TPNPB Klaim Tembak Pilot AS di Yahukimo
TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas penembakan seorang pilot dan pembakaran pesawat di Kabupaten Yahukimo.
Papuanewsonline.com - 02 Jul 2026, 21:28 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengeluarkan siaran pers pada 2 Juli 2026. TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas penembakan seorang pilot dan pembakaran pesawat di Kabupaten Yahukimo.
Klaim TPNPB Soal Penembakan
Jubir TPNPB Sebby Sambom menyatakan menerima laporan dari Kompi Bakusip Kodap XVI Yahukimo. TPNPB mengklaim menembak mati pilot bernama Nichloas F Goselin warga negara Amerika Serikat, dan membakar satu unit pesawat milik PT AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, pada Kamis pagi.
Alasan Langgar Ultimatum
TPNPB menyebut aksi itu dilakukan karena pesawat melanggar ultimatum. TPNPB melarang penerbangan di 36 Kodap karena dituding digunakan untuk pendoropan pasukan dan logistik militer Indonesia ke pedalaman Papua.
Pernyataan Panglima Kodap XVI
TPNPB mengutip Panglima Kodap XVI Yahukimo, Brigjend Elkius Kobak. Disebutkan penembakan dilakukan atas perintahnya karena pesawat sipil masuk wilayah yang disebut zona larangan TPNPB.

Desak Perundingan Internasional
TPNPB mendesak Presiden Prabowo dan PBB membuka ruang perundingan untuk penyelesaian konflik di Papua. TPNPB juga mengimbau seluruh pilot menghentikan penerbangan ke wilayah operasinya.
Ancaman Lanjutan
Dalam rilis yang sama, TPNPB menyatakan akan menembak pesawat sipil lain di Tanah Papua jika penerbangan yang dituding membantu militer Indonesia tidak dihentikan.
Klaim Pergerakan ke Dekai
Brigjend Elkius Kobak menyebut pasukan yang terlibat aksi di Balinggama bergerak ke arah pusat Kota Dekai. TPNPB meminta aparat tidak melakukan operasi terhadap warga sipil.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Hingga berita ini publikasikan, belum ada pernyataan resmi dari TNI, Polri, PT AMA, Kedutaan Besar AS di Jakarta, maupun Pemerintah Kabupaten Yahukimo terkait kebenaran klaim dan identitas korban. Redaksi masih berupaya mengkonfirmasi.
Penulis: Hendrik
Editor: OF