logo-website
Minggu, 26 Jul 2026,  WIT

Wamenko Polkam: Politik Adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan

Wamenko Polkam mengajak umat Islam memperkuat politik bermoral dan demokrasi berkualitas demi Indonesia Emas 2045.

Papuanewsonline.com - 26 Jul 2026, 17:15 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (25/7).

Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, menegaskan pentingnya membangun politik yang bermoral, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat sebagai fondasi demokrasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam 

Dalam pemaparannya, Lodewijk menjelaskan bahwa perkembangan geopolitik global menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi Indonesia. Menurutnya, dinamika internasional tidak hanya memengaruhi sektor politik dan keamanan, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi, sosial budaya, hingga ketahanan nasional.

"Oleh karena itu, Indonesia memerlukan sistem politik yang kuat, demokrasi yang berkualitas, serta tata kelola pemerintahan yang mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus mempercepat pembangunan," ungkapnya.

Di hadapan peserta kongres, Wamenko Polkam mengajak umat Islam untuk menghidupkan kembali nilai-nilai profetik dalam kehidupan politik. Ia menilai politik seharusnya menjadi instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.


"Politik harus menjadi alat untuk mewujudkan kepentingan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umum ke arah yang lebih baik," ujarnya.

Lodewijk juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam dinamika politik nasional. Beberapa di antaranya adalah praktik politik berbiaya tinggi, kampanye negatif dan kampanye hitam, menguatnya oligarki dan politik dinasti, rendahnya literasi politik, serta demokrasi yang masih lebih menitikberatkan pada aspek prosedural.

Menurutnya, ulama dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting sebagai pengarah sekaligus pengingat apabila terjadi penyimpangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia pun mengajak seluruh umat Islam menjaga persatuan dan memperjuangkan nilai-nilai politik melalui cara yang benar.

"Politik adalah ibadah pengabdian, bukan jalan menuju kekayaan. Kepentingan bangsa dan negara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan umat," tegas Wamenko Polkam. Kongres tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, pimpinan MUI provinsi, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, pesantren, serta Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Heri Wiranto.


Penulis: Jid
Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE