"1,1 Triliun Diam Saja!" KPKM: DPRD Mimika Mati Fungsi Sehingga Korbankan Rakyat
Bongkar Modus Operandi SILPA 1,1 Triliun di Kabupaten Mimika
Papuanewsonline.com - 02 Jul 2026, 15:25 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Timika, Papuanewsonline.com – Bom anggaran meledak di Mimika. SILPA APBD 2025 tembus Rp1,1 Triliun.
Komunitas Pemuda Kei Mimika (KPKM) langsung menyebut DPRD “Mati fungsi, dan hanya urus kepentingan perut".
" Pimpinan dan Anggota DPRK Mimika ini, kalau tidak berbicara ke publik tentang 1,1 Triliun maka dikategorikan sebagai penghianat institusi dan penghianat bagi Rakyat Mimika," ujar Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika bung Edward Rahawadan di Timika, Kamis (2/7/2026).
Bung Edward mengatakan 1,1 triliun adalah uang rakyat Mimika yang tidak terserap sepanjang 2025, lalu sengaja diendapkan jadi SILPA .
" Angka ini menunjukan kegagalan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Mimika, karena ulah hal ini rakyat Mimika jadu korban," Jelasnya.
SILPA 1,1 Triliun Merupakan Tampan Keras Bagi DPRK Mimika
Bung Edward menegaskan SILPA 1,1 Triliun APBD tahun 2025 merupakan bukti kegagalan Kepemimpinan Ketua DPRK Primus Natikapereyau sebagai ketua DPRK dalam menjalankan fungsi pengawasan.
" Ini bukti kegagalan eksekutif dan legislatif di Mimika, akhirnya rakyat di tipu dan dikorbankan secara berulang-ulang," tegas bung Edward.
Lanjut kata Dia, DPRK tak punya taring untuk memaksa eksekutif menyerap anggaran, karena mengutamakan main aman dibawa ketiak Bupati.
Rakyat Jadi Korban
Tokoh pemuda Kei ini menyebut 1,1 Triliun yang diseting untuk sengaja jadi SILPA berakibar rakyat dikorbankan.
" Artinya jalan rusak tetap rusak, puskesmas kosong obat, dan sekolah belum dibenahi, sehingga Rakyat Mimika benar-benar jadi korban pengkhianatan,” Ujarnya.
"Kata “Astaga!!” Mewakili Publik
Unggahan dengan kata “Astaga!! SILPA 1,1 Triliun Guncang Mimika” mewakili rasa kaget warga masyarakat Mimika, menurut bung Edward bukan SILPA normal, tapi kegagalan sistem dengan nilai yang tiak wajar yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
Penghianatan Terhadap Rakyat Mimika
Bung Edward menilai pembeiaran Rp1,1 Triliun mengendap, disaat kebutuhan masyarakat dengan perekonomian yang corat marit merupakan pengkhianatan terhadap mandat rakyat Mimika.
Desakan Buka-bukaan
Ketua KPKM menantang DPRD dan TAPD Mimika buka ke publik: Proyek apa yang gagal jalan hingga uang 1,1 Triliun tidak bisa dicairkan?
Sampai berita ini dipublikasikan, DPRD Mimika dan Pemda belum memberi klarifikasi atas temuan 1,1 Triliun dan temuan BPK pada beberapa OPD di Kabupaten Mimika.
Beredar kabar burung, hasil audit BPK yang merupakan hak semua pimpinan dan Anggota DPRK Mimika untuk dapat agar bisa menjalankan fungsi legislasi dan fungsi pengawasan tidak diberikan, hanya satu dokumen yang diperintahkan oleh Bupati Johanes Rettob kepada Sekwan agar hanya memberikan satu dokumen LHP BPK kepada ketua DPRK Primus Natikapereyau.
Penulis: Hendrik
Editor. : Gf