logo-website
Kamis, 20 Agu 2026,  WIT

TPNPB Klaim Tembak Aparat di Tolikara dan Ancam Warga Imigran Kosongkan Wilayah Operasi

KOMNAS TPNPB-OPM merilis Siaran Pers Ke-II pada Kamis, 20 Agustus 2026 terkait kontak senjata di Kabupaten Tolikara.

Papuanewsonline.com - 20 Agu 2026, 19:34 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Kontak senjata di Kabupaten Tolikara.

Papuanewsonline.com, Tolikara - Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM) merilis Siaran Pers Ke-II pada Kamis, 20 Agustus 2026 terkait kontak senjata di Kabupaten Tolikara.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom, TPNPB mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap aparat dan agen intelijen Indonesia.

Klaim Penembakan di Kali Umage

TPNPB menyebut laporan tersebut diterima dari Mayor Botak Wanimbo dari Kodap XXVII Yambi.

Menurut klaim TPNPB, penyerangan dan penembakan terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Kali Umage, Distrik Kuari Umageyime, Kabupaten Tolikara, Papua.

Dalam klaimnya, TPNPB menyatakan aksi tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di pihak aparat serta sejumlah unit truk mengalami kerusakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI, Polri, maupun Pemerintah Kabupaten Tolikara terkait kebenaran insiden kontak senjata di lokasi tersebut. Jumlah korban dan kronologi versi aparat belum dapat diverifikasi secara independen.

Ultimatum Kosongkan Wilayah Operasi

Dalam siaran pers yang sama, Mayor Botak Wanimbo mengeluarkan ultimatum kepada warga imigran Indonesia, ASN, anggota DPR, guru, dan tenaga kesehatan untuk menghentikan aktivitas dari wilayah Kububelela hingga Yigonikme.

TPNPB juga meminta penghentian aktivitas kendaraan darat dan penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai wilayah operasi TPNPB di Tolikara.

TPNPB menyatakan ultimatum tersebut sesuai dengan Perintah Operasi (PO) yang dikeluarkan oleh Panglima Tinggi TPNPB Jenderal Goliath Naaman Tabuni dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut jika di kemudian hari terjadi penembakan terhadap pihak yang mereka sebut sebagai agen intelijen yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, guru, tukang ojek dan sopir, maka pihaknya akan bertanggung jawab.

TPNPB juga mengimbau warga imigran dan orang Papua yang terlibat dalam proyek pembangunan pemerintah seperti jalan, jembatan, dan perumahan untuk meninggalkan wilayah operasi TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua.

Siaran pers tersebut ditutup dengan pernyataan penanggung jawab Markas Pusat TPNPB-OPM, yakni Panglima Tinggi Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini dipublikasikan Redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi resmi dari aparat keamanan dan pemerintah daerah terkait situasi keamanan di Distrik Kuari Umageyime, Tolikara.


Penulis: Hendrik

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE