya, Kabid Humas menghimbau kepada warga untuk terus menjaga situasi yang kondusif di tengah masyarakat dan tidak mudah termakan isu-isu yang dibuat hanya untuk mengganggu kamtibmas di tengah masyarakat. (Ardi)