logo-website
Jumat, 31 Jul 2026,  WIT

TPNPB Klaim Empat Aparat TNI Tertembak di Korowai, Desak Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Papua

TPNPB mengklaim satu anggotanya gugur, tiga warga sipil tewas, serta lebih dari 125 ribu warga mengungsi akibat konflik bersenjata di sejumlah wilayah Papua.

Papuanewsonline.com - 31 Jul 2026, 08:06 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Dokumentasi warga mengungsi

Papuanewsonline.com, Mimika 

– Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui Manajemen Markas Pusat Komando Nasional mengklaim terjadi baku tembak dengan aparat militer Indonesia di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, selama periode 19–30 Juli 2026.

Dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (30/7/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut laporan tersebut berasal dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka.

TPNPB mengklaim dalam rangkaian kontak senjata tersebut sebanyak empat aparat militer Indonesia menjadi korban penembakan. Selain itu, TPNPB juga mengklaim satu anggotanya bernama Estibaga Heluka gugur dalam pertempuran.

TPNPB turut mengklaim tiga warga sipil meninggal dunia akibat operasi militer yang berlangsung di wilayah Korowai dan sekitarnya. Selain korban jiwa, ratusan warga disebut mengungsi ke kawasan hutan dan menyebar ke sejumlah daerah, seperti Yahukimo, Pegunungan Bintang, Asmat, hingga wilayah lain di sekitar Boven Digoel.

Dalam keterangannya, TPNPB juga mengklaim aparat militer Indonesia mengerahkan tiga unit helikopter dalam operasi tersebut. Mereka menuduh terjadi penembakan dan serangan udara yang mengenai kawasan permukiman warga sehingga memicu gelombang pengungsian.

Menurut TPNPB, sebagian besar warga yang mengungsi merupakan masyarakat dari berbagai wilayah di Papua yang berada di Korowai untuk mencari nafkah, termasuk sebagai penambang emas tradisional.

TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghentikan operasi militer darat maupun udara di wilayah konflik. Mereka juga meminta penghentian serangan yang diklaim menyasar permukiman sipil.

Selain itu, TPNPB mengutip laporan Human Rights Monitor yang menyebut lebih dari 125.931 warga sipil telah mengungsi di berbagai wilayah Papua akibat konflik bersenjata. Berdasarkan klaim tersebut, TPNPB meminta perhatian komunitas internasional terhadap kondisi para pengungsi.

TPNPB juga menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membentuk tim penyelidikan terhadap konflik bersenjata di Papua sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga yang mengungsi.

Dalam pernyataannya, TPNPB turut mendesak Palang Merah Internasional agar terlibat langsung dalam penanganan krisis kemanusiaan di Papua, khususnya dalam penyediaan bantuan medis, pangan, dan kebutuhan dasar bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.


Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE